
" Zea, kau di panggil sama Mr. Hans keruangan nya. " Angel baru keluar dari ruangan Mr. Hans.
Zea pun beranjak dari duduknya menuju ruangan Kepala Divisi Desain .
" Permisi Mr. Hans,, Apa kau tadi memanggil ku ?" Tanya Zea saat ia masuk keruangan itu.
"Duduklah dulu. " Perintah Mr. Hans, Zea segera duduk di kursi. "Art Arte mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tender besar dengan Group Xave. ini pertama kalinya kita diberi kesempatan dari Group Xave. saya merekomendasikan mu untuk menjelaskan semua profil Art Arte kepada Group Xave . semoga saja kau bisa membawa kami untuk bekerja sama dengan Mereka. aku percaya dengan kemampuan mu, Zea. " Ujar nya.
" Apa aku pantas untuk mewakili mu , Tuan ? " tanya Zea sedikit ragu atas kemampuan nya.
" Saya percaya kamu bisa, Zea. saya melihat kamu memiliki potensi hal itu. hari ini saya akan terbang ke negara B karena ada hal yang saya kerjakan disana. " Kata Mr. Hans
" Baik, saya akan lakukan semampu saya. semoga hasilnya tidak mengecewakan. " Zea Beranjak dari duduknya lalu ia keluar dari ruangan itu.
Saat ia keluar darin ruangan kepala divisi desain. sudah banyak mata tertuju pada nya.
" Kenapa kalian melihat ku seperti itu ? " Tanya Zea heran Melihat rekan kerjanya mata tertuju kepada diri nya.
" Kau pasti bisa, Zea. " Mitha sambil mengepalkan kedua tangannya memberi semangat kepada Zea.
" Kita pasti akan mendukung mu. " Kata Vito balasnya.
" Tenangkan dirimu, ini hal pertama buatmu kan. kita semua sudah mencoba nya. semoga kau mendapatkan keberuntungan." Kata Angel.
" Terimakasih semua untuk dukungannya. " Zea tersenyum tipis ia merasa senang di beri kesempatan dan merasa ragu untuk menjalankan project lalu ia kembali ke meja kerjanya.
Sebuah mobil mewah Buggati Chiron berhenti tepat di gedung Art Arte.
Arsen turun dari mobilnya. kali ini ia tidak di temani oleh asisten nya. karena Denis sedang mengurusi perusahaan yang berada di Negara N.
Ketika Arsen masuk ke lobby. semua mata tertuju pada nya.
" Tuan Arsen ? Anda seharusnya tinggal telepon kami saja jika ada hal yang ingin di sampaikan ." Kata Alex .
Alex merupakan Wakil CEO Art Arte.
" Tidak.. aku ingin datang langsung untuk Melihat betapa serius perusahaan ini untuk melakukan pembangunan Moon untuk perusahaan ku Disini." Arsen melepaskan kacamata hitamnya.
" Tidak, Denis sedang mengurus perusahaan ku di Negara N." Kata Denis.
Mereka sudah sampai di ruangan Alex.
Alex mengubungi karyawan nya untuk menyiapkan semua persiapan untuk presentasi dengan Xave Group.
" Selamat Pagi ," Kata Zea.
" Pagi, Zea kenalkan ini Tuan Arsen dan ini Zea karyawan kami yang akan mengurusi pembangunan untuk Moon nanti ,tuan." Alex memperkenalkan mereka berdua.
Zea hanya tersenyum tipis. ia tidak tau kalau
kalau untuk tender ia hadapin merupakan mantan kekasih nya yaitu Arsen .
"Hmm,, silakan dimulai untuk presentasi nya. saya tidak banyak waktu untuk itu". Kata Arsen sambil memainkan pulpen ditangannya.
"Apa dia marah dengan ku soal kemarin. sikapnya begitu berbeda . "Batin Zea
Zea memulai presentasi dengan baik dan dijelaskan secara detail. ia sudah sudah menyiapkan itu semua .
Zea sangat fokus bila sedang bekerja hingga ia tidak menyadari bahwa Arsen terus memandangi nya.
Zea sangat profesional dalam bekerja tidak membawa urusan pribadi dalam bekerja.
Cukup lama Zea melakukan meeting dengan mereka . waktu sudah menunjukkan makan siang.
*************************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u all