Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
74



Tuan dan Nyonya Xaverius baru saja datang. mereka mengayunkan kaki kedalam dengan wajah datar dan pandangan lurus ke depan.


Zea sudah semakin takut melihat dua orang paruh baya itu. Tak ada senyum ramah yang menyambut dirinya. padahal ia sudah menarik dua sudut bibir sesopan mungkin.


Orang tua Arsen bersamaan duduk di kursi, berhadapan dengan Zea . Mereka belum mengucapkan sepatah kata pun karena masih mengamati situasi di ruangan itu.


Kini ruangan VIP itu sudah lengkap formasinya Ada Arsen, Zea , Mommy Karen dan Daddy Xaverius. kedua orang tua itu menatap Gwen datar . dan membuat Zea merasa tegang .


" Zea, perkenalkan ini kedua orang tuaku. Mommy Karen dan Daddy Xaverius, " ujarnya Arsen seraya menunjuk kedua orangtuanya.


Zea tersenyum sopan pada kedua orang tua itu . " senang bertemu dengan kalian ", tuturnya . walaupun hati nya sedang berdebar tak karuan.


" Senang akhirnya bisa bertemu denganmu ",


Kini Mommy Karen pun mengeluarkan suaranya. " Kau tidak perlu tegang, aku bukan calon mertua jahat yang akan menyuruhmu meninggalkan putra ku, " terangnya. dia memilih menyudahi akting yang memasang wajah datar.


Zea mulai bisa bernafas lega, suasana di ruangan itu kini mulai menghangat . " Maaf, baru pertama kali bertemu dengan kalian sehingga membuat ku memiliki rasa takut berlebihan , " Jelasnya


" untuk itu apa kau takut pada kami , pertemuan ini bukan untuk menakutimu , kami ingin mengenal wanita pilihan Arsen" ungkap Daddy Xaverius


" Lebih baik kita makan terlebih dahulu, baru melanjutkan mengobrol nya", ajak mommy Karen


" Setuju ", sahut Arsen dan daddy Xaverius


mereka pun makan malam bersama. tujuan mommy Karen emang untuk mencari tahu latar belakang dan kepribadian wanita pilihan Putra nya..


Tiga puluh menit berlalu mereka sudah menghabiskan makanan walaupun tak semua hidangan sana habis .


" oke , Zea boleh aku bertanya lebih jauh tentang tentang mu ? ", sebelum mengajukan pertanyaan, Mommy Karen meminta izin terlebih dahulu dengan Zea. ia lebih santai dan sedikit ramah wajahnya sudah menunjukkan wajah datarnya. Zea merasa sedikit tenang tidak tegang kembali.


" Silakan ", Jawab Zea menganggukkan kepalanya


" Siapa nama lengkap mu , Zea ? ", Tanya Mommy Karen


"Zea Anastasia Bastian "


" Kau dari keluarga besar Bastian ?", Tanya Mommy Karen kembali


" Iya Bastian nama Daddy ku", Jawab Zea


" Ku tinggal sendiri di apartemen , sesekali ku pergi ke desa N untuk mengunjungi bibi dan paman ku ", Jawab Zea


" Lalu kedua orang tua mu di mana ?", Tanya Mommy Karen


" Me-", Zea tak bisa menjawab karena Arsen sudah memotong pembicaraan lebih dulu.


" Sudah lah mom, sesi interview nya jangan banyak bertanya lagi ", Arsen menjawab pertanyaan orang tuanya dia.


" Tidak apa Arsen, aku yang mau ", Zea menengahi sang ibu dan anak yang sedang ingin mulai perdebatan dan tangannya yang berada di bawah meja mencoba meraih paha sang pria untuk memberi kode agar tak menyelanya. " Biarkan aku yang menjawab".


" See ?", ucap Mommy Karen karena tidak suka pembicaraan dipotong oleh putranya.


" Kedua orang tua ku sudah meninggal sejak ku kecil , hidup ku di urusi oleh bibi seseorang adik dari daddy ku. saat ini ia tinggal di desa N bersama sahabat nya. dan saat lulus kuliah ku pindah ke desa N dan kembali lagi ke Kota A untuk mencari kerjaan disana. saya dari keluarga biasa saja bukan dari kalangan pengusaha. sejak mengenyam pendidikan pun itu dari hasil beasiswa sampai kuliah " Jelas Zea kepada ke dua orang tuanya. ia tidak ingin ada di tutup tutupi.


" Turut berduka cita atas meninggalnya kedua orang tua mu " , lirih Mommy Karen lalu ia mengelus permukaan tangan Zea dengan lembut seperti memberi transfer kekuatan selama menjalankan hidup nya yang berat.


" Boleh aku melanjutkan mengajukan pertanyaan lagi "? tanya Mommy Karen


" Boleh " , Jawab Zea


" Sejak kapan kau mengenal putraku ?," Tanya Mommy Karen merasa penasaran hal ini.


" Kami sudah lama kenal saat kuliah dulu. kami satu universitas hanya beda angkatan saja ", Jawab Zea


" Kau sudah lama mengenal putraku saat kuliah dulu ? lalu kenapa baru saat ini putra ku membawa mu ke hadapan kita berdua", Daddy Xaverius yang tadi nya ingin membiarkan sang istri terus mengulik tentang Zea pun akhirnya memilih bereaksi.


" Kami sudah berpacaran sebelum saat kuliah dulu dan sempat terpisah saat ku pindah kembali ke negara B ", Arsen menoleh ke arah Zea sambil tersenyum dan mengengam tangannya dengan erat . " sebenarnya ku bisa memperkenalkan Zea kepada kalian tetapi saat itu ku tidak bisa membawa Zea karena belum saat nya ,Dad. kami masih fokus belajar dan ku tidak ingin menganggu pikiran Zea saat kuliah dulu " , Ujarnya.


*************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all