Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
40



" Zea ," Panggil seorang pria


Zea merasa namanya di panggil ia menoleh ke asal suara itu.


Arsen yang di samping Zea pun ikut menoleh ke arah itu.


" Hai Zea ,, kau masih ingat aku? Aku Jimmy..kita satu sekolah dulu. " Kata pria bernama Jimmy itu.


Zea melihat pria itu didepannya dengan seksama dan mencoba mengingat Jimmy.


" Jimmy ? bukankah kau yang hampir pernah menabrak ku bukan ? ," Tanya Zea


Arsen mendengar hal itu langsung matanya melotot ke arah Jimmy


Jimmy mereka bersalah soal itu. wajah nya tiba Tiba berubah jadi sendu.


" Ahhh, kau malah mengingat hal itu. padahal aku sudah meminta maaf dan selalu membantu mu untuk menembus rasa bersalah Ku." Suara lirih Jimmy


" Sorry, bukan nya aku mengungkit hal itu. tapi saja..." Zea terpotong saat ada tangan disampingnya memperat tubuhnya sehingga tidak ada jarak lagi di antara mereka. Zea merasa mendapat tatapan tajam dari kekasihnya. ia segera menyudahi pembicaraan asal nya. "Kau sedang apa disini?," Tanya Zea mengalihkan pembicaraan.


" tentu saja menghadiri acara pernikahan kakak ku. " Jawabnya Jimmy.


Pria ini mulutnya tidak bisa berhenti. selalu saja berbicara. Bantuannya Arsen


" Kakak mu ? "


" Ia kakak ku sebagai mempelai wanita. dan pria itu tentu saja suaminya dan ia Kakak ipar ku. "


" ohh,, " Jawa singkat nya


" Kau kesini menemani siapa ?" Tanya Jimmy dengan polos mimik mukanya.


" Menemani kekasihku. " Jawabnya Zea merasa dari tadi tangan Arsen sudah mulai menjalar kemana-mana ke daerah punggung dan pinggang ia mainkan secara gantian. " sudah ia, kita mengobrol nya lain kali saja. aku mau menemani kekasihku . " Zea menunjuk sebuah hidangan makan yang sudah di sediakan itu.


" Lain kali kita bertemu lagi ya Zea " Jimmy suara sedikit teriak. dan Arsen mendengar hal itu segera melihat kearah Jimmy dengan mata tajamnya. Zea merasa tidak enak dengan Jimmy segera menarik tangan Arsen Menuju ruang makan.


" Sayang, aku sudah lapar. temani aku makan. " Ajaknya Zea.


" Lain kali jangan berbicara lama dengan Pria lain. " perintah nya Arsen.


" kau cemburu ? " Tanya Zea melihat ke arah Arsen dengan nada menggoda.


" aku hanya risih saja dengan suaranya nya yang berisik itu." cetus Arsen sedikit kesal.


mereka pun tiba di ruangan itu. Zea sedikit mengambil beberapa cup cake disana. dan salad.


" hmm boleh, . Jawab singkat Zea


" kau tunggu lah kesini aku mau ambil air minum untuk mu. " Arsen meninggalkan Zea sendiri.


Zea yang masih asik menyantap hidangan itu. Arsen menuju meja dimana ada beberapa menu minuman disana.


" Zea ," Panggil seorang pria


Zea menoleh kearah suara itu.


" Kak Devan ?, " Zea sedikit terkejut kehadiran Devan di hadapan nya


" Kau disini bersama Arsen ? ", tanya Devan.


"Iya kak, " Jawab Zea dan menunjuk Arsen yang sedang bersebrangan dengannya. saat Ini sedang berbincang dengan para teman-temannya.


" Bagaimana mana kabar mu ? Maaf waktu itu tidak seharusnya ku meninggalkan mu." Suara lirih Devan


" seperti kau lihat saat ini. Tidak masalah Kak. aku tau posisi Kakak pada saat itu. " Jawab nya Zea.


" Aku yang seharusnya minta maaf . karena aku selalu menyusahkan mu." Kata Zea


" Kau tidak perlu berpikir seperti itu. aku senang selalu disisi mu , peri kecilku." Devan mengusap kepala zea. " Ku dengar kau sudah bekerja di sebuah perusahaan desain,hmm?",tanyanya


"Ia ka, ini semua berkat kau selalu membimbing ku selama kuliah dulu. sehingga aku mampu belajar dengan cepat. " Ujar Zea


" Kau emang memiliki otak di atas rata-rata Zea. Jadi itu bukan karena ku tapi emang otakmu yang cerdas. " Devan mencubit pipi Zea yang merasa gemas. " Kau tidak pernah dari dulu. makin lucu saja. " Devan mengacak-acak rambut Zea .


" Ihh, kakak kau ini suka sekali mengacak rambutku ini. aku sudah dewasa jangan perlakukan ku seperti anak kecil lagi. " Zea mengerucutkan bibirnya dan merapihkan kembali rambutnya " kakak kesini sama siapa? kemana Kak Anna ? " Tanya nya


" Ku sudah tidak bersama nya lagi. " suara lirih Devan


Tanpa disadari sepasang mata sedang memandangi mereka. Arsen melihat itu langsung meminum minuman dengan sekali teguk dan menaruhnya kembali. lalu ia berjalan dengan langkah besar kearah kekasih nya itu.


" Honey, "


************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all