Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
41



" Honey ," panggil nya seorang pria tampan.


" Arsen, kau sudah selesai berbicara dengan teman-teman mu?," Tanya Zea


" Disini juga ada teman ku, honey. seharusnya ku juga perlu menyapanya kan. " Arsen dengan tatapan tajamnya kepada Devan


" Ahh, kau benar juga. kalian kan bersahabat. seharusnya kalian lepas kangen bersama. sudah lama tidak bertemu . Baiklah aku tidak ingin mengganggu kalian. aku mau ke toilet. " Zea segera meninggalkan mereka berdua. lalu menuju sebuah toilet yang di ujung sana.


" Apa kabar kau sekarang, Arsen ? Seperti nya kau semakin sukses saja. " Tanya Devan


" seperti kau lihat. aku semakin sukses dengan diusia muda ku ini. " Kata Arsen memasuki tangan nya kedalam saku celananya.


" Ku tidak tau kau kembali ke sini. ku kira kau akan betah di negara asal mu. " Kata Devan .


" Cih,, itu keinginan mu agar ku tidak menganggu aksi mu untuk mendekati Zea kan ? " , Arsen sudah mulai terpancing dengan ucapan Devan.


" Aku akan tetap menjaganya walaupun kau tetap bersamanya. karena kau belum sepenuhnya memiliki nya Arsen. " Devan merasa senang membuat Arsen terpancing marah dengan ucapannya kalinya. karena ia selalu kalah dengan Arsen dari segi pendidikan maupun percintaan nya.


" Jangan harap kau bisa mendekati, Zea. dia mili ku. hanya MILIKKU ." Suara Arsen lebih di tekankan agar Devan sadar diri apa yang di perbuat nya.


" kita lihat saja nanti . " Devan dengan tersenyum smirk lalu meninggalkan Arsen seorang diri.


Tak berselang lama Zea kembali dan menghampiri Arsen .


" Kemana Kak Devan ? " Tanya Zea melihat di sekitar nya sudah tidak ada Devan disana.


" Entahlah. lebih baik kita pulang saja. " Arsen menarik ke arah luar meninggalkan pesta itu. ia benar-benar di buat kesal oleh Devan dan merasa tiba tiba moodnya rusak karena kehadiran sahabat nya dulu.


" Tapi Arsen, pelemparan bunga pengantin belum dimulai . " Zea tangannya sudah di tarik dan saat ini sudah di depan mobil mewah milik Arsen.


" Akan ku belikan bunga seribu tangkai seperti itu. kalau bisa aku akan membelikan toko bunga biar kau bisa memilih bunga sesuka hatimu. " Arsen mulai kesal dan menjalankan kendaraan lalu melaju kan dengan kecepatan sedang.


" ishh , itu beda. moment tidak sakral . " Zea mengerucutkan bibirnya


Arsen melihat Tingkah laku Zea ia terkekeh melihat kekasihnya nya itu.


" Kita mau ke mana ?" , Tanya Zea


" Tentu saja pulang, honey. " Jawab Zea masih fokus menyetir mobil nya


" Tapi ini bukan arah ke apartemen ku, Arsen. kata Zea


" Kau akan menginap ke apartemen ku. karena lusa aku akan kembali Ke negara B. " Suara lirihnya Arsen


" Kenapa mendadak sekali ? "ucapnya Zea


Akhirnya mereka tiba di sebuah apartemen mewah. Mereka pun turun dari mobil dan menuju lobby.


" Arsen,, " Panggil nya Zea


" Hmm, ?"


" Ahh , tidak jadi tiba-tiba aku lupa mau tanya apa. " Zea memamerkan semua gigi putihnya.


Sebenernya ia penasaran mengenai hidupnya di sana. selama lima tahun tidak bertemu apa Arsen berhubungan dengan beberapa wanita . atau Arsen Sampai di jodohkan oleh kedua. Arsen anak tunggal dari keluarga Xaverius. tentu saja sebagai penerus satu satunya mereka memikirkan pasangan Arsen kelak. dan pasangan itu harus yang sederajat dan standar kualifikasi dari keluarga nya itu. Zea sampai melamun memikirkan banyak hal tentang hubungan mereka kedepannya. sampai ia tidak menyadari telah tiba di depan apartemen Arsen.


" Zea, "


" Zea ", Panggil Arsen


" Ahh, ia . " Ucap Zea singkat.


" Apa yang kau pikirkan, hmm? ," Tanya Arsen


" Tidak ada, aku hanya sedang banyak pekerjaan akhir akhir ini. " Jawabnya Zea


" Jangan terlalu banyak dipikirkan. sekarang bersihkan dirimu lalu kita pergi tidur bersama. " Perintah nya Arsen mengecup sekilas bibir Zea.


Zea pun pergi untuk membersihkan diri. sedangkan Arsen menuju balkon untuk menghubungi Asistennya yaitu Denis.


" Halo "


" Halo tuan," suara berada di seberang sana


" Kau yakin selama pencarian Zea, tidak ada campur tangan Devan ?, " tanyanya


" Tidak tuan , ada apa tuan? apa ada masalah tuan ? " Jawab nya Denis


" Tidak ada, ". Jawabnya Arsen


Akhirnya Arsen pun memutuskan ponsel itu dan kembali kedalam .


************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all