Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
16



Di sebuah gedung Kantor polisi ada seorang wanita muda dan seorang pria sedang berseteru.


"kenapa harus aku yang minta maaf dengan mu ? hei tuan ,, seharusnya kau lah perlu meminta maaf denganku. dan seharusnya aku yang menggugat mu karena kau telah melakukan pelecehan terhadap wanita . " Ujar Bella


" Pelecehan ? padamu nona ? seharusnya kau berterima kasih dengan ku. karena aku telah menolong mu. akibat aku menolong mu . kepala ku mengalami cedera. dan kau ? " Brian merasa kesal karena menolong wanita ini akibatnya kepala nya mengalami cedera.


" Kalau ingin menahan ku tidak perlu kau memegang buah dada ku ,tuan. dasar pria mesum. lagi pula luka di kepala mu itu hanya luka kecil. " Kata Bella merasa tidak diterima apa yang di perbuat pria itu.


Beberapa polisi di buat pusing oleh kedua orang ini . suasana kantor polisi saat ini tidak kondusif karena ulah kedua orang ini.


Tak berselang lama Zea tiba di kantor polisi setelah menerima telepon bahwa Bella sedang berada di kantor polisi.


" Bisa kah kau tidak membuat ulah terus, Bella " Zea sedikit berteriak melihat ulah sepupu nya yang selalu saja membuat masalah. tentu saja Zea yang harus turun tangan untuk menyelesaikan nya


" Bukan aku yang membuat masalah, tapi pria mesum ini yang membuat masalah dengan ku ,Zea. " Ujar Bella , ia sedikit mengumpat di belakang punggung pak polisi. untuk menghindar tiba ia mendapat kan serangan dari Zea nanti.


" Dasar wanita, tidak tahu terimakasih. sudah untung aku tadi menangkap mu. " Brian dengan nada kesal . ia tidak terima di tuduh macam-macam dengan wanita itu.


" Maaf kan sepupu saya, tuan. jangan perpanjangan masalah ini." Zea dengan sedikit menundukkan kepala .


Lalu Brian menoleh kebelakang. ia seperti mengenal suara itu.


" Kau ? Kak Zea kan ? " Tanya Brian , ia melihat seseorang orang yang pernah ia kenalnya.


" Brian !!", Zea sedikit terkejut melihat Brian.


Brian merupakan sepupu dari Arsen.


" Kau tidak ada bosan-bosannya berkelahi ,Brian. Lihatlah kau sudah mengalami cedera di kepala mu. " Arsen baru saja tiba di ambang pintu dan menghampiri Brian.


" Kak, aku tidak mungkin berkelahi dengan seorang wanita. " ujarnya Brian sambil menunjuk kearah Bella saat ini berdiri.


Zea melihat kearah suara itu sangat terkejut. ia merasa sekujur tubuhnya merasa lemas seketika.


Seorang pria pernah mengisi hatinya dan menghilang selama lima tahun.


Mata mereka saling bertemu. pandang mereka tidak lepas satu sama yang lain.


" Kau tidak apa-apa, Zea ? Kau sedikit pucat ?". Tanya Bella merasa khawatir melihat keadaan Zea.


Secepatnya ku selesai kan masalah ini. lalu pergi dari hadapan nya. batin Zea


Seperti nya selama ku tidak ada. ia baik-baik saja. batin Arsen


" Saya mewakili dari keluarga Bella, meminta maaf atas perbuatan sepupu saya. mohon untuk tidak memperpanjang masalah ini. saya rasa bisa di selesaikan secara kekeluargaan saja. " Pinta nya


" Luka di kepala nya itu cukup serius. kami akan terus melanjutkan ke pengajuan gugatan atas pencemaran nama baik. " Ujar Arsen lalu ia meninggalkan ruangan itu .


Bella mendengar hal itu ia tidak menyangka kejadian seperti ini akan membawanya dalam sebuah masalah yang besar.


Zea tidak bisa tinggal diam begitu saja mendengarkan keputusan Arsen tanpa memberinya kesempatan untuk menjelaskan masalah yang terjadi.


Zea pun mengikuti Arsen dengan sedikit berlari karena langkah Arsen yang begitu besar membuatnya sulit mengejar nya.


" Arsen ,tunggu !!! Kata Zea sedikit nafas ngos-ngosan mengejar Arsen


" Ada apa lagi ? " Arsen membalik kan badannya, lalu ia melihat Zea berlari menghampiri nya dengan nafasnya terengah-engah.


" Bisa kita bicara sebentar ? " tanya Zea.


" Kau ingin bicara mengenai masalah apa ? masalah sepupu mu atau masalah kita ? " Arsen menundukkan kepalanya dengan sedikit berbisik.


Zea merasa bulu kuduknya berdiri dan seketika Zea diam mematung sedikit terkejut.


Arsen melihat tingkah laku Zea sangat lucu. ia tersenyum tipis.


" Kalau kau tetap ingin mencabut tuntutan sepupumu. besok malam aku tunggu kau di apartemen ku. " Arsen berjalan dengan memasukkan kedua tangan nya kedalam saku celana dan menuju sebuah mobil mewah nya.


************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments


ya teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all