Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
110



Saat ini Zea sedang duduk dia sebuah restoran makan letaknya tidak jauh dari apartemen nya. ia sedang duduk di sisi kanan menghadap kaca terlihat ke arah luar yang dimana setiap orang berlalu lalang akan terlihat oleh nya. Zea sedang menunggu pesanan nya datang.


" Grey ", Ucap Zea saat melihat pria tampan yang baru saja masuk kedalam restoran yang ia saat ini berada. tetapi pria itu tidak sendiri di temani wanita muda yang cantik seperti model. tetapi Zea merasa tidak asing dengan wajah wanita itu.


" Halo , kak ", Sapa wanita muda itu .


Grey mendengar wanita disamping memanggil seseorang ia pun ikut mata ke mana arah suara itu berasal.


" Kinan ", Zea baru ingat bahwa wanita saat ini menyapa nya merupakan adik seorang Brian yaitu sepupu dari Arsen.


" Aku sedang magang disini ", Kinan pun segera ke arah meja Zea yang kebetulan jaraknya tidak jauh dari nya.


" Magang ? " Tanya Zea


" Ia benar aku magang di sebuah perusahaan bonafit disini. oh ya.. perkenalkan CEO sekaligus pemilik perusahaan tempat aku magang ", Kinan segera menoleh ke arah belakang dan saat ini grey berada di belakangnya.


" Kenal kan , namanya tuan Grey sky pemilik dari perusahaan terbesar di negara ini " , Sedikit berbisik kepada Zea ", Lalu ini Zea ia kakak ku......" Ucapan Kinan bel selesai sudah di potong langsung oleh pria tampan itu.


" Ku sudah mengenal nya " , Jawab Grey dengan wajah datarnya.


" Ia kami sudah saling mengenal karena aku bekerja sama dengan perusahaan nya . duduklah Kinan makan bersama dengan ku", Tawarnya Zea


" Oh my.. dunia begitu sempit ternyata ", Kelakar kinan dan Kinan dengan senang hati duduk bersama Kakak sepupunya karena ada sesuatu hal yang ingin banyak ia tanyakan. di duduk di sebelah Zea sedangkan grey duduk berhadapan dengan Zea.


" Kak, ajarkan aku supaya bisa melunak pria dingin ini ", berbisik kepada Zea dan matanya mengarah kepada grey.


Zea hanya tertawa kecil melihat tingkah laku sepupu kecilnya itu.


Grey hanya melihat dua wanita di hadapan nya saat ini yang masih sibuk dengan percakapan yang menurut nya tidak penting. ia pun memeriksa ponselnya untuk melihat beberapa email masuk kedalam ponsel nya.


" Kakak mau pesan apa ?" ,Tanya Kinan yang sedang sibuk membolak balikan menu makanan di hadapan nya.


" Ku sedang memesannya tadi . tinggal menunggu pesanan ku datang", ucap zea


" Baiklah, ku pesan menu yang paling istimewa disini ", Kata Karin pada seorang pelayan yang sedang menulis pesanan Karin.


Drtt


Drtt


Suara ponsel milik Karin berbunyi. ia segera mengangkat ponselnya tersebut dan keluar restoran.


Grey masih sibuk dengan ponselnya tanpa menghiraukan Zea di hadapan nya.


" Apa ada pesanan lain nona ?", Tanya seorang pelayan.


" Hmm.. sebentar. Grey apa kau tidak ingin memesan makanan untuk mu ? ", Tanya Zea melihat ke arah grey masih sibuk dengan ponselnya.


" Baiklah, pesan kan sama dengan pesanan ku sebelum nya " . kata Zea


" Baiklah kalau begitu. mohon tunggu sebentar untuk pesanan akan segera di antar. " Kata seorang pelayan.


Zea merasa ada yang berbeda dengan sikap grey yang begitu cuek. walaupun mereka pertemuan pertama tidak begitu baik. tetapi mereka sudah sering bertemu untuk menyelesaikan projectnya. walaupun projects tersebut sudah selesai. Zea pasti akan melaku meeting bila ada yang tidak sesuai.


" Aku ingin berterimakasih dengan mu. atasan bantuan mu pekan lalu. Kalau tidak ada kau disana mungkin ku pasti akan mengalami sesuatu buruk pada janin ku" Ucap Zea sungguh-sungguh berterimakasih pada grey yang sudah menolong kala itu.


" Sudah sewajarnya karena kita patner kerja", Jawab Grey menoleh sebentar lalu kembali fokus pada ponselnya.


Tiba-tiba saja seorang pelayan datang membawa nampan berisi makanan pesanan Zea . dan meletakan di atas meja dekat Zea .


" Terimakasih " ,


" Ia nona, selamat menikmati hidangan nya",


Seorang pelayan pun meninggalkan mereka berdua kembali. suara hening kembali . zea pun bersuara kembali untuk membuat tidak begitu canggung.


" Untuk biaya rumah sakit aku akan menggantikan nya. nanti kirimkan saja nomor rekening milik pribadi mu ", Kata Zea


" Uang ku sudah banyak. jadi ku tidak butuh uang mu ", Jawab Grey dingin


" Lalu dengan apa ku harus menggantikan nya ? " Tanya Zea


" Akan ku pikirkan nanti ", jawab grey saat ini sudah mematikan ponselnya dan menatap mata Zea . " Apa hubungan mu dengan wanita manja itu ? " tanya grey mata mengarah pada wanita di luar sana yang sedang sibuk berbicara dengan ponselnya.


" Aku dan karin merupakan ....." jawab Zea terpotong karena teriakan Karin cukup keras sehingga semua orang menoleh ke arahnya.


" Kak Zea , " Teriak Karin baru saja masuk kedalam restoran setelah menerima telepon. lalu ia segera duduk di samping Zea.


" apakah itu Brian yang menghubungi mu ? " tanya Zea


" Daddy menghubungi ku. karena Brian akan kembali kesini. maka dari itu aku ingin mengungsi di apartemen kakak. aku boleh ya beberapa hari tinggal bersama Kakak ? " kata Kinan memohon karena ia sangat malas bila tinggal satu atap dengan kakak nya. pasti kakaknya akan selalu melarang nya pergi kemana pun . kecuali pergi bekerja saja.


" Tinggal lah bersama ku. kebetulan ku sangat kesepian jadi ku ada teman mengobrol dengan mu ", Zea tersenyum manis dan mengelus rambut panjang Karin


Tak berapa lama pesanan mereka datang.


**************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u