
Keesokan hari nya
Grey dan Zea sedang di sebuah gedung Sky. mereka berbincang mengenai pembangunan tersebut. proyek sudah hampir selesai hanya ada beberapa yang akan di perbaiki itu tidak membuat pembangunan berubah hanya sebagian kecil saja.
Tiba-tiba saja Zea merasa kepala nya pusing dan pandangan menjadi gelap. Zea pingsan dan untung saja grey cepat menangkap nya bila tidak kepala nya akan terbentur ujung tangga disana. Grey pun cepat berjalan sambil mengendong tubuh Zea menuju mobilnya. ia letakkan Zea di kursi penuh belakang. Ia pun segera menuju ke kursi pengemudi dan melajukan kendaraannya dengan cepat Menuju rumah sakit Cahaya .
Zea segera di larikan ke ruangan IGD lalu di periksa oleh dokter jaga disana. sedangkan grey menunggu nya di luar ruangan.
Seorang dokter keluar dari ruangan. grey segera menghampiri nya.
" Bagaimana dokter keadaan nya ? " Tanya Grey Panik.
" Selamat tuan, kau akan menjadi ayah dan sebaiknya anda bawa istri anda ke Dokter kandungan untuk memastikan kondisi kandungan nya ", Ujar Dokter lalu pergi meninggalkan grey sendiri di depan ruangan itu.
Grey hanya diam mendengar penjelasan dokter itu. ia masih mencerna semua apa yang di sampaikan dokter bahwa Zea sedang hamil. ia pun masuk kedalam ruangan membuka pintu terlihat Zea sedang berbaring di atas ranjang putih. Grey menghampiri Zea tetapi Zea masih tertidur . grey pun duduk di kursi samping ranjang. " Siapa calon ayah itu ?" lirih Grey
Grey masih setia menunggu Zea . ia duduk di sofa dengan laptop di pangkuan nya. ia mengerjakan pekerjaan nya di sana. sudah Satu jam Zea belum sadarkan diri. grey memutuskan untuk keluar sebentar untuk mencari sesuatu untuk dirinya.
"Emm... ", Zea sudah terbangun dari tidurnya. ia melihat disekelilingnya ada berbeda dari sebelumnya nya. ia mengingat kejadian saat ia belum jatuh pisang. Zea beranjak dari ranjang itu ketika hendak ingin turun . suara pintu terbuka grey datang sambil membawa bungkusan makanan di tangan nya. grey melihat Zea ingin turun dari ranjang. ia segera menghampiri Zea ketempat tidur.
" Kau mau kemana ? apa kau sudah sedikit baikan sekarang ?", Tanya grey
" Ku ingin mengambil ponsel ku di tas. ku sudah merasa baikan sekarang." Jawab Zea
" Biar ku ambilkan. kau tetap saja di atas ranjang jangan kemana-mana ", titah grey dengan cepat mengambil tas milik Zea di sofa.
" Terimakasih", ucap Zea mengambil tas diberikan oleh grey. " Aku hanya kelelahan aja grey. aku sudah terbiasa seperti ini ". jawab Zea santai.
" Kau suka tiba-tiba pingsan seperti ini ?" Tanya Grey tidak percaya wanita di hadapan nya ini sering jatuh pingsan.
" kenapa kau tidak bilang ? " tanya Grey. ia pun duduk di sofa dengan mengambil beberapa makanan dikantong coklat yang ia beli tadi saat keluar.
" hah ? untuk apa ku cerita semua tentang diriku kepada mu ? " Tanya Zea sedikit tidak mengerti apa yang di maksud pertanyaan grey barusan.
Mendengar ucapan Zea . grey segera tersadar bahwa ucapan nya ada yang salah tadi. ia merasa ini sudah berlebihan. buat apa ya harus merasa cemas dengan kesehatan Zea. toh ia hanya rekan bisnis saja tidak lebih. ia merasa kasian saja tadi melihat Zea tiba-tiba saja pingsan. dan sekarang wanita di hadapan nya sudah kembali sehat dan tidak perlu di khawatir kan lagi. dan mengenai kehamilan Zea ia juga tidak ingin membahas nya karena itu di luar dari urusan pribadi nya. grey pun mengambil sebuah burger dan memakan dengan lahap.
Zea memeriksa ponselnya membaca pesan dari Arsen bahwa ia akan datang lusa setelah urusan pekerjaan nya selesai. Zea tersenyum saat membaca pesan itu . Zea sangat senang akhirnya pujaan hatinya akan datang menemui nya sudah beberapa Minggu tidak bertemu.
Grey melihat kearah Zea yang tersenyum saat melihat ponselnya merasa sedikit rasa kecewa pada dirinya.
Setelah Zea membalas beberapa pesan dari Arsen serta Bella menanyakan keberadaan nya saat ini.
" Kapan kita akan pulang ? " tanya Zea menoleh ke arah grey masih sibuk dengan laptopnya sambil memakan sebuah burger Di tangannya.
" tunggu setelah dokter memeriksa mu. kita akan segera pulang ke kota ", Jawab Grey ketus tanpa melihat kearah Zea dan masih fokus dengan laptopnya.
" Ihh kenapa dia ? bukankah tadi dia lembut kenapa sekarang seperti singa Bangunsari tidur nya ", Gumamnya Zea .
Zea pun merebahkan dirinya di atas kasur sambil menatap langit-langit ruangan. sekali-sekali ia menoleh ke arah grey memastikan apa rekan kerja itu sudah selesai dengan pekerjaan nya atau belum. karena ia ingin menanyakan sesuatu hal yang membuat nya mengganjal sejak tadi.
******************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u