Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
108



Saat ini Zea sudah nampak segar ia sudah kembali memakai pakaian sebelum masuk rumah sakit. sebelum ia memakai baju pasien. hari ini akan pulang dan akan memberikan kabar gembira ke pada sepupu nya nanti.


Grey pun datang. Zea sudah menunggu nya sejak tadi. ia tidak sabar ingin segera pulang hari ini.


" Kau sudah siap ?" tanya Grey.


" Aku sudah siap sejak tadi " , Jawab Zea semangat sudah rapi sejah tadi ia hanya menunggu grey tiba saja. grey pun membereskan laptop nya lalu ia masukan kedalam tasnya.


" cepatlah sedikit ", Ucap Zea tidak sabar karena sejak tadi ia menunggu grey lama tak kunjung datang.


Grey menoleh kearah Zea dengan tatapan tajam. membuat Zea merinding karena takut akan kena amukan dari rekan bisnisnya nya.


" Maksudku .. ku ingin segera makan karena ku lapar ingin makan", ucap Zea


setelah grey selesai memasukan semua. ia pun beranjak dari duduk nya lalu meninggalkan Zea .


Zea yang melihat itu terkejut karena tiba-tiba ia di tinggal kan begitu saja.


"Eh.. tunggu ", Zea segera berlari mengejar grey dengan langkah yang besar.


Saat ini mereka sudah dalam mobil dan grey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. selama perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali. grey yang fokus mengendarai mobil sedangkan Zea fokus dengan melihat pemandangan di luar.


Perjalanan Menuju kota cukup panjang. sehingga membuat Zea tertidur. entah itu hormon seorang ibu hamil karena akan merasa ngantuk .


Akhirnya mereka tiba di depan apartemen milik Zea. Grey memberhentikan mobilnya tanpa membangunkan Zea yang sedang tertidur di kursi penumpang. selama lima belas menit grey menunggu Zea yang tertidur di mobilnya. tiba-tiba saja suara ponsel miliknya berdering. di layar pipih itu muncul mommy. ia pun segera mengangkat nya.


Zea pun terbangun dari tidurnya karena mendengar suara grey sedang menelepon dengan seorang di seberang sana.


Grey pun melihat sekilas kearah Zea yang sudah terbangun. ia pun segera mengakhiri sambungan telepon nya.


" Hmm ",, jawab grey singkat.


" Baiklah , ku turun dulu. terimakasih telah mengantarkan ku. maaf sudah membuat mu report ", Ucap Zea sambil membuat seat belt.


Zea pun membuka kenop pintu mobil itu. ia menutup kembali . grey melihat dengan wajar datarnya.


" Bye ,,, terimakasih " , ucap Zea melambaikan tangannya ke arah mobil grey.


Grey menyalakan mesin mobilnya itu tanpa meladeni lambaian tangan dari Zea . mobil itu pun meninggalkan apartemen Zea. ia pun pergi menuju mansion mommy nya.


" Ish.. dasar orang aneh. kenapa tiba-tiba sikapnya berubah seketika. kemarin begitu perhatian dengan ku. sekarang seperti semula seperti air es. dingin ..", Dumalnya Zea ia pun membawa tasnya Menuju kamar apartemen nya.


Setelah Zea sudah sampai kamar apartemen nya. ia segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. ia merasa tubuhnya lelah. selama seharian perjalan yang di tempuh menuju kota. ia ingin berendam tubuhnya di dalam air hangat di bathtub. ia ingin memanjakan tubuhnya karena selama ia pergi ke sebuah desa ia hanya bisa mandi mengunakan shower. ia tidak bisa berendam di dalam air Karena dilihat dari lokasi dan tempatnya yang tidak memungkinkan .


Sudah hampir tiga puluh menit Zea berendam air hangat di dalam bathtub yang sudah terisi sabun berbusa Adan aroma terapi yang ia sudah siapkan ketika ingin mandi dengan keadaan lelah.


Ponsel milik Zea terus berdering . panggilan dari Arsen yang berkali kali menghubungi tetapi tidak kunjung di angkat oleh zea.


" kemana dia ? kenapa panggilan ku tidak di angkat. ini sudah ke dua puluh kali aku memanggilnya tetapi belum ada responnya.",. ucap. Arsen


****************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u