Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
10



Hari ini ada hari kelulusan Bella di universitas A. Paman Thomas, Bibi jane serta Bibi Renata Hadir di acara itu. Zea akan menyusul karena hari berbenturan jadwalnya meeting dengan klien.


Bella sangat senang akhirnya ia bisa lulus tepat waktu serta hasil yang memuaskan.


Tak berselang lama, Zea datang dengan membawa sebuket bunga yang besar.


Sebenernya Zea menawarkan hadiah apa yang ingin di berikan ke Bella. tetapi ia menolaknya. karena itu tidak perlu. cukup hadir ke acara itu saja sudah cukup senang.


Setelah acara kelulusan mereka selesai mereka makan bersama di sebuah restoran yang letaknya tidak jauh dari tepat acara itu berlangsung tadi.


" Setelah kau lulus , kau berniat bekerja di mana, Bella ? Tanya Renata.


" Tentu saja , aku ingin mengikuti casting model." Jawab santainya


" Aku tidak setuju. kalau kau masih ingin ikut casting itu. lebih baik ikut kami pulang bella." Kata Jane


" Come on Mom,, aku sudah dewasa bukan anak kecil lagi. aku bisa menjaga ku sendiri" Kata Bella


" kamu seorang wanita sayang, bagaimana mommy tidak khawatir dengan mu. " Kata Jane


" Biar kan Bella melakukan nya sayang. kita hanya perlu mengawasi saja. " kita harus percaya dengan nya saat ini." Kata Thomas


" ahh,, thank you Daddy.. aku menyayangimu . " kata Bella dengan mata berbinar dan langsung memeluk Daddy nya itu.


"Kau ini selalu saja memanjakan putri ku ini." kata Jane


Setelah cukup lama berbincang di sebuah restoran itu. mereka pun pamit pulang ke Desa N dengan menggunakan mobil milik Thomas.


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


" Kau mau kemana Bella? " , tanya Zea


" Tentu saja ingin berpesta Zea, mau apa lagi." Jawab Bella


" Ck, Kau ini suka sekali berpesta." Kata Zea sambil menggeleng kan kepalanya. ia tidak menyangka sepupu nya ini suka sekali keluar malam-malam . " Jangan pulang terlarut malam. "Katanya


" Siap Nona" Kata Bella dengan tangan keatas kepala seperti memberi hormat.


Sedangkan Zea masih sibuk di depan laptop nya mengerjakan kerjaan nya yang sempat tertunda itu .


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


Karen membawa sebuah nampan yang berisikan beberapa makanan untuk anaknya.


" Hmm, letakkan saja di meja itu mom. nanti ku makan setelah pekerjaan Ini selesai. " Kata Arsen yang masih sibuk depan laptop tanpa melihat Karen.


" Kau Seperti Daddy mu saja, kalau sudah bekerja sampai lupa waktu." Kata Karen


Lalu wanita paruh baya itu pun keluar dari ruang kerja menuju ke bawah menemani suami nya yang sedang menonton televisi disana.


" Sayang, Kau jangan terlalu keras dengan arsen. lihatlah sekarang dia bekerja sampai lupa waktu seperti itu. " Kata Karen yang langsung mendekati suaminya dan duduk di sampingnya.


" Tidak sayang, itu ke inginnya sendiri. lagi pula dia sudah dewasa. tidak usah kau cemaskan lagi. " kata Xaverius


" Aku ingin mengenal Arsen dengan beberapa teman ku. dia sudah terlalu lama sendiri. " Kata Karen


" Biarkan saja Arsen yang menentukan hidup nya. sudah cukup selama ini dia mengikuti kita sayang. " Ujar Xaverius


" Aku tidak tega sayang, beberapa sahabat sudah memiliki istri dan ada yang sudah memiliki anak sedangkan arsen diumur sekarang ia belum juga memiliki kekasih. Maka nya aku akan mengenalkan beberapa anak temen ku nanti. terserah nanti keputusan akhir ada di tangan arsen. mommy tidak akan memaksa nya nanti. " Kata Karen dengan posisi menyenderkan kepalanya di dada suaminya.


" Asalkan jangan sampai mengganggu nya sayang. kau tau Arsen seperti apa, hmm? Kata Xaverius menarik hidung miliki istri Sampai merah


" Daddy Sakit,, kau seperti kaya anak muda saja sikap mu. " Karen sambil mengusap-usap hidupnya.


" Kita emang masih muda sayang. hanya umur nya saja yang semakin bertambah. " Xaverius sambil terkekeh melihat tingkah laku istrinya semakin hari semakin mengemaskan .


Walaupun mereka sudah tidak muda lagi. tapi mereka sangat harmonis. Karen selalu menemani Xaverius kemana pun walaupun urusan pekerjaan dan sering mengunjungi beberapa negara lain.


***************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments


ya teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all