Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
07



Keesokan paginya


Setelah mereka menghabiskan waktu malam bersama dengan menonton Netflix hingga larut malam. Lalu Zea tidak lupa mengatur alarm yang ia pasangkan melalui ponselnya agar tidak terlambat datang ke perusahaan itu.



Sebuah kamar yang terbilang kecil untuk di tempati berdua. Ia saat ini Zea dan Bella masih tertidur di kasur empuk milik Bella.


Saat suara Alarm itu berbunyi Zea pun segera mematikan alarm tersebut agar tidak menggangu tidur Bella di sampingnya.


Zea bangun dari tidurnya. ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. karena ia hari ini ada jadwal wawancara di sebuah perusahaan desain di pusat kota.


Saat ini Zea menggunakan blazer berbulu halus dengan panjangnya setengah paha. lalu dipadukan dengan blouse putih polos serta rok sepatan di atas lutut. ia memoleskan wajahnya dengan makeup tipis dengan rambut di gerainya.



Zea akan pergi dengan menaiki taxi. sebenernya Bella menawarkan mobilnya untuk di pakai oleh Zea. tetap ia menolaknya. ia sangat rindu dengan suasana di kota


Perjalanan dari apartemen Bella hingga sampai perusahaan itu butuh waktu 20 menit saja.


Zea sudah tiba di perusahaan itu. lalu ia masuk dan menunggu di lobby . ia akan menunggu giliran.


" Nona Zea silahkan masuk keruangan. " Kata seorang resepsionis.


Zea pun Menuju ruangan itu. ruangan tersebut sudah ada 3 orang yang sudah menunggunya. salah dari mereka adalah direktur perusahaan itu , dan kedua orang itu merupakan manager desain serta asisten nya.


"Selamat datang Nona Zea Anatasia Bastian , " kata Pria baya.


" Silakan duduk Nona," Kata asisten manager


Zea pun duduk berhadapan dengan mereka. ia memegangi kedua tangannya karena grogi.


"Kami sudah menerima desain kau kirim melalui email. bisa kah kau ceritakan semua desain itu ?, " Tanya Manager Desain


Zea pun menjelaskan semua desain secara detail serta ia memberikan alasan kenapa ia memilih desain tersebut.


Setelah ia selesai mempersentasikan desainnya itu selama waktu 30 Menit.


Zea di persilahkan pulang. nanti bila desain sesuai dengan konsep perusahaan mereka. pihak perusahaan akan menghubungi kembali.


Zea tidak langsung pulang kala itu. ia mampir kesebuah restoran yang letaknya berseberangan dengan perusahaan itu.


Karena sejak pagi ia belum sempat mengisi perutnya. ia memesan makanan untuk dirinya.


" Halo Bin", Kata Zea


" Bagaimana kabarmu, sayang ?" Tanya Bibi Renata.


" Aku baik Bi, setelah ku selesai wawancara ku langsung pergi ke restoran. " Jawab Zea


" Bagaimana keadaan bibi dan paman? " Tanya Zea


" Kami baik-baik saja, sayang. kau tidak perlu khawatir kepada kami", ujarnya Bibi Renata


" Dua Minggu bila tidak ada kabar dari perusahaan itu. ku akan segera kembali kesana." Kata Zea


" Baiklah sayang , jaga kesehatan mu. " Kata Bibi Renata.


" Salam kan pesanku keada bibi Jane dan paman Thomas. " kata Zea


" Baik, sayang. " Kata Bibi Renata


" Bye bi, " Kata Zea


" Bye, sayangku. " kata Bibi Renata


Zea pun memutuskan sambungan telepon genggam nya. lalu ia melanjutkan kembali sarapan sekaligus makan siang.


Setelah Zea selesai makan siang. ia berniat untuk mengunjungi toko buku di pusat perbelanjaan kota A. ia ingin mencari referensi untuk desain nya nanti.


Jarak Restoran dengan pusat perbelanjaan itu tidak jauh hanya butuh berjalan kaki saja. sehingga ia tidak perlu menaiki sebuah kendaraan.


Zea berjalan sendiri di tengah keramaian. walaupun ia sudah melupakan Arsen tapi di hati kecil nya ia masih mengharapkan kehadiran Arsen. tapi ia tepis jauh-jauh hal itu. ia tidak mau terpuruk terlalu jauh. ia ingin melangkah dan mengejar mimpi nya selama ini.


***************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments


ya teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all