Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
22



Arsen melihat kedatangan Zea hanya menoleh nya sebentar lalu melanjutkan kembali pekerjaan nya.


" Duduklah. " Kata Arsen sambil membuka lembaran-lembaran kertas yang harus ia tanda tangani.


Tak berselang lama seseorang membawakan minuman untuk Zea dan menaruhnya di atas meja.


Arsen masih asik sibuk memeriksa dokumen ia sempat menoleh kearah meja itu.


" Ganti dengan teh hijau. ia tidak suka dengan Kopi." perintah Arsen pada pegawai nya itu.


" Baik tuan, " Pegawai itu membawa kembali minumnya dan mengganti kan dengan teh hijau.


"Ia masih ingat apa yang aku suka dan aku tidak suka. " Gumam Zea


Sudah hampir satu jam Zea menunggu Arsen yang tak kunjung selesai memeriksa dokumen di mejanya. sekali-sekali ia menoleh pandangan nya kearah Arsen . tetapi Arsen masih sibuk dengan pekerjaan nya.


" Apa kau masih sibuk Arsen? Kalau kau masih sibuk lebih baik ku kembali ke kantor ku. " Tanya Zea sedikit kesal karena ia dari tadi hanya duduk diam dan menunggu nya.


" Tunggu sebentar, lima belas menit lagi. " Kata Arsen masih sibuk dengan berkas diatas mejanya.


Lima belas menit sudah berlalu . Zea masih setia menunggu nya. sesekali ia melirik arloji milik nya. tak berselang lama ia beranjak dari duduknya dan menuju pintu.


" Zea , kau mau kemana ? " Tanya Arsen ia pun menghampiri Zea


" Sebaiknya kita lanjutkan lagi nanti ketika kau tidak sibuk Arsen." Zea dengan wajah kesalnya


" Ok... kita ke restoran seberang dulu. " Arsen menarik Zea menuju lift.


"Buat apa kita kesana. kita bisa bicara di kantor mu. " Zea berusaha melepaskan genggaman tangan Arsen tapi percuma saja Arsen semakin erat menggenggam nya.


" Tidak , kita bicara di luar kantor saja. kebetulan ku belum sarapan. " Ajaknya Arsen masih menggenggam tangan Zea saat keluar dari lift semua mata pegawai melihat kearahnya.


" Bisa tidak lepaskan tangan ku , Arsen. semua orang melihat kearah kita. " Zea menarik tangannya tapi tidak bisa.


" Sudah ikuti aku saja, ku sudah benar-benar lapar . " Kata Arsen menarik tangan Zea masuk kedalam restoran Italia .


" aku tidak lapar. ku sudah sarapan tadi. ," Zea duduk sebelah Arsen


" temani aku makan saja kalau begitu. " Arsen sambil membuka menu restoran


Seorang pelayan menghampiri Arsen .


" ingin pesan apa tuan ? "Tanya nya


" Aku pesan Gelato saja." Kata Zea


" Tambah Gelato vanilla satu ." Kata Arsen kepada Pelayan.


" Semalam tuan Alex menghubungi ku untuk menggantikan nya." Kata Zea


" Ku tau itu. semalam ia sudah mengabari ku. kau yang akan menggantikannya nya. " Ujar Arsen


Tak berselang lama pesanan mereka datang.


" Kau masih tidak berubah, kau sangat menyukai rasa vanilla. " Arsen menyantap makanannya.


" Hmm,, " Jawab singkat sambil memakan ice cream Italia.


" Bagaimana kabar bibi Renata sekarang ? " Tanya Arsen


" Dia baik. " Jawab Zea ia tidak mau membahas terlalu banyak .


Setelah mereka menyelesaikan sarapan yang sudah masuk jam makan siang. Mereka kembali ke perusahaan Xave Group.


Zea duduk di sofa yang tidak jauh dari meja kerja milik Arsen.


" Kapan kita akan mulai membahas pembangunan Moon?" Tanya Zea


" Nanti kita bahas setelah pekerjaan ku selesai. " Jawab Arsen


" Boleh kah aku kembali ke kantor ku. lebih baik di jadwalkan kembali saja untuk selanjutnya. mungkin tuan Alex yang akan membahas nya langsung. " Ujar Zea


" Tuan Alex sudah menunjuk mu untuk mengurus project pembangunan Moon ini. jadi kau yang harus bertanggung jawab semua. bukan kah ini hal pertama bagimu untuk mengurus langsung pembangunan ini ?" Arsen menutup berkas nya dan menghampiri Zea lalu duduk disampingnya.


" Bukan kah baru pengamatan saja ? belum di putuskan secara resmi Art Arte akan memegang project ini bukan ? " Zea ingin memastikan.


***************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all