Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
104



Hanya butuh waktu tiga puluh menit mereka sudah tiba ke tempat resort yang di maksud grey tadi.


Resort yang luas dan bersih tersebut tempat yang sangat nyaman dan sejuk. rumah yang sederhana tanpa ada penghalang dari setiap ruangan membuat tempat itu semakin luas dan segar karena masuk angin menjadi tenang untuk di tempati.


Zea pun duduk di sebuah sofa besar. sedang grey masuk ke sebuah ruang kerja untuk mengambil beberapa dokumen disana.


Grey sudah mengambil dokumen di ruang kerja nya. ia pun keluar ruangan itu dan menuju ruang tamu . ia melihat wanita yang ia tinggal sebentar hanya waktu lima belas menit ternyata sudah tertidur sambil memeluk bantal di dadanya.


" Ck. kenapa ia suka sekali tidur", Ucap Grey ia pun kembali ke dalam ruang kerjanya. dengan membawa dokumen ia pegang tadi . ia membiarkan Zea tertidur di sofa. ia tidak mungkin mengendong kedua kalinya karena jarak antara rumah dan parkiran mobilnya lumayan jauh.


Dua jam kemudian


Zea terbangun dari duduknya . ia sudah melihat dirinya diselimuti dan posisi tidurnya nya sudah berubah menjadi berbaring di atas sofa tidak seperti sebelumnya ia tertidur dalam keadaan duduk. ia menyapu sekeliling ruangan itu. ia masih dalam resort milik Grey .


" Apa ku terlalu lama tidurnya. sehingga ku tidak sadar sejak tadi tidur di sofa", Zea pun meregangkan otot-otot nya dan Zea pun mengambil ponsel ternyata ponselnya mati ia lupa mengecek nya tadi. ia pun beranjak dari tidur nya . ia menuju ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. setelah ia membersihkan muka ia pun keluar. rumah itu nampak sepi dan sunyi.


" Kemana dia ? dia tidak akan meninggalkan ku sendiri kan disini ", Ocehnya sendiri


Suara pintu dibuka dari arah ruang kerja. grey keluar dari ruangan itu masih mengunakan baju yang sama seperti tadi.


" kau tidak membangun ku tadi ? ", Ucap Zea " Apa kita kita tidak jadi mengunjungi gedung Sky ? " Tanyanya


" Tidak.. kau terlalu nyaman tidur di sofa besar itu dan sekarang sudah jam tujuh malam pekerja sudah pada pulang", Jawab Grey sembari melihat arloji ditangan nya dan menuju dapur untuk mengambil sebuah air minum.


" Maaf.. Ku begitu lelah sehingga tidak sadar kalau tidur lagi di sofa ", Ucap Zea menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.


Zea pun Menuju dapur dan membuka kulkas disana. " Apa disini tidak ada makanan ?" Tanya Zea ketika melihat isi kulkas kosong hanya terisi air putih saja.


" Tidak ada.. karena mereka datang bulan ku meminta memasak saja ", Jawab Grey


" Ku sangat lapar , Grey", Ucap Zea


" Ck.. wanita ini pikiran kalau tidak makan kalau tidak tidur ", Grey pun meninggalkan Zea menuju kamar yang letaknya tidak jauh dari ruang tamu.


" Ish..ku menyesal ikut dengannya tadi. seharusnya ku tidak usah ku ikut dengannya tadi ", Ucap Zea menghentakkan kakinya karena kesal.


Sepuluh menit kemudian Zea yang menonton tv Tiba-tiba seorang pria datang dengan mengunakan pakaian setelah seperti koki dan membawa beberapa kantong di tangan nya. Zea hanya melihat dari arah jauh ia merasa senang karena ia bisa makan malam. Zea pikir malam ini ia tidak akan makan malam karena tempat cukup jauh dan tidak ada tempat penjualan makanan sehingga ia urungkan niatnya untuk memesan makanan via aplikasi online.


" Silakan Nona,, Makanan sudah jadi silahkan di nikmati ", Ucap Chef itu


" Terimakasih , atas bantuan nya ", ucap Zea dan ia segera Menuju kamar grey dan mengetuknya dari luar.


" Grey .. makanan sudah siap ", ucap Zea tapi tidak ada jawaban dari arah dalam . ia pun mulai mengetuknya lagi. " Apa kau tidak ada di dalam ? ", Tanya Zea ia pun penasaran ingin memastikan apa yang dilakukan pria itu sehingga tidak menjawab pertanyaan tadi dan tidak kunjung keluar juga sudah beberapa kali mengetuk pintu nya.


Ceklek


Ternyata Pria itu baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dililitkan di pinggang nya. Zea melihat itu terkejut reflek ia berteriak dan menutup pintu dengan keras.


" Ck. kenapa ia tidak mengunci kamar nya kalau ia baru saja selesai mandi. untung saja ia masih mengunakan handuk bila tidak. mata ku bisa di nodai oleh nya. mata ku hanya bisa melihat tubuh Arsen ", Seloroh Zea


Zea pun segera menuju ke meja makan tanpa menunggu grey selesai berpakaian. ia merasa lapar akhir-akhir ini. perutnya akan sakit bila tidak cepat di isi makanan.


Tak lama grey keluar dari kamarnya sudah mengunakan pakaian yang lengkap kaos hitam dan celana hitam panjang. lalu ia menyusul Zea ke ruang makan dan ia duduk di hadapan Zea .


Mereka hanya makan malam bersama tanpa ada perbincangan salam sekali. Zea akhirnya mengeluarkan suara untuk mencairkan suasana.


" Maaf soal tadi. aku merasa tidak sopan soal itu. aku tidak tau kalau kau___", ucap Zea terpotong oleh ucapan Grey


" Tidak masalah ", Jawab Grey Santai.


Akhirnya mereka pun makan malam bersama tanpa berbicara satu sama lain. setelah makan bersama mereka masuk kekamar masing-masing. karena besok pagi mereka akan segera menuju ke gedung sky untuk memastikan sudah sejauh mana pembangunan itu.


Zea tidak lupa mengirim pesan pada Arsen karena waktu yang berbeda . sehingga ia hanya mengirimkan pesan saja.


******************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u