Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
73



Sementara itu Arsen dan Zea masih dalam perjalanan menuju hotel bintang lima. Mata nya benar-benar tak bisa jauh dari sosok cantik yang berada di sampingnya.


" Lihat jalannya , Arsen !! kau sedang mengendarai mobil ", Peringat Zea. ia merasa was-was melihat Arsen selalu mengarah nya saat sedang mengendarai mobil. takut terjadi sesuatu karena mereka melewati jalanan cukup ramai banyak pejalan kaki dan kendaraan lain yang berlalu lalang.


Arsen dengan sengaja melepaskan kedua tangannya dan justru melemparkan senyum ke arahnya.


" Arsen !! kau jangan bercandaan ", Tegur Zea dengan matanya berkilat ketakutan.


Arsen terkekeh dan mengelus tangan kekasihnya agar tak khawatir. " Mobil ku canggih, Honey. sudah ku pasang mode autopilot, jadi kau tidak perlu khawatir lagi ," Jelasnya. " Lihatlah ", ia menunjuk stir kemudi yang sedang bergerak sendiri seirama dengan jalannya mobil tersebut.


Zea mengembuskan nafasnya lega. lalu ia mencubit gemas perut Arsen karena sudah membuatnya takut.


" Awww ...." Teriak nya Arsen sebenarnya ia tidak terasa sakit tetapi ia hanya gemas melihat ekspresi kekasihnya itu merasa ketakutan saat ia melepaskan kedua tangannya .


" Kau ini membuat ku takut saja ", Kata Zea


" Kau sangat mengemaskan,honey. bila seperti ini. apa kita mampir ke hotel dulu baru kita makan malam dengan bersama keluarga ku", ucap Arsen yang semakin menggoda kekasihnya sambil mengelus permukaan tangan lalu mencium nya dengan lembut.


" Ishh kau selalu suka sekali menggoda ku seperti itu," Ucap Zea


" Sedikit lebih tenang sekarang ?", Tanya Arsen


" hah ? maksud mu ? ", Tanya Zea kembali


" Sejak tadi kulihat kau terlalu tegang, Honey. maka nya ku selalu menggoda mu agar lebih rileks. apa yang kau pikirkan , hmm ? ", Arsen mengelus pipi lembut Zea


" Ku merasa khawatir bagaimana reaksi kedua orang tua mu melihat ku nanti ", Kata Zea sejak dari tadi di dalam benaknya selalu diliputi kekhawatiran mengenai bagaimana tanggapan kedua orang tua Arsen saat bertemu dengannya.


" Orang tua ku pasti akan menerima mu . kau tidak perlu memikirkan hal aneh. percayalah padaku, honey ", Ujar Arsen mengecup sekilas bibir kekasih nya sebenarnya ia gemas ingin mencium lebih lama tetapi ia tidak ingin merusak lipstik yang di gunakan Zea saat ini.


" Terimakasih ", Ucap Zea tersenyum manis dan rasa khawatir sedikit menghilang.


" Ayo kita turun ", Ajak Arsen saat pintu mobil sudah di buka dari luar dengan seorang petugas hotel tersebut.


Sebelum turun , Zea meraih tangan Arsen. menyentuh telapak tangan di kulit berbulu pria nya . " Apa kedua orang tua mu sudah sampai ? ", Tanya nya


" Seperti nya mereka masih dalam perjalanan, honey " Jawab Arsen


Arsen pun langsung diarahkan ke salah satu ruang VIP tertutup. di sepanjang perjalanan, Zea mengemgam erat tangan kekasihnya. menghela napasnya perlahan untuk menetralkan ketakutannya.


" Silakan, tuan ", kata seorang petugas hotel.


Pintu pun terbuka ruangan kosong hanya di tempati satu buah meja dan empat kursi yang sudah tertata rapih dengan interior mewah dan minimalis. Arsen menarik kan satu kursi untuk Zea duduk. lalu ia pun mendaratkan bokong di tempat kosong sebelah kekasihnya. dan Sudah tersedia beberapa makanan di meja itu.


Zea meraih tangan Arsen dan menatap lekat wajah tampan kekasih nya. " Aku grogi dan takut sampai keluar keringat dingin , " ujarnya


Arsen menarik kedua tangan Zea dan diberi kecupan di permukaan kulit mulus itu. " Kau cantik dan pintar. pasti kedua orang tua ku menyukaimu, honey ", balas nya mencoba memberi ketenangan.


Klekk


Suara pintu yang terbuka pun membuka Zea menarik tangannya dari genggaman Arsen. dia menatap ke arah sumber Suara.


Tuan dan Nyonya Xaverius baru saja datang. mereka mengayunkan kaki kedalam dengan wajah datar dan pandangan lurus ke depan.


**********************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all