Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
32



"Baik, Akan ku antar ke apartemen mu dulu baru setelah itu kita sarapan bersama. jam berapa meeting nya ?" tanya nya Arsen sambil menekan tombol lift sedang tangan satunya masih menggenggam tangan Zea.


" Jam sepuluh pagi. " Jawab Zea.


Arsen melirik arloji miliknya. " Kita masih ada waktu dua jam lagi. jadi aku akan segera mengantarkan mu setelah sarapan. " Ujarnya.


Zea hanya diam saja ia tidak menanggapi omongan Arsen. karena ia benar-benar malas berdebat di pagi hari. karena akan membuat nya tidak mood


Mereka pun menaiki mobil mewah Buggati Chiron hitam milik Arsen. dan menuju apartemen Zea. tidak butuh waktu lama hanya dua puluh menit mereka sudah tiba di apartemen Zea.


Arsen tidak ikut menemani Zea ke apartemennya. Karena Zea hanya ingin mengganti pakaian nya dan membawa sedikit berkas dokumen kerjaannya.


Tak berselang lama lima belas menit Zea pun turun dari apartemen nya dan ia segera menaiki mobil Arsen dan menuju restoran dekat kantor Art Arte.



Mereka pun sarapan di sebuah restoran siap saji. karena ini masih pagi Arsen memesan oat meal dan susu hangat . sedangkan Zea hanya memesan Teh hijau saja.


" Kau tidak ingin memakan makanan sesuatu? " Tanya Arsen sedang menyantap makanannya.


" Tidak , aku sedang tidak ingin memakan makanan berat untuk di pagi hari. " Jawabnya Zea sambil meminum sedikit Teh hijau nya. " Kau selalu minum susu hangat tiap pagi. " Zea sedikit melihat ke arah Arsen.


Saat ini mereka sedang duduk berhadapan dengan sebuah meja kecil sehingga jarak di antara mereka begitu dekat satu sama yang lain dan bisa melihat dengan jelas wajah cantik Zea.


" Kemarin kau pingsan saat di pengamatan itu. " Ujar Arsen berusaha menjelaskan kejadian kemarin. " Lalu ku bawa kau ke apartemen ku. dan karena ku panik takut terjadi sesuatu dengan mu. ku segera memanggil dokter untuk memeriksa nya. ", Ujarnya


" Dokter ? " Kata Zea


" ya, syukur lah kau tidak apa-apa hanya shock saja. " Kata Arsen sambil sedikit susu hangatnya.


" Terimakasih ,sudah menolong ku." Kata Zea ia merasa tidak enak sudah berpikir macam-macam dengan nya.


" Ck, Kau mau aku membayar mu berapa atas bantuan itu. " Kata Zea merasa kesal mendengar ucapan Arsen. ia pikir pria di hadapan nya itu tulus membantu nya. ternyata sama saja dengan yang lain.


" Aku tidak butuh uang mu, tapi ku butuh luang waktu mu untuk Ku. " Arsen setelah selesai memakan makanan nya dan meletakkan sendok dan garpu di atas piring itu.


" M-Maksud mu ? " tanya Zea merasa ada yang tidak beres.


" aku mau ,,kau temani aku selama seminggu disini." Pinta Arsen saat ini memandang mata indah Zea. " Bagaimana kau setuju. " Tanyanya


Zea hanya diam saja. sebenernya ia tidak masalah dengan hal itu. tetapi hatinya belum siap karena ia masih takut akan timbul kembali rasa yang pernah ada pada dirinya.


" Ok Deal,, karena kau tidak menjawab bearti jawaban nya ,, iya. " Arsen menarik tangan Zea dan menjabat tangannya.


Apa-apaan ini dia menanyakan sesuatu tapi dia juga yang menjawab nya. kalau begitu kau tidak perlu meminta persetujuan ku tadi. menyebalkan,,, Batin Zea


" Sekarang ku antar kau ke Art Arte. dan setelah itu nanti ku akan menjemput mu pulang . " Perintah nya.


Dan apa lagi ini ,,, dia mulai lagi memerintahkan sesuatu tapi tanpa bertanya dulu kepada ku. batin Zea


Arsen pun mengantar Zea Art Arte. dan menurunkan nya di depan gedung . setelah itu ia segera melanjutkan mobilnya ke Xave Group.


************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all