
Zea meminum air sedikit agar lebih tenang dan menanyakan Kembali permintaan nya tadi " Baiklah , apa yang harus ku lakukan agar membuat mu senang ? "
" Mudah saja, temani aku makan dan kembali lah kepada ku, Zea . " Jawab Arsen menatap mata coklat Zea yang indah.
" Untuk pilihan pertama aku bisa lakukan tapi untuk pilihan kedua maaf aku tidak bisa. " Zea langsung menyantap makanan dengan cepat agar ia bisa pergi meninggalkan Arsen. ia tidak mau terlalu lama bersama nya. akan membuatnya selalu ingat kejadian lima tahun yang lalu .
Arsen melihat Zea makan dengan lahap. ia tersenyum senang. karena ia sangat rindu dengan wanita di hadapan nya saat ini.
" Bersabar lah ,Arsen. menghadapi harimau betina di hadapan mu ini. suatu saat nanti dia akan menjadi kucing manis untuk mu. " Gumamnya Arsen menyunggingkan senyumannya.
Setelah Zea menghabiskan makanannya ia segera beranjak dari duduknya. dan keluar meninggalkan Arsen tanpa pamit dengan nya.
Arsen hanya menatap punggung Zea dari kejauhan.
" Sebenernya ada apa dengan mu, Zea.
Arsen mengeluarkan ponsel miliknya lalu menghubungi Asistennya.
" Denis , Aku mau tau selama lima tahun ini. terjadi apa saja dengan Zea. selama di Art Arte maupun sebelum ia masuk ke perusahaan itu. dan satu lagi cabut Art Arte dari daftar blacklist. " perintah nya
" Baik, tuan . " Kata Denis.
Sedangkan Zea saat ini kembali ke perusahaan Xave group untuk mengambil mobil nya yang ia tinggal tadi.
Saat menuju mobil miliknya. Seorang wanita muda memanggil nya dari arah belakang.
Zea menoleh kearah suara itu.
" Maaf Nona Zea, saya Lia sekretaris Tuan Arsen. dan Tuan Arsen memberikan dokumen ini untuk anda . selain itu Tuan Arsen memberi perintah agar Art Arte dikeluarkan dari daftar blacklist " ujar Sekretaris Lia memberikan sebuah dokumen kepada Zea.
" Terimakasih " Zea menerima dokumen itu .
" Ternyata, sejak awal ia sudah memerintah kan hal itu. " Gumamnya
🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎
Ruang CEO
Ruangan itu sudah di penuhi beberapa karyawan divisi desain.
Mr. Hans baru saja tiba dari negara M dan segera di panggil oleh CEO Art Arte keruangan nya . sedangkan Tuan Alex yang saat ini sudah ada di ruangan itu sejak awal. dan untuk bagian team Divisi desain seperti Angel dan kawan-kawan pun ikut hadir di ruangan itu.
" Bagaimana kau lalai dalam menjalankan tugas ini ,Mr .Hans ? " Tanya seorang pria paruh baya . Dave merupakan CEO perusahaan itu. ia baru kembali dari Negara B . saat kembali ke perusahaan ia mendengar kabar bahwa Perusahaannya telah masuk daftar blacklist Xave Group.
" Maaf tuan, " Jawab Mr . Hans
" Dan kau Alex. kau tau kita sudah lama mengincar perusahaan Xave Group. perusahaan itu dapat membantu kita bangkit kembali dari keterpurukan selama lima tahun belakangan ini . " Kata Tuan Dave dengan suara tegas nya.
Tak berselang lama Zea hadir di antara mereka. Zea baru saja tiba dengan membawa dokumen di tangannya.
" Permisi Tuan, maaf menganggu. " Kata Zea sedikit ragu untuk masuk keruangan itu. karena sudah banyak orang di dalam sana dengan muka bersitegang.
" Masuklah." Dave menoleh kearah Zea.
lain halnya Zea merasa tegang melihat situasi ini.
*************************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u all