
Keesokan paginya.
Zea masih nyaman berada di dalam hangat selimut tebal berwarna abu-abu. Dinginnya AC di ruangan itu membuat nya enggan beranjak dari tidur nya. ia masih belum tau saat ini ia berada di apartemen Arsen.
Sedang kan di tempat lain seorang pria muda tinggi dan tubuh proporsional seperti atlet yang sedang berlari mengelilingi sekitar taman apartemen. itu merupakan kegiatan rutin ia lakukan setiap pagi dengan berolahraga jogging mengelilingi sekitar taman di apartemen miliknya.
Arsen kembali ke apartemen nya lalu ia membuka baju nya dan melemparkannya di sembarang tempat. ia mengambil sebotol minuman air mineral di dalam pendingin lalu ia meneguk nya hingga habis.
Hari ini Arsen akan ada meeting dengan beberapa klien . lalu ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Zea terbangun dari tidurnya karena ia mendengar suara ponsel yang berdering. ia mencari suara itu berasal. ia meraba disekitar tempat tidur itu dengan mata masih terpejam.
" Halo" dengan suara seraknya
" Halo Tuan Arsen, nanti kita ada meeting dengan _____ " Suara seseorang yang berada di seberang sana , tetapi belum selesai menjelaskan kan. Zea langsung membuka matanya dan melihat ponsel yang di genggamnya bukan lah miliknya.
" Ponsel siapa ini ?" Kata Zea setengah sadar
" Apa dia bilang tuan Arsen ? "ia pun terbangun dari tidur nya dan langsung mengambil posisi duduk.
" Aku dikamar ?". Zea terkejut langsung segera menarik di balik selimut nya. " Masih lengkap semua. " ia melihat masih mengunakan baju sama seperti yang kemarin.
Ceklek
Arsen keluar dari kamar mandi dengan handuk dililitkan di pinggang nya dan dadanya yang polos tanpa menggunakan sehelai pun ada masih tersisa tetesan air di badannya.
Zea melihat itu tertuju pada tubuh Arsen .
Gleg
Zea menelan salivanya dengan susah payah . wajah Zea seketika langsung memerah melihat pemandangan sexy itu.
"kenapa ia semakin tampan dan menggoda. tidak, tidak Zea. kamu harus sadar. dia mantan kekasih mu bukan kekasih mu lagi." batin Zea. Zea segera menggelengkan kepalanya membuyarkan lamunannya
Arsen melihat Zea sudah bangun dari tidurnya tanpa sadar ia mendekati ranjang itu saat ini Zea masih duduk di tepi tempat tidur.
"Kau sudah Bangun ? mandilah " Arsen tersenyum miring.
" Semalam ,aku ______ ." belum selesai ia menanyakan soal kenapa ia berada di apartemen nya. Arsen sudah pergi menuju walkin closet untuk memakai pakaian nya .
Kring
Kring
Kring
" Halo Mr. Hans. "
" Kau dimana ? kau jangan sampai lupa kita akan ada meeting dengan Green Group. " Mr.Hans mengingatkan Zea.
" Aku sedang bersiap-siap Mr. Hans. Ok see you. " Kata Zea
" Baiklah, kita langsung bertemu ditempat saja. "Kata Mr. Hans
" Baik Mr. Hans. "
Zea melihat jam dinding terpasang diruangan itu. sudah menunjukan pukul delapan pagi. ia segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. sebenarnya ada banyak pertanyaan di otaknya yang ingin ia tanyakan kepada Arsen. tetapi ia menundanya nanti ia akan menanyakan secara langsung pada Arsen .
Arsen pun sudah siap untuk pergi ke kantor dengan mengunakan jas dan kemeja yang senada serta membuka sedikit kancingnya sehingga membuat nya menjadi tampan.
Melihat Zea masih di dalam kamar mandi, Arsen memilih duduk di atas sofa sembari mengecek pesan masuk kedalam ponsel nya.
Dan setelah menunggu lama akhirnya Zea keluar masih mengunakan baju yang sama seperti kemarin.
" Aku ingin pulang." Zea baru saja keluar dari kamar mandi lalu Menuju sofa dimana saat ini sedang menunggunya sambil memainkan ponselnya.
Arsen menoleh kearah Zea " Kau tidak ingin sarapan dulu. "
" Tidak, aku ada meeting pagi ini. Dimana mobil ku ? " tanya nya Zea sambil mengambil tas nya.
" Baiklah, akan ku antar kau ke Art Arte. karena mobil yang kau bawa sudah di antarkan ke apartemen mu " Arsen segera beranjak dari duduknya dan menarik tangan Zea untuk mengantarkan nya kekantor.
" Tunggu dulu, aku harus pulang ke apartemen. tidak mungkin kan aku pulang menggunakan baju ini. " Zea berusaha melepaskan genggaman tangannya itu tetapi sia-sia saja. Arsen semakin mempererat genggaman itu. dan masuk menuju lift.
"Baik, Akan ku antar ke apartemen mu dulu baru setelah itu kita sarapan bersama. jam berapa meeting nya ?" tanya nya Arsen sambil menekan tombol lift sedang tangan satunya masih mengemgam tangan Zea.
" Jam sepuluh pagi. " Jawab Zea.
Arsen melirik arloji miliknya. " Kita masih ada waktu dua jam lagi. jadi aku akan segera mengantarkan mu setelah sarapan. " Ujarnya.
*************************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u all