Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
119



Satu tahun kemudian, Ezra nampak berjalan di atas rumput dengan memainkan mobil-mobil an di tangan nya. saat ini Zea dan Arsen sedang berada di taman belakang di mansion nya .


Mereka sedang menemani Ezra bermain di taman yang luas itu. Arsen dan Zea duduk di sebuah kursi besi pajang sedang Ezra masih sibuk bermain di taman dengan beberapa mainan di tangan nya.


" Besok , hari pertunangan Bella dan Brian. apakah kau sudah membelikan mereka hadiah nanti , honey? " Tanya Zea masih mengawasi putranya.


" Kurasa mereka tidak butuh hadiah dari kita. mereka semua sudah memiliki segalanya. kita hanya perlu hadir ke acara nya itu ", Ujarnya Arsen.


Nanti pasti acaranya sangat luas biasa dan banyak meliputi nya . Bella yang seorang model terkenal dan Brian merupakan sosok pria muda sukses dengan usaha nya.


" Kau terpesona dengannya? " Tanya Arsen lalu ia segera meralatnya .


"tidak ..tidak ..aku lebih mempesona dibandingkan sepupuku itu ", ucap Arsen .


" Kau merupakan belahan jiwa ku , " ucap Zea yang tiba-tiba menonggol kan wajahnya dan mengelus lembut pipi arsen.


" Seperti nya Ezra butuh teman bermain ", Arsen tersenyum smirk.


" Aku tau apa maksud di dalam pikiran mu , honey ", Jawab Zea


" Kita sudah lama tidak bercintaa , Ezra selalu memonopoli dirimu", ucap Arsen masih melihat ke arah anak tampan kesayangan.


" Ku pasti akan merindukan masa-masa ini ,honey. dimana nanti Ezra tidak mau ku peluk dan ku cium seperti saat ini ", Ucap Zea beranjak dari duduk nya lalu menghampiri putra kesayangannya.


" Sayanggg.. bermain sudah cukup . besok kita lanjutkan lagi ..ok ", Teriak Zea lalu menghampiri Ezra yang terus berlari.


Ezra pun berhenti lalu menghampiri mommy nya dan memeluknya.


Arsen pun beranjak dari duduknya lalu menghampiri istri dan anaknya .


Ezra berlari ke arah Daddy dan segera di sambut oleh Arsen dan mengangkat tubuhnya keatas.


Ezra sangat senang dengan hal itu.


Mereka pun kembali kedalam mansion nya.


seperti biasa Zea akan menyiapkan makan siangnya sendiri tanpa bantuan pelayan. karena ia merasa senang peran sebagai ibu rumah tangga saat ini. Ezra selalu menyukai masakan Zea.


Arsen melihat istri yang asik di dapur itu pun berniat untuk membantunya.


" Apa kau membutuhkan bantuan ku , honey? ", Tanyanya Arsen sambil berjalan kearahnya


" Tidak perlu sayang, kau hanya menghabiskan makanan yang ku buat nanti", Zea sedang mencuci beberapa bahan makanan.


Arsen menarik sebuah kursi dan duduk di depan meja Murmer yang besar serta memperhatikan istri tercinta nya sedang melakukan memasak di dapur.


" Apa kau tidak merasa bosan , honey? dengan kegiatan setiap hari ini ? " Tanya nya kembali Arsen masih setia memperhatikan setiap apa yang di lakukan Zea di dapur.


Zea menoleh ke arah Arsen tersenyum lalu ia fokus kembali memotong buah apel di tangannya.


" Tidak , sayang. Ku tidak pernah bosan selalu di mansion menemani Ezra setiap hari ini nya. karena itu moment di mana nantinya tidak akan bisa terulang kembali. setiap perkembangan yang ada di Ezra ku ingin menyaksikan sendiri dan ku ingin mengajarkan semua yang belum di ketahui oleh Ezra. " Ucap Zea setelah memotong beberapa buah di sebuah wadah cukup besar lalu ia bawakan ke meja dekat Arsen saat ini berada.


" Aku bersyukur memiliki istri dirimu, honey", Arsen beranjak dari duduknya lalu memeluk Zea dengan erat.


" Terima kau sudah hadir di dalam hidup ku, sayang " Ucap Zea mengadakan kepalanya kearah Arsen dan mengecup bibirnya.


" I love you , so much honey . kita akan menua bersama dengan bahagia ", Lirih Arsen melihat sang belahan jiwa dan mencium bibirnya bertubi tubi.


" I love you, too baby ", balas Zea dan Arsen mencium bibir Zea dengan lembut .


" Seperti nya kita harus akan melanjutkan yang lebih di atas ranjang , honey ", Setelah lepasnya ciuman mereka.


" Kau benar, sayang. karena sebentar lagi akan ada mommy dan Daddy yang akan membawa Ezra berlibur di negara nya ", Ucap Zea melepaskan pelukan Arsen karena suara Bell pintu berbunyi lalu ia segera menghampiri nya.


THE END ....


Terimakasih untuk semua nya sudah menyempatkan untuk membawa karya ku yang masih amatir ini.


Maaf bila ada yang tidak sesuai dengan ekspektasi kalian. dan maaf karena ku jarang update karena ada kesibukan yang lain yang harus di kerjakan.


di tunggu saja akan kah ada cerita kelanjutan atau ada cerita lain dari tokoh yang lain .


Terimakasih sekali yang sudah setia membaca karya ku. ku doakan semua selalu diberikan kesehatan selalu amin.