Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
113



Arsen mengangkat tubuh Zea menuju ranjang besarnya lalu merebahkan tubuh Zea dengan perlahan . lalu ia mulai mencium bibir Zea pelan tapi menutut.


" I Miss you", Bisik Arsen di telinga Zea


Zea tersenyum mendengar nya. Zea mencium bibir Arsen kembali lalu di balas dengan penuh gairahhh.


Arsen membuka baju tidur Zea dengan sekali tarikan. jari jemari Zea membuka kemeja Arsen dengan cepat.


Kini Melihat tubuh Zea polos tanpa sehelai apa pun. Arsen menciumi seluruh tubuh Zea dengan perlahan hingga membuat Zea semakin bergairahh.


Arsen membuka celananya dan mulai ke adegan utama percintaan mereka.


" aku akan melakukan dengan sangat perlahan ", Kata Arsen.


Arsen mulai menggerakkan tubuhnya dengan secara perlahan di atas tubuh zea.


" Aaahhh... " Desahh Zea.


Arsen mencium dagu dan leher Zea dan memainkan lidahnya di dada Zea yang nampak padat dan berisi.


Zea mencengkram rambut Arsen dan menggeliat di bawah tubuh Arsen.


Arsen masih bermain pelan dan hati-hati karena Zea masih di trimester pertama kehamilan nya.


"Aaahh ...Arsen.. aku ingin bergerak di atas" , kata Zea dengan nada mendesaah


" No...Honey .. itu akan beresiko untuk calon bayi kita nanti. cukup aku aja yang bekerja. " jawab Arsen.


Arsen meraba tubuh Zea dengan lembut hingga membuat Zea mengigit bibir bawahnya ketika merasakan kenikmatan yang diberikan Arsen Padanya.


Zea juga meraba tubuh Arsen dan mencium lehernya. Zea bahkan memberikan hadiah kecil tanda disana.


Arsen melakukan kegiatan panas itu dengan lembut dan tak terburu-buru. mereka menikmatinya hingga akhirnya Arsen dan Zea menyelesaikan dengan mencapai kenikmatan bersama.


" Sebelum kekantor mu Kita akan ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan mu" , kata Arsen pelan.


" Hmm, " Jawab singkat dengan mata terpejam


" Kau tidak ingin sarapan dulu ,honey "? Tanya Arsen


" Tidak, ku merasa ngantuk . seperti nya akhir-akhir ini ku merasa ngantuk karena ada calon bayi kita ", Jawab Zea pelan


" Tidurlah, nanti akan ku bangunkan sejam lagu untuk kita sarapan", Arsen mencium kening Zea


Zea pun sudah tertidur pulas. sedangkan Arsen melepaskan pelukan ia turun dari ranjang untuk mengambil ponselnya tertinggal di ruang tamu.


sebelum itu Arsen menuju kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu. tak berselang lama Arsen sudah selesai ia pun keluar hanya mengunakan handuk yang di lilit kan di pinggang. ia mengambil baju di lemari yang sudah ada di sana karena sebelumnya mereka sempat tinggal bersama di apartemen Zea . sebenarnya Arsen menawarkan Zea untuk tinggal di apartemen miliknya. tetapi Zea menolak karena tempat itu terlalu besar bila di tempati hanya sendiri. walaupun apartemen miliknya tidak begitu besar tetapi ia merasa nyaman disini. terkadang sepuluh Bella suka mengunjungi nya beberapa kali.


Arsen sudah mengunakan kaos hitam polos dan celana pendek yang senada dengan warna bajunya.


Arsen turun menuju ke ruang tamu dan mengambil ponselnya di atas meja . ia ingin memesan makanan untuk mereka berdua. sebenarnya setelah sampai di bandara ia ingin membelikan sesuatu untuk Zea. tetapi ia begitu rindu dengan pujaan hatinya yang sudah tidak bertemu cukup lama. lalu ia urungkan niatnya untuk ketemu langsung dengan istri tercintanya.


Sambil menunggu pesanan datang ia merapihkan dapur milik Zea sedikit berantakan karena ia tau istrinya merasa kerepotan karena kondisi hamilnya yang membuatnya malas untuk melakukan kegiatan apapun itu. apa lagi setiap paginya ia akan mengalami muntah-muntah dan membuat mood paginya berantakan.


Setelah ia merapihkan sedikit cucian piring kotor di wastafel. bel pintu berbunyi ia pun segera menuju pintu apartemen dan langsung membukanya.


*************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u