
"Boleh kah aku kembali ke kantor ku. lebih baik di jadwalkan kembali saja untuk selanjutnya. mungkin tuan Alex yang akan membahas nya langsung. " Ujar Zea
" Tuan Alex sudah menunjuk mu untuk mengurus project pembangunan Moon ini. jadi kau yang harus bertanggung jawab semua. bukan kah ini hal pertama bagimu untuk mengurus langsung pembangunan ini ?" Arsen menutup berkas nya dan menghampiri Zea lalu duduk disampingnya.
" Bukan kah baru pengamatan saja ? belum di putuskan secara resmi Art Arte akan memegang project ini bukan ? " Zea ingin memastikan.
" Semua keputusan ada di tangan mu." Kata Arsen memainkan rambut pirang Zea dan menciumnya.
" Hmm, maksud mu? aku yang putusan. aku pun belum menjelaskan desain yang aku buat untuk di perlihatkan . " Zea semakin bingung tujuan Arsen yang sebenarnya.
" Ya,, bila Art Arte ingin mengurus Project pembangunan ini maka kau harus kembali kepada Ku. bila tidak _____" Kata Arsen saat menjelaskan maksud itu semua.
" Bila tidak apa ? " Zea semakin penasaran dengan itu.
" Bila tidak perusahaan Art Arte akan menjadi perusahaan kecil selamanya dan tidak akan menjadi berkembang. " Ujar Arsen beranjak dari duduknya dan kembali ke meja kerjanya.
" Kau !? " Zea merasa kesal penawaran yang di buat Arsen .
" Pergilah, jangan terlalu cepat mengambil keputusan. kau pikirkan saja kata-kata ku tadi. " Arsen mengingat kan soal itu.
Zea pun segera meninggalkan ruangan itu dan sedikit membanting pintu milik Arsen .
Arsen melihat kepergian Zea hanya tersenyum smirk.
" Selama lima tahun berpisah. aku mencari mu sampai putus asa. hidup mu ternyata sangat bahagia. tidak pernah memikirkan semua yang terjadi dimasa lalu. Didalam rencana kehidupan mu, sudah tidak ada tempat untuk ku lagi. Tapi aku, tidak akan menyerah begitu saja. " batin Arsen
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Apartemen Zea
" Kau sudah pulang ? kau habis menangis ,Zea ?" Tanya Bella sedang membereskan pakaian nya saat ia beberapa hari tinggal disini.
Zea menuju Lemari pendingin dan mengambil sebuah air mineral. lalu meminum nya hampir menghabiskan setengah air yang berada di botol itu.
" Aku tidak apa-apa, tidak ada hubungannya dengan Arsen. " Zea Langsung menghempaskan dirinya di atas sofa besar itu.
" Jadi nama pria itu Arsen. apa pria itu yang selalu membuat mu menunggu selama lima tahun lalu, Zea ? " Bella ikut duduk di samping Zea.
" Seperti nya ia sudah berubah , tidak seperti yang ku kenal dulu. " Kata Zea
" Kau tidak tanya dengan nya kenapa tiba-tiba menghilang lima tahun yang lalu ? "Tanya Bella merasa penasaran dan melihat raut muka Zea.
Sebenernya Bella tau selama ini Zea menutup diri dari beberapa pria yang ingin mendekati. ia tidak sengaja membaca buku catatan yang berisi tentang Zea dan Arsen dulu saat menjadi kekasih.
" Aku tidak ingin menanyakan hal itu. aku ingin dia yang menceritakan nya sendiri pada ku. " Jawab Zea
" Lalu apa yang akan kau lakukan saat ini ? hanya menunggu nya ? " Tanya Bella
" Entahlah, aku juga bingung dengan perasaan ku saat ini. sebenernya perusahaan ku akan menjalankan project dengan perusahaan Arsen. dan Tuan Alex yang menunjukku langsung untuk turun langsung menjalankan project ini. dan otomatis aku akan sering bertemu nya. " Kata Zea
" Bukan nya itu hal bagus, Zea. kau bisa tau kenapa alasan nya tiba-tiba hilang darimu. "kata Bella.
" Setiap aku berada di dekatnya. ada timbul rasa takut kehilangan nya lagi. aku belum bisa menerima sepenuhnya, Bella. " Zea merasa sedikit pusing memikirkan hal ini.
Perasaan bimbang yang menyelimuti hatinya.
***************************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u all