
Seminggu kemudian.
Zea masih di sibukkan dengan proyek pembangunan Green disebuah desa.
Zea melihat pemandangan di perjalanan menuju proyek pembangunan itu. jarak Antara villa dan pembangunan cukup dekat hanya butuh waktu lima belas menit menuju kesana. Zea berhenti sebentar. Zea turun dari mobilnya.
Zea menghirup dalam dalam udara segar disana. penampilan nya seperti anak muda memakai jaket kebesaran serta celana jeans ribet di lutut nya dan mengunakan sepatu kets berwarna putih.
Zea kembali ke mobil nya dan melanjutkan perjalanan nya. Zea sangat menikmati pekerjaan nya ini bekerja sambil berlibur itu sangat menyenangkan.
Akhirnya Zea tiba di sebuah pembangunan Green. Sebuah hotel letak di pinggir bibir pantai.
" Halo Nona Zea, kau sudah tiba rupanya. ". Kata Gion.
Gion merupakan seorang mandor dalam pembangunan ini.
" Bagaimana apa semua sudah selesai ?" Tanya Zea
" Semua sudah hampir rampung nona, hanya ada beberapa sedikit perbaikan di halaman belakangan." Kata Gion dan menemani Zea mengelilingi tempat itu.
" Bagus kalau begitu. hari ini aku akan kembali ke kota. Minggu depan Mr. Hans akan kembali bersama tuan Alex . jadi pastikan semua selesai pada tepat waktunya. " Ujarnya Zea
" Baik Nona,," Kata Gion
Setelah ia memastikan proyek pembangunan tersebut lalu dia kembali ke villa dan mengendarai mobilnya dengan santai karena dia ingin menikmati perjalanan nya. sebelum kembali ke kota .
Sesampainya di villa, Zea langsung masuk ke kamarnya membereskan pakaian nya.
Drrzzzt
Drzzzt
Drrzzzt
Benda pipih hitam itu terus berdering. ia tau siapa yang menghubunginya. Sejak kemarin pria itu selalu menghubungi nya tetapi Zea tidak menanggapi nya.
Sedangkan tidak hal nya dengan Arsen ia beberapa hari selalu di buat gelisah. karena wanita yang di cintai. tidak memberikan kabar semenjak semenjak seminggu yang lalu.
Arsen sempat datang ke perusahaan Zea Bekerja. Tetapi ia tidak menemukan nya.
" Dimana kau, Zea ? " Gumamnya Arsen
Setelah beberapa hari lalu Selly pun kembali ke negara nya. Arsen jarang menemuinya hanya sesekali untuk urusan kerja . setelah itu ia akan sibuk meeting beberapa klien di luar kota.
Selly merasa di abaikan akhirnya ia kembali ke negara nya.
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
Zea sudah tiba di apartemen nya. perjalanan cukup lama. ia harus mengendarai mobilnya selama empat jam membuat nya lelah .
Zea kemudian berjalan ke kamar mandi dan berendam di bathtub agar tubuh segar.
Zea pun turun menuju dapur untuk membuat makanan.
Teeettttt...
Teetttttt...
Zea kemudian melihat siapa yang datang mengunjungi nya dari layar persegi dekat pintu. Zea terdiam lalu ia kembali ke dapur untuk melanjutkan masaknya.
Bel nya berbunyi lagi lalu Zea mematikan kompor nya baru membuka pintunya.
" Akhirnya kau membuka pintu nya. " Arsen kemudian masuk tanpa permisi. Zea melihat itu hanya mengikuti dari belakang.
" Ku sedang tidak menerima tamu malam ini, Tuan, lebih baik tuan pulang saja." Zea sudah mulai kesal.
Arsen melihat kearah dapur Zea sedang memasak mie instan.
"Kau sedang memasak mie instan rupanya. kebetulan ku belum makan malam . " Arsen menuju dapur dan mengambil sebuah mangkuk lalu menaruh mie instan kedalam mangkuk itu. ia pun mulai memakan mie instan itu. " Kau tidak ikut makan ? " Tanya nya sambil mengunyah mie instan itu.
" Ku sudah kenyang. " Jawab Zea singkat lalu menuju ke sofa dan menyalakan televisi .
" Baiklah akan ku habiskan mie instan ini. " lalu ia membawa mangkuk itu dan duduk di samping Zea.
Zea hanya menoleh sebentar lalu ia fokus menonton acara di televisi.
Setelah menyantap mie instan itu hanya hitungan beberapa hitungan detik. ia kembali ke dapur untuk mengambil sebuah minum.
" Kau hanya tinggal sendiri disini ?," Tanya Arsen sambil menuangkan air minum kedalam wadah gelas .
" Bila sudah selesai makan. silahkan anda pulang . karena anda telah menganggu waktu istirahat saya. " Kata Zea
" Kau mengusir ku ". Setelah meneguk segelas air mineral. " kau masih berhutang kepada ku. " Kata Arsen dengan senyum manisnya
Zea menoleh ke arah Arsen dan mengerutkan dahinya.
" Kau lupa hal itu, Ahh ku sudah menebak nya. pasti kau hanya pura-pura lupa karena ingin menghindari ku bukan ? " Arsen pun menghampiri Zea dan duduk kembali di samping nya.
" Kau berhutang pada ku untuk menemani ku selama seminggu penuh. " Arsen menatap tajam kearah Zea.
Zea merasa terganggu oleh tatapan Arsen ia fokus kembali melihat layar besar di hadapan saat ini.
" Besok pagi ku akan menjemput mu, bersiap siaplah. " Arsen pun beranjak dari duduknya dan mengelus rambut Zea. lalu ia menuju pintu keluar dan meninggalkan Zea sendiri sana.
***********************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u all