
"Lima tahun lalu setelah kelulusan nona Zea mengalami kecelakaan dan CEO Art Arte lah yang menolong saat kejadian itu." Ujar Denis
" Kenapa kau tidak memberitahu ku soal ini." Arsen merasa bersalah mengingat saat kelulusan Zea ia tidak bisa menemani nya karena saat itu mommy Karen masuk rumah sakit.
" Maaf tuan , soal itu tuan Xaverius yang melarang untuk tidak memberitahu kepada ,tuan. karena tuan Xaverius tidak ingin menganggu konsentrasi anda dalam menjalankan perusahaan Xave Group. " kata Denis
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜.
Zea fokus dengan kamera milik nya. ia memotret setiap sudut gedung itu. tanpa ia sadari ia menginjak sesuatu di dasar tanah yaitu sebuah lilitan kabel yang menjuntai segala arah.
BRUUKKK
Arsen tepat di belakang melihat Zea tidak sadarkan diri. seger menghampiri nya.
"Zea,,, Zea bangun lah" Arsen sangat panik.
" Tuan Arsen, seperti nya nona Zea terkena arus pendek." Kata seorang sekretaris.
Arsen segera membawa nya dan menuju mobilnya.
" Ke apartemen ku sekarang. " Perintah nya
Tak berselang lama ia sudah tiba di apartemennya. lalu ia menaikkan lift dan tiba di depan apartemen nya.
Arsen merebahkan Zea diatas kasur milik nya. ia segera menghubungi dokter pribadinya untuk segera datang ke apartemen.
Tiga puluh menit kemudian dokter pribadi nya telah tiba . dan segera memeriksa keadaan Zea.
" Kau lama sekali " Arsen sedikit kesal
"Ck, aku kan sedang menangani pasien di rumah sakit . mana mungkin aku tiba-tiba meninggalkan nya. " Dokter Erik masuk kedalam kamar Arsen. Erik merupakan Dokter pribadi Arsen. masih ada hubungan saudara dengan Xaverius. dari kakek, dari istri kakek adik nya. ia begitu lah ada sedikit hubungan nya dengan keluarga besar Xaverius walaupun sedikit.
" kau tinggal suruh orang lain saja untuk menggantikan mu praktek. " Arsen dengan mudahnya mengatakan seperti itu.
" Kau fokus saja memeriksa nya. jangan menganggu wanita ku. " kata Arsen sambil melihat Dokter Erik mulai memeriksa keadaan Zea. " Bagaimana keadaan nya ?" Tanya Arsen
" ia tidak apa-apa. Hanya shock saja. " jelasnya dokter Erik.
Arsen mendengar Zea baik-baik saja ia merebahkan lega ." Baiklah, nanti akan ku transfer ke rekening mu . pergilah"
"Ck , kau sudah menganggu waktu praktek ku ,sekarang kau usir aku. " Dokter Fahri itu pun meninggalkan mereka. dan kembali praktek di rumah Sakit nya.
Arsen pun duduk tepat di pinggir tempat tidur. ia menundukkan kepalanya. melihat wajah cantik yang ia rindukan selama ini.
" Maafkan aku untuk lima tahun lalu. aku akan menembus nya dengan waktuku. tetap lah berada disisi ku ,Zea." Arsen mendekatkan wajahnya lalu mencium kening nya cukup lama dengan penuh rasa cinta .
Arsen pun kembali ke ruang kerjanya. karena ia akan ada meeting dengan klien nya.
Setelah Arsen menyelesaikan pekerjaan nya ia kembali ke kamar melihat keadaan Zea . Zea masih tidur dengan pulas.
" Kenapa kau tidak bangun-bangun ,zea. kau seperti sedang hibernasi saja. "gumamnya lalu Arsen pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
setelah Arsen membersihkan diri , ia kembali kekamar dengan memakai kaos hitam polos dan boxer yang pendek.
Zea masih berbaring di tempat tidur. Arsen kemudian mendekat, lalu menatap wajah cantik wanita itu. ia duduk di bibir tempat tidur. Arsen pun menyelinap masuk kedalam selimut yang sama. ia memiringkan posisi sehingga saat ini mereka berhadapan. seakan tidak ada puasnya memandangi wajah Zea. ia membelai wajah wanita itu dan mengecup kening wanita itu dengan sangat hati-hati. "Aku sangat merindukanmu,"gumamnya pelan.
*************************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u all