Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
36



Arsen sudah tiba di depan perusahaan Art Arte. ia sedang menunggu Zea didalam mobil miliknya.


Tak berselang lama Zea muncul dari lobby. dan Zea melihat kearah seberang mobil Arsen telah menunggu nya. lalu ia segera menghampiri nya dan Arsen menurunkan kaca mobilnya.


"Masuklah".


Zea pun segera masuk kedalam mobil itu. dan Arsen melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Selama perjalanan tak ada obrolan sama sekali.


" Kita mau kemana ? ini bukan arah ke apartemen ku , Arsen. " Kata Zea


Arsen sama Sekali tak menjawab dan tetap fokus menyetir. akhirnya nya mereka tiba nya di sebuah resort milik keluarga Xaverius.


Keluarga Arsen memilik sebuah resort di berbagai negara. dan ini merupakan salah satu resort yang dimiliki dari keluarga Xaverius .


Resort itu langsung menghadap pantai dan Lokasi Resort saat ini jauh dari pemukiman sehingga seperti memiliki pulau sendiri.


Arsen mengintari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Zea.


Zea pun keluar dan mengedarkan pandangannya melihat hamparan pantai yang luas.


" Untuk apa kita kesini ?" Tanya Zea melihat kearah ombak


" Memulai yang baru. "Jawan Arsen lalu memeluk tubuh zea dari belakang dan menjatuhkan kepalanya di atas bahu Zea.


" Maksud mu ? " Tanya Zea


" Aku sudah tau semua. maafkan aku", Kata Arsen mencium aroma tubuh Zea yang ia sangat rindu kan.


Zea melepaskan pelukan itu dan saat ini mereka saling berhadapan " Apa yang kau sudah tau ?" tanyanya


" Aku sudah tau kejadian lima tahun yang lalu. " Arsen mengelus pipi lembut Zea. " Maaf kan aku yang tidak menemanimu saat kelulusan dan membuat mu mengalami kecelakaan." Arsen merasa bersalah bila mengingat hal itu.


"Saat keberangkatan ku menuju ke Negara A. Daddy menghubungi ku . mommy mengalami kecelakaan dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. dan saat itu keadaan mommy sedang kritis karena mengalami pendarahan hebat . saat itu aku batalkan kepergian ku. hari itu hatiku benar-benar kalut, Zea. " Zea mendengar penjelasan Arsen. ia segera memeluk tubuh Arsen , Arsen pun membalas nya.


" kau tau apa yang ku pikirkan saat itu? yang ku pikirkan saat itu keselamatan mommy ku takut mommy akan meninggalkan ku selama nya. " Arsen menetes kan air mata dalam pelukan Zea.


" Maafkan aku juga seharusnya ku segera menghubungi mu kalau ku tidak bisa bertemu dengan mu. mungkin bila ku hubungi mu lebih dulu kau tidak perlu menunggu dan langsung pulang bersama bibi Renata. " Kata Arsen dan Zea mengusap punggung Arsen dengan lembut.


" Kau tidak perlu meminta maaf kepada ku. mungkin ini sudah jalan Tuhan seperti itu. aku pun sudah melupakan kejadian itu " Zea melepaskan pelukan itu dan menghapus air mata di pipi Arsen.


" Apa kau mau memulai semua ini dari awal, Zea ? " Tanya Arsen sambil menggenggam kedua tangan Zea.


Zea menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Arsen melihat itu langsung mencium kedua tangan Zea dan menempelkan kedua pipinya secara bergantian. " Terimakasih , Baby. " Katanya sambil menatap mata indah Zea .


Zea merasa di lihat dari jarak membuat nya salah tingkah dan memalingkan wajahnya.


" Apa kau tidak lapar ,Arsen ? " Tanya Zea, ia merasa lapar karena pekerjaan di kantor membuat nya tidak sempat makan siang.


" Kau lapar ? , " mengusap lembut kepala Zea. " Kita Makan di Resort saja kalau begitu. " Arsen menarik tangan Zea masuk kedalam resort nya.


" Ada beberapa bahan di dalam sana. pelayan ku sudah menyiapkan disana. kau tidak masalah untuk memasak kan, honey?" Arsen Menuju dapur berada didalam Resort nya.


"Tidak , aku sudah biasa melakukan itu. " Jawab Zea


" Baiklah, Ku ingin membersihkan diri dulu. " mencium puncak kepala zea , lalu ia menuju ke kamar.


*************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all