Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
25



Perusahaan Art Arte


Disebuah ruangan wakil CEO nampak seorang pria baya duduk di kursi kebesaran dan tangannya menopang dagu di atas meja kerja. ia sedang memikirkan bagaimana caranya agar bisa kembali mendapatkan kesempatan dari Xave group.


Alex segera menghubungi sekretaris .


" Cepat suruh Zea datang keruangan saya. " Perintah nya.


" Maaf tuan , Zea sedang tidak ada di kantor sekarang. " Kata Kinan. ia merupakan sekretaris Wakil CEO Art Arte


"Kemana dia ? "tanya Alex


" Zea sedang cuti bekerja, tuan. ia baru akan kembali bekerja lusa." ujar seketaris Kinan


" saya tidak mau tau. Suruh ia datang kekantor secepatnya. kalau tidak, pecat saja dia. " Dengan nada tinggi


Alex mematikan telepon nya.


" Arghh,,, semua jadi kacau". Alex mengumpat kesal


🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍


Drzzzzt


Drzzzzt


Drzzzt


Ponsel milik Zea terus berdering . Zea lupa membawa ponsel miliknya. ia sedang menemani Bibi nya sebuah pasar swalayan yang letaknya tidak jauh dari pemukiman.


"Bibi, apa kah ini sudah semuanya ? " Tanya Zea sedang membawa beberapa kantong belanja sayur di tangan nya.


" Sudah ,sayang. kau tunggu saja di mobil. karena bibi masih akan membeli beberapa bumbu masakan." Jawab Bibi Renata masih asik memilih bumbu masakan itu .


Zea pun pergi meninggalkan bibi Renata dan menuju ke mobilnya. ia menaruh semua belanjaan nya di bagasi belakang.


Tak berselang lama Bibi Renata datang dan membawa beberapa belanjaan nya.


Lalu Bibi Renata masuk kedalam mobil. Zea segera melajukan kan kendaraan nya dengan kecepatan sedang.


" kapan kau akan kembali ,Zea ? ",Tanya Bibi Renata.


" Jaga lah kesehatan mu, sayang. " Bibi Renata mengelus bahu Zea dengan lembut. ia sangat merindukan Zea berada di sampingnya. sebenernya Zea sudah pernah menyuruh nya untuk ikut tinggal bersama nya di kota A. tetapi ia menolak karena ia lebih suka disini bersama sahabat nya .


Tak berselang lama ia tiba di rumah milik Bibi Jane. Zea segera membawa kan belanjaannya dan menuju dapur. setelah itu ia kembali kekamarnya dan membersihkan diri.


Zea mandi dengan cepat lalu ia kembali ke dapur untuk membantu bibi Renata menyiapkan makan malam bersama.


Paman Thomas dan bibi Jane baru saja tiba. lalu mereka makan malam bersama .


setelah makan bersama Zea kembali ke kamarnya. ia ingin tidur lebih awal karena besok ia sudah harus kembali ke kota .


Zea merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang ukuran kecil tapi nyaman untuknya. ia langsung masuk dalam mimpi nya . hari ini begitu melelahkan. seharian ini ia menemani Bibi Renata berkunjung suatu tempat dan berbelanja di pasar .


Keesokkan hari nya.


Zea bangun lebih awal dan menuju kekamar mandi membersihkan dirinya. lalu ia mengambil ponsel di nakas dan melihat layar ponsel ada panggilan masuk tak terjawab sebanyak 12 kali .


" Sekretaris Kinan ? ada apa ia mengubungi ku. bukan kah dia tau aku sedang cuti. kenapa ia menghubungi ku sebanyak ini." Gumamnya


Zea segera menghubungi Kinan .


"Halo Kinan, kau kah itu? ada apa kau menelepon ku?"Tanya Zea


" Maaf Zea, tuan Alex seperti nya marah dengan mu . ia menyuruh mu datang kekantor kemarin . tetapi aku sudah menghubungi mu berkali-kali , tapi kau tidak mengangkat nya ." Ujar sekretaris Kinan


" kemarin aku seharian di luar . ponsel ku tertinggal di kamar. sehingga aku tidak tau kau menghubungi ku, Kinan. " Jawab Zea


"Sebaiknya kau cepat ke sini ,Zea." Kata sekretaris Kinan.


" Aku sedang disebuah desa bibi ku tinggal. mungkin butuh empat jam aku bisa tiba di sana." Ujarnya Zea segera mengambil tas dan mengambil sebuah kunci mobil.


****************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all