Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
77



Arsen memasuki mansion Xaverius dengan hati yang merekah gembira. kedua tangannya ia masukan kedalam saku celana dan berjalan sambil bersenandung. kedatangan langsung di sambut oleh Mommy Karen dan Daddy Xaverius di ruang keluarga.


" Akhirnya kau datang juga, ku kira kau akan langsung menanam bibit dengan nya ", Seloroh Daddy Xaverius. Dan mendapatkan cubitan dari Mommy Karen di perut.


" Ada apa Mommy menyuruh ku datang kesini ? apa ada persyaratan lain selain itu ?", Arsen menghempaskan badannya di atas sofa panjang.


" Mommy belum terlalu mendalami karakter sifatnya seperti apa, bawa wanita itu tinggal di mansion selama sebulan ", Pinta nya


" Dengan senang aku akan membawanya ke mansion. aku dapat terus menerus menanam bibit unggul ku kepada wanita yang ku cintai", Jawab Arsen tersenyum merekah


Mommy Karen melepas bantal kecil di sebelah nya kearah putranya itu ." Enak saja, kau tinggal di mansion milik mu sendiri. hanya Zea yang akan tinggal disini selama mansion kau tidak boleh bertemu dengannya", ujarnya


" What !!! Kalau begitu bagaimana ku bisa menanam bibit ku kepada wanitaku , Mom ", merengek Arsen ketika mengusulkan ide gila yang membuat kepala pusing karena hasratnya tidak bisa tumpahkan kepada kekasihnya dan tentu saja ia akan sangat merindukan tidur bersama setiap harinya


" Mom sendiri yang menawarkan agar Zea harus lebih dulu hamil bukan ? kenapa sekarang Mommy memonopoli wanita ku", Arsen lagi lagi merasa kesal


" Kau ini hanya sebulan tidak bertemu seperti bertahun tahun saja. Mommy hanya ingin lebih kenal dengan kekasih mu ", Ucap Mommy Karen beranjak dari duduknya lalu menuju ke kamarnya.


" Dad , bantu lah aku untuk Syarat itu tidak perlu. putramu pasti akan tersiksa menahan rindu setiap hari tidak bertemu dengan wanita yang ku cintai", Rengkek Arsen kembali


" Kau urus sendiri urusan mu. Daddy tidak mau ikut campur hal itu. kau seperti budak cinta saja dengan seorang wanita. kau tahan saja selama sebulan atau tidak bermain solo" Daddy Xaverius tertawa lepas dan ia beranjak dari duduknya nya ke meninggalkan putranya seorang diri disana.


"Ck, Menyebalkan ", Arsen berdecak kesal ia pun Menuju kekamar untuk membersihkan diri.


Tak berselang lama ia pun sudah kembali menggunakan celana hitam pendek tanpa atasan. Arsen mengambil ponselnya di nakas . ia menghubungi Zea tetapi tidak kunjung juga di jawab.


" Apa kah Zea sudah tidur ? ", gumamnya Arsen lalu ia melihat ke arah jam dinding sudah pukul jam dua belas malam. susah larut malam . tentu saja Zea tidak mengangkat telepon nya. ia pasti saja sudah tertidur pulas.


Arsen berniat untuk memberitahu perihal mengenai Zea akan tinggal di mansion bersama kedua orangtuanya ia urungkan hingga besok. ia akan memberitahu nya nanti saat bertemu


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Selama perjalanan Arsen bingung harus mulai dari mana awal pembicaraan mengenai permintaan Mommy nya. ia takut Zea keberatan untuk tinggal bersama dengan kedua orangtuanya. ia tidak ingin memaksakan kehendak nya . ia juga ingin zea merasa nyaman untuk menjalankan hubungan ini tanpa ada paksaan apapun.


" Kau kenapa ,Arsen ? apa ada sesuatu ingin kamu bicarakan ? ", Tanya Zea sedari tadi melihat Arsen gelisah selama menyetir mobil nya.


" Hah ? Tidak , tidak honey , aku hanya merasa perut tidak enak sejak tadi ", Jawab Asal Ansel


" Kau sakit ? sebaiknya kita ke rumah sakit segera untuk memeriksa keadaan mu ", Ucap Zea panik melihat Arsen mengeluarkan butir butiran keringat di dahinya .


" Tidak perlu.. ku hanya salah makan tadi ", Jawab Arsen segera mengelap dahinya mengunakan punggung tangan nya saking paniknya.


" Tidak , sebaiknya kita perlu ke rumah sakit kepala sekarang , sayang ", pintanya


" Aku tidak apa honey.. aku Baik-baik saja. lagi pula kau juga akan ada meeting penting kan dengan Mr . Rey bukan ? " , Arsen mengalihkan pembicaraan agar Zea tidak curiga dengan nya. dan mereka sudah tiba di perusahaan Varoni Group. Arsen merasa lega akan hal itu.


" Baiklah, bila kau merasa tidak enak. segera lah periksa ke dokter", saran Zea hendak membuka seat belt nya dan tak lupa mengecup bibir Arsen sekilas. lalu ia membuka pintu mobil " Nanti siang aku akan sibuk sayang, sehingga ku tidak bisa makan siang bersama mu ", Ucap Zea


" No problem honey.. pulang akan ku jemput", Tawar Arsen dan Zea menutup pintu itu lalu ia segera masuk ke dalam kantor .


Setelah melihat Zea masuk ke dalam ruangan . Arsen pun melajukan mobilnya dan menuju perusahaan nya.


************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all