Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
27



Zea tidak menyangka sebuah penolakan akan berujung panjang dan berimbas pada semua perusahaan nya kali ini. ia hanya menghembuskan nafas nya dengan kasar.


" Arsen !!! Kau ingin menguji ku. " Batin Zea. ia ingin sekali berteriak kencang tapi sayang saat ini ia sedang berada di ruangan pria setengah baya dan bila mendengar teriakannya akan membuat jantungan seketika.


" Sebaiknya kau segera menemui tuan Arsen. bagaimana pun caranya kau harus menarik daftar blacklist itu. " Perintahnya


" Baik ,tuan. saya permisi." Zea segera meninggalkan ruangan itu .


Zea segera menuju perusahaan Xave group dengan mobilnya ia melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai gedung Xave group. jarak kantor nya ke Xave Group hanya dua puluh menit .



Zea sampai di depan lobby ia meminta untuk bertemu dengan Arsen.


" Permisi, Tuan. Nona Zea ingin bertemu dengan anda." Kata Seorang Sekretaris


"Sedang dimana wanita itu ? . " Tanya Arsen


" Nona Zea , sedang menunggu di ruang tunggu tuan. " Jawab seorang sekretaris


Arsen pun keluar dari ruangan nya dan menuju lift saat pintu lift terbuka ia melihat seorang wanita menunggu di sana dengan membawa beberapa dokumen di tangan nya.


"Zea, ikut aku sekarang. "Perintah Arsen


Zea berjalan menuju lift. tetapi Arsen berjalan berlawanan dengannya ia menuju arah pintu keluar. Zea melihat itu segera berjalan menghampiri nya.


"Sebenernya ia ingin ajak aku kemana ? ".gumamnya


Arsen menuju sebuah mobil mewah Buggati Chiron hitam lalu ia menekan tombol pada kunci mobil. ia membuka pintu untuk Zea. Zea melihat Arsen membuka kan pintu untuknya ia segera masuk kedalam mobil dan Arsen pun menyusul nya di kursi pengemudi. Arsen menjalankan mobilnya .


" Kita mau kemana , Arsen? " Tanya Zea.


" Makan" Jawab Arsen singkat.


Tak berselang lama mereka tiba di sebuah restoran dimana restoran itu merupakan tempat kencan pertama dengannya.


" Turun lah, kita akan makan di tempat ini. " Kata Arsen lalu mengintari mobil nya dan membuka kan pintu untuk Zea.


" Terimakasih " kata zea, Arsen dengan wajah datarnya.


Mereka masuk ke restoran itu. dan duduk sebuah kursi yang sudah disiapkan. tak berselang lama seorang pelayan membawa sebuah nampan berisi makanan dan menaruhkan di atas meja.


" Makanan ini , makanan yang pertama kali saat kencan di tempat ini. kenapa ia masih ingat semuanya. "


"Arsen, kau tiba-tiba mengajakku ketempat ini sebenarnya apa mau mu? " Zea sedari tadi di dalam otaknya timbul beberapa pertanyaan. dan ia akhirnya menanyakan soal ini kepada Arsen.


" Makanlah ,"


" T-Tapi Arsen..."


" Bukan kah kau ingin bertemu ku ingin bernegosiasi dengan ku ? " Tanya Arsen masih sibuk memotong daging di makanan nya.


Zea menghela nafas pelan " Arsen, Aku tau perusahaan Xave Group tidak akan bekerja sama dengan Art Arte karena ia perusahaan kecil. " Kata Zea ia mengatur nafasnya agar tidak terbawa emosi . " kau membuat perusahaan Art Arte masuk dalam daftar blacklist. ini akan membuat perusahaan Art Arte menjadi sulit untuk berkembang. jadi ku mohon tarik keputusan itu dan tidak masuk dalam daftar blacklist itu. "


" Tidak semudah itu aku akan menarik dari daftar itu. " Arsen menukarkan makanan nya dengan makanan Zea.


" Ia masih sama seperti dulu. menukar makanannya dengan daging yang sudah di potong oleh nya ."


" Lalu apa yang aku harus lakukan untuk mengeluarkan dari daftar blacklist itu ?. Tanya Zea harus sedikit mengalah dari Arsen.


" Buat aku senang. aku akan mengeluarkan dari daftar blacklist itu. " Arsen sedang menyantap hidangan itu.


**************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all