Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
117



Saat ini Arsen sedang di ruang kerja di mansionnya. ia mengambil cuti untuk menemani Zea yang akan sebentar lagi akan melahirkan.


tiba-tiba saja Zea datang ke ruangan itu dengan sambil mengelus perutnya yang sudah besar.


" Honey .. seperti nya aku akan melahirkan" Kata Zea menghampirinya Arsen yang sedang duduk ruang kerjanya.


Arsen langsung menoleh ke arah Zea dan beranjak dari duduknya menghampiri Zea. ia begitu panik melihat Zea akan melahirkan tetapi Zea nampak biasanya saja.


" Ayo kita kerumah sakit sekarang", Kata Arsen sembari memegang perut Zea yang mengeras.


" Apakah sakit ?", Tanya Arsen


" Sedikit ", Jawab Zea.


Arsen segera menuntun Zea berjalan keluar pintu.


" Sejak kapan sakit nya ?", tanya Arsen sudah mempelajari tahap tahap proses melahirkan.


" Tadi pagi ", jawab Zea mengatur nafasnya


" What ?? kenapa tidak memberitahu ku baby ", kata Zea sedikit panik


" Karena masih belum terasa sakit ", jawab Zea tenang


" Dan sekarang sangat sakit ? tadi kau bilang hanya sedikit. ya Tuhan , baby kau membuat ku benar benar membuat ku panik sekarang ", kata Arsen


" Oh Arsen, please. diamlah , aku harus tenang ", ucap Zea menutup mulut Arsen dengan tangannya.


Para pelayan menghampiri majikannya segera membukakan pintu dan memanggil supir untuk menyiapkan mobilnya di depan.


" Pelan pelan, Arsen. apa kau mau aku jatuh ?", kata Zea merasa kesal karena Arsen sedikit memaksa agar cepat berjalan sampai mobil .


" Sorry .. honey aku hanya panik ", Ucap Arsen begitu panik ketika Zea merintih kesakitan. sebenarnya beberapa bulan lalu ia sudah melakukan pelatihan untuk persiapan lahir nanti. entah kenapa semua tidak sesuai dengan rencana nya. ia pun segera mengendong tubuh sang istri dan membawa masuk kedalam mobil.


" Seperti nya aku ingin melahirkan di dalam mobil ", kata Zea yang membuat Arsen semakin khawatir.


" Oh my.. tahan sebentar lagi honey ", kata Arsen sedikit berteriak.


" aku merasa kepala bayinya sudah akan keluar ", jawab zea masih mengatur nafasnya.


" Tahan honey.. jarak kerumah sakit hanya sebentar saja.. tahan, oke ?" , kata Arsen memegang tangan Zea.


" Bagaimana jika aku melahirkan di dalam mobil aku benar benar aku tidak bisa menahannya lagi, honey ", kata Zea


" Rumah sakitnya sudah terlihat , tuan. sebentar lagi sampai. Tahan , nyonya ", kaya supir itu pun ikut panik karena teriakan Arsen


" Arsen ...ohh aku benar-benar tidak tahan lagi ", Zea mengejan dengan reflek.


" Honey, noo..Tahan dan masukan dulu bayinya. sebentar lagi kita sampai. jangan keluar dulu ,oke ?", Kata Arsen berbicara asal karena begitu paniknya.


" Apa kau gila?", Zea memukul tangan Arsen karena kesal dengan ucapannya


tangan Arsen masih setia mengelus perut sang istri dan tangan satunya mengelus punggung belakang nya.


" Kita sudah sampai . oh,, akhirnya ", kata Arsen dan cepat buka pintunya lalu berteriak kepada petugas medis disana agar segera membawa istrinya kedalam rumah sakit.


Lalu Zea langsung di bawa ke dalam ruangan bersalin karena kepala bayinya sudah akan keluar. Arsen dan petugas medis berlari mendorong strecher menuju ruang bersalin.


Ruang bersalin para perawat dan dokter yang telah menyambut nya datang karena salah satu pelayan dirumah telah menghubungi dokter kandungan zea berhubungan Dokter kandungan itu sedang praktek hari ini sehingga ia hanya menunggu kedatangan Zea saat datang kerumah sakit itu.


baru beberapa menit diruang bersalin, Zea akhirnya melahirkan dengan lancar.


Suara tangis bayi terdengar nyaring memenuhi ruangan bersalin. Zea menangis dengan momentum ini.


Arsen merasa lega dan terharu karena ia menyaksikan secara langsung proses melahirkan sang istri.


Arsen mengusap wajahnya dan mencium kening Zea yang berkeringat.


" Thanks you, baby..thank you.. i love you so much ", kata Arsen mencium seluruh wajah Zea .


Zea hanya tersenyum karena ia kelelahan setelah melewati masa proses melahirkan nya.


Tak berapa lama, bayi mereka di letakkan di dada Zea yang terbuka untuk merasakan asi pertamanya.


Arsen mengusap air mata Zea dengan tisu lalu mencium puncak kepala zea dan membelai punggung anak pertama nya dengan lembut .


******************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u