
Saat ini Zea dan Arsen Baru saja menuju sebuah restoran tidak jauh letaknya dengan apartemen Zea. sebelum Arsen mengantarkan Zea kembali ke apartemen ia ingin makan malam bersama.
" Bagaimana pekerjaan mu , honey ? ", Tanya Arsen sedang memotong sebuah steak daging
" Semua berjalan lancar sesuai rencana ku ", Jawab Zea masih mengunyah makanan .
" Mommy meminta mu untuk tinggal bersama dengan selama sebulan penuh, apa kau keberatan, honey ?", Tanya Arsen ragu melihat ekspresi wanita nya saat ini.
" Hmm , aku tidak masalah dengan hal itu. kapan ku akan tinggal bersama orang tua mu ?", Tanya Zea santai
" Kau tidak keberatan permintaan Mommy ku ?," Tanya Arsen mengerutkan dahinya. ia tidak percaya Zea bersikap biasa saja dan tidak ada penolakan sekalipun
" Tidak.. ini semua permintaan Mommy mu. tentu saja ku tidak bisa menolaknya ", Jelas Zea selama semalaman ia sudah memikirkan mengenai hubungan ia dan Arsen akan berakhir sebuah pernikahan tentu saja ia harus memenuhi kemauan kedua orang tuanya tanpa terkecuali.
" Aku beruntung mendapatkan kekasih seperti mu , honey ", Ucap Arsen mengelus punggung tangan wanita nya dengan lembut
" Mengenai persyaratan yang di ajukan oleh orang tua mu. aku tidak masalah dengan hal itu. tetapi saja aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan ku terlebih dahulu. kau tidak masalah dengan itu , Arsen ? ", Kata Zea
" Kau yakin , honey ? kau sudah memikirkan semua hal itu ? aku tidak akan melarang semua keinginan mu honey. kau bebas melakukan apa pun yang kau mau", Ujarnya Arsen
" Tidak... selama semalaman aku sudah merenungkan semua ini. permintaan orang tua mu tidak ada salahnya nya ku menerima nya dan itu semua buat kebaikan kita ", ucap Zea sambil mengelus lembut pipi kekasih nya.
" Baiklah.. semua keputusan mu aku selalu mendukung mu , honey", Arsen segera menarik tangan Zea ke arah pipinya dan menciumnya berkali kali. Arsen saat ini benar-benar bahagia karena sebentar lagi ia akan mengikat Zea untuk selamanya.
Mereka pun makan malam bersama dengan santai dan berbicara cukup lama. Arsen ingin memanfaatkan waktu bersama nya dengan wanita nya. karena sebentar lagi ia akan terpisah selama sebulan karena ulah seorang wanita yang telah melahirkan nya itu.
setelah mereka makan malam di sebuah restoran. mereka pun kembali ke apartemen Zea. sebenarnya Arsen ingin mengajak nya menginap di mansion nya sendiri. tetapi saat ini Zea merasa lelah dan ingin tidur lebih awal.
Tak berapa lama Zea sudah keluar dengan mengunakan pakaian piyama pendek di atas lutut dengan atasan terbuka hanya seuntai tali. Arsen masih sibuk menelepon seseorang di seberang sana.
Zea merebahkan dirinya di atas kasur lalu mengambil ponselnya di nakas. ia memeriksa dan membalas beberapa pesan yang masuk di ponselnya.
Lima belas menit sudah Zea masih sibuk dengan ponselnya Arsen pun menutup sambungan ponselnya nya.
Arsen melihat ke arah Zea lalu ia membuka bajunya kemudian naik ke atas kasur dan memeluk Zea dari samping .
" Kau belum membersihkan dirimu Arsen, " Zea melepaskan pelukan Arsen dan kini ia membalikkan dirinya menjadi berhadapan dengan Arsen
" Aku sangat merindukanmu, honey ", Ucap Arsen kepalanya sudah berada antara dua buah kesukaannya. " Bagaimana kita mulai menyicil menanam bibit unggul ku disini ", Arsen mengusap lembut perut wanita nya.
" Sebaiknya kau bersihkan dirimu ,sayang. nanti kita lanjutkan lagi", Pinta Zea mendorong sedikit agar pria itu beranjak dari tidurnya .
" Hmm, baiklah. tunggu aku sebentar", Ucap Arsen segera bangkit dari tempat tidurnya lalu ia Menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
************************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u all