Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
80



Dua hari kemudian .


Saat ini Zea akan tinggal di mansion Xaverius , Dia sedang mengepak pakaian yang akan di bawanya. selama dua hari kebelakang. ia di buat Arsen seharian di dalam apartemennya . kebetulan Zea sedang libur bekerja sehingga Arsen memanfaatkan momentum itu. sebelum kekasihnya akan tinggal di Mansion kedua orangtuanya tanpa bertemu selama sebulan full.


"Kau sudah siap , honey ?", Tanya Arsen sambil membawa sebuah koper


Zea hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Mereka pun berjalan menuju mobil mewah Buggati Chiron biru pekat. Arsen melaju kendaraan nya sebelum ia Menuju mansion kedua orang nya. Zea meminta untuk mampir sebentar untuk ke toko bunga ia ingin memberikan sebuket bunga untuk Mommy Karen.



setelah Zea membelikan bunga ia pun kembali masuk kedalam mobil. Arsen melanjutkan perjalanan nya menuju Mansion kedua orangtuanya.


..............


Mansion keluarga Xaverius


Mansion mewah bergaya klasik Eropa dan pilar pilar yang besar , dan di kelilingi oleh hamparan rumput yang hijau dan halaman yang luas menambah kesan mewah pada mansion Xaverius.


Terlihat dari kejauhan sebuah mobil mewah berwarna biru tua memasuki halaman mansion dan sebuah mobil tersebut langsung masuk dan berhenti tepat di depan pintu masuk mansion.


Dari sebuah mobil mewah itu turun satu pria dan satu wanita dengan membawakan sebuket bunga yang ia beli tadi.


Secara bersamaan mereka berdua langsung masuk kedalam mansion mewah tersebut. dan tak lupa tangan Arsen selalu mengemgam tangan Zea dengan erat . didalamnya sudah menunggu Daddy Xaverius dan Mommy Karen di ruang tengah.


" Mom ", Seru Arsen berjalan ke arah Mommy Karen dan memeluknya lalu di susul oleh Zea di belakang nya.


" Ku kira kau lupa akan janjimu ,Arsen ", Ucap Daddy Xaverius dan Arsen menghampiri daddynya lalu memeluknya.


" Ku tidak ingkar janji, dad. apalagi mengenai wanita ku ", Ucap Arsen


" Halo Aunty.. tadi ku mampir sebentar ke toko bunga semoga aunty suka ", Ucap Zea sambil memberikan bunga kepada Mommy Karen.


" Terimakasih, Zea ", Ucap Mommy Karen


" Duduk lah ", Pintanya Mommy Karen


" Kau tidak perlu sungkan tinggal di mansion ini. lakukan apapun biasa kamu lakukan keseharian mu dan mulai besok kau dan Arsen tidak boleh bertemu ", perintah nya Mommy Karen


" Mom ,bisakah untuk syarat itu di hilangkan saja. aku pasti akan sangat rindu berat dengan kekasih ku ini ", Arsen merengek sambil memeluk pinggang wanita nya.


" Baiklah, mom akan kurangin menjadi dua Minggu saja", Tawarnya Mommy Karen


" Mom, itu masih terlalu lama bagi ku ", Arsen masih tidak terima syarat itu .


" Mom, itu tidak lucu. tega sekali memisahkan wanita ku begitu lama ", Lirih Arsen


" Dua Minggu atau tidak sama sekali ", Ancamannya Mommy Karen membuat Arsen tidak bisa menentang perintah Mommy nya .


" Oke.. ok.. mom ", ucap Arsen mengangkat kedua tangan nya pasrah. " pastikan jaga baik-baik wanita ku ini , mom ", pintanya


" Ck , kau ini benar-benar di mabuk cinta ", Kata Mommy Karen.


" Bi Risma..", Teriak Mommy Karen memanggil seseorang pelayan.


" Ia Nyonya ",


" Tolong anterkan wanita ini ke kamar lantai dua yang berada di ujung sana ", Perintah nya


" Bain Nyonya", jawab Bi Risma "Mari Non ", Ajak Bi Risma sambil membawa koper. Zea pun mengikuti dari belakang Menuju ke kamar nya.


" Kau mau ke mana ?", Tanya Daddy Xaverius


" Tentu saja ke kamar wanita ku ,Dad ", Jawab Arsen ingin ikut mengantar Zea kekamarnya.


" Kau tidak dengar. ucapan Mommy mengenai kamu tidak boleh bertemu dengan Zea ", Kata Daddy Xaverius


" Peraturan itu di mulai besok dad. jadi untuk salam perpisahan ku harus menemani Zea ", Ucap Arsen santai dan berjalan ke arah anak tangga.


" Peraturan sudah di mulai ketika kau dan Zea menginjakan kaki disini ", kata Mommy Karen.


" What !!! kau tidak bercanda kan mom ?" Arsen kembali menghampiri Mommy Karen


Mommy Karen hanya menganggukkan kepala lalu pergi meninggalkan putranya dan suaminya di sana.


"Lebih baik kau ikut dengan ku keruangan kerja daripada kau merengek terus seperti anak kecil ", Ajaknya Daddy Xaverius


" Oh God ... penderitaan ku akan di mulai hari ini " , kelakar Arsen


Daddy Xaverius hanya tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya lalu ia pergi menuju ruangan kerjanya diikuti Arsen.


************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all