Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
82



7 Day


Setiap hari aktivitas dilakukan Zea seperti biasa ia lakukan. ia akan ke kantor untuk melakukan pengamatan serta meeting dengan Varoni Group setiap hari nya dengan di antar jemput oleh supir keluarga Xaverius. Arsen tidak di berikan kesempatan bertemu setiap ia ingin menemui nya di kantor selalu saja di jaga ketat oleh bodyguard suruhan Mommy Karen. ia semakin kesal ulah Mommy nya yang sudah melarang nya bertemu Zea . ia hanya berkabar melalui via telepon dan video call. Arsen merasa tidak puas bila tidak bertemu langsung dengan kekasihnya.


Malam semakin larut , Arsen dan Denis bersembunyi di balik semak-semak yang ada di taman.


Denis hanya bisa mengumpat dalam hati . kalau saja Arsen bukan bos nya sudah pasti Denis akan memaki nya karena ia di perintahkan untuk menemani bos nya untuk menyelinap diam-diam masuk ke dalam mansion milik Xaverius.


Denis harus menunggu sampai tengah malam untuk membantu Arsen masuk lewat jendela kamar zea. dan lagi tak henti-hentinya nyamuk mengigit kulit mereka.


" Kapan tuan akan naik ?" , Tanya Denis seraya melempar bagian Tubuhnya yang di gigit nyamuk.


" sebentar lagi ", Arsen melihat alorji di tangan nya .


" Ini sudah tengah malam ,tuan ", ucap Denis


" lima menit lagi " , ucapnya


" Kau lama-lama disini kita bisa ketahuan tuan ", sahutnya Denis


" Kalau begitu kau awasi pengawal yang ada di sekitar sini ", ucap Zea


Denis hanya menganggukkan kepalanya sementara Arsen mulai berjalan mengendap-endap mendekati kamar Zea . untung saja ada sebuah tangga di sana.


perlahan ia menaiki anak tangga satu persatu dengan hati-hati sampai akhirnya ia berhasil sampai balkon kamar Zea.


setelah berhasil sampai balkon, Arsen menghela nafas. mencoba mengamati situasi , ada penjaga tau Tidak. dan ternyata tidak ada , dia aman.


Arsen mencoba mendorong pintu perlahan dan betapa senangnya ketika pintu itu tidak di kunci.


Seakan tiada puasnya memandangi wajah zea. pelan-pelan dia melepaskan sepatu nya dan duduk di bibir tempat tidur itu. Dia melambaikan tangannya ke depan wajah Zea seolah ingin memastikan gadis itu sudah benar-benar tertidur lelap atau belum. Arsen pun menyelinap masuk ke dalam selimut yang sama. lalu mengecup kening gadis itu dengan sangat hati-hati.


" Aku sangat merindukanmu, honey. maaf ku masuk diam-diam ke dalam kamar mu. aku tidak akan membangunkan mu. mimpi yang indah ,honey ", gumam pelan Zea lalu ia mengecup pelan kening agar tidak membangun kan kekasih nya.


Arsen pun berbaring di samping Zea, dia terus memandangi kekasihnya itu dengan penuh cinta yang sebentar lagi akan menjadi istri nya.


" Ini semua karena Mommy melarang ku bertemu dengan wanita ku. jadi ku mohon kerja sama nya untuk malam ini. ku akan bangun sebelum matahari terbit ", Gumamnya batin Arsen


Mereka tidur saling berhadapan . Zea


masih tertidur pulas dengan kedua tangannya menindih kepala nya.


Arsen sangat merindukan kekasih nya. ia tersenyum mengelus pelan wajah kekasih.


sedangkan di tempat lain Denis kembali ke mobil. ia lebih memilih tidur di mobil saja dari pada seperti gelandangan tidur di semak semak.


Denis sangat kesal dengan atasan nya itu. ia sudah menunggu nya selama dua jam lamanya . bos nya tak kunjung kembali dari kamar Zea . sedang apa bos nya itu. akhirnya Denis memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke apartemen nya.


*********************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all