
Sebulan kemudian
Arsen mendapatkan undangan pesta pernikahan dari teman kuliahnya dulu Dan akan di adakan malam ini. ia baru saja membaca email yang dikirim oleh temannya.
Hari itu hari yang melelahkan bagi Arsen. Dia melakukannya meeting dengan beberapa klien.
Zea pergi menuju perusahaan Arsen. Arsen mengajak nya makan malam di luar. kebetulan Zea habis mengunjungi proyek klien nya letaknya tidak jauh dari perusahaan Arsen.
Zea tiba di perusahaan Arsen. ia segera naik ke lift menuju ruangan Arsen. sebenernya Zea ingin menuju di lobby saja. tetapi Arsen meminta nya untuk langsung menemui nya di ruangan kerjanya.
Semua pegawai Arsen sudah mengetahui bahwa Arsen dan Zea merupakan sepasang kekasih. karena Zea juga mengerjakan project pembangunan perusahaan Arsen sehingga sering membuat mereka bertemu.
" Kau sudah datang ,honey? " Tanya Arsen di balik pintunya. ia baru saja meeting dengan beberapa divisi kantor nya.
" Hmm, aku baru saja tiba . " Zea menoleh ke arah Arsen baru saja tiba dan Arsen menghampiri Zea yang sedang melihat ke arah kaca besar dekat ruangannya. " Kita akan makan malam di mana ?" . tanya nya
" Kita akan menghadiri pesta pernikahan temanku , honey . " Arsen mengecup sekilas bibir Zea yang sudah candunya. Zea sudah tidak merasa terganggu dengan hal itu.
" Kenapa mendadak sekali ? tidak mungkin kan aku memakai baju seperti ini. " gumamnya Zea
" Kau tidak perlu khawatir hal itu. sekarang kita pergi ke butik untuk membeli gaun untuk mu. " Ujarnya Arsen menarik tangan Zea dan meninggalkan ruangan nya.
Mereka sudah tiba di sebuah butik. semua pegawai menyambut nya dengan baik. karena butik itu salah satu saham dari Xave Group.
" berikan baju rancangan terbaru untuk kekasih ku " Perintah Arsen
" Baik tuan, mari nona ikut saya. "Kata seorang pegawai.
Arsen duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya ia memeriksa beberapa pesan yang masuk dan membalas nya.
Tak berselang lama, Zea keluar dari ruang ganti di bantu oleh salah satu pegawainya.
" Tuan Arsen, bagaimana dengan yang ini ? Rancangan ini baru saja tiba di butik ini. " Kata seorang pegawai
Arsen menengok ke arah samping melihat ke arah Zea memakai gaun putih polos serta rambut di gerai . membuat nya semakin cantik. Arsen tidak menyadari ia sampai ponselnya terjatuh di lantai.
" Arsen, i-itu.. ponsel mu jatuh. " Kata Zea menunjuk arah ponsel itu.
" Ah,, ia tangan ku sedikit berkeringat karena sehingga ponselku jatuh ke bawah. " Arsen mengambil ponselnya terjatuh.
Pegawai melihat itu menahan tertawa. Arsen merasa salah tingkah saat ini. ia segera bangkit dari duduknya
" Hmm ,, aku pilih itu saja. " Arsen segera menuju kasir dan mengeluarkan kartu saktinya yaitu black card. lalu menyerahkan ke kasir segera di proses pembayaran nya.
Setelah Arsen menyelesaikan pembayaran ia segera menarik tangan Zea menuju mobil Buggati Chiron hitam nya.
Mereka pun sudah masuk kedalam mobil. Arsen memasangkan seat belt Zea. setelah itu ia pun memasang seat belt dirinya sendiri.
Arsen pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Arsen melingkari tangan nya ke pinggang Zea. mereka menuju ke ruangan. Zea merasa gugup karena ini kali pertama nya mengikuti acara seperti ini. biasanya ia selalu menghindari hal ini.
" Apa aku merasa aneh, Arsen ?" Tanya Zea
" Tidak honey, malam ini kau sangat cantik. kau seperti bidadari." Arsen mengeluarkan gombalan nya.
" Ishh, kau ini selalu saja mengeluarkan kata-kata manis mu." Zea mencubit perut six pack Arsen.
"Ouch honey, sakit. " Arsen mengelus perutnya yang sebenarnya tidak merasa sakit.
" Aku tidak nyaman ikut acara seperti ini ,Arsen. " Kata Zea tetap memeluk lengan Arsen . ia seperti tidak rela pergi jauh darinya.
" Tenang honey, ada aku disini, hmm. " Mengusap pipi lembut Zea.
Mereka pun berjalan ke altar tempat dimana kedua mempelai sedang menyambut para tamunya.
" Selamat atas pernikahan kalian. aku turut bahagia melihat nya." Ucap Arsen
" Terimakasih...kau tamu sangat spesial di acara ku ini..." Ucap Genta
" Akhirnya kau melabuhkan juga dengan satu wanita. " Kata Arsen menyindir Mantan playboy.
" Tenang saja, aku sudah pensiun dari gelar itu." Genta terkekeh. " Siapa wanita yang disampingnya itu, Teman ranjang mu kah ? " Tanya Genta asal.
" Enak saja, dia itu kekasihku. nama nya Zea." Jawab Arsen sedikit meniju Perut Genta .tentu saja Genta menghindar bila tidak ia akan kena pukul .
Genta merupakan teman satu kampus dengan Arsen. walaupun satu kampus mereka tidak satu jurusan mereka hanya teman bermain basket .
" Kau ini Zea pacar Arsen saat kuliah kan. oh my...kau sungguh berbeda sekali tambah cantik. " Kata Genta sedikit tertawa.
" Jaga ucapan mu. jangan menganggu kekasihku." Kata Arsen sedikit kesal lihat tingkah laku sahabatnya
" Ishh, kau ini masih saja posesif. sudah sana nikmati acara ini.malam ini kau boleh makan sepuasnya. " Kata Genta
" kau berkata seperti aku tidak mampu membeli semua makanan ini." Ucap Arsen
membuat mereka mendengar nya tertawa.
Arsen pun segera menarik tangan Zea turun dari sana. ia tidak mau berlama-lama dengan sahabat satunya yang selalu saja omongan tidak disaring.
"Zea,"
************************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u all