
Grey dan Zea tiba di sebuah rumah sakit di sebuah pedesaan letaknya lumayan jauh dari pusat kota. Grey keluar dari mobil nya. di susul oleh Zea mengikuti nya dari arah belakang. Sudah ada beberapa perawat disana menunggu kehadiran Grey.
" Silahkan masuk tuan , " Ucap suster membuka pintu kamar cukup luas bernuansa putih dan di lengkapi beberapa perlengkapan seperti di dalam hotel. Zea tidak ikut masuk kedalam ruangan itu. ia hanya menunggu di depan pintu ruangan VIP tersebut.
Seorang wanita paruh baya yang cukup memperihatinkan tertidur di atas ranjang dengan beberapa alat medis yang di pasang pada wanita itu.
Grey kali datang karena mendapatkan informasi dari seorang suster yang selalu menjaga dan merawat nya selama di rumah sakit. bahwa wanita itu sempat memgamuk. oleh karena itu grey segera datang untuk datang ke rumah sakit setelah menerima kabar seperti itu. tapi syukurlah dokter segera memberikan obat penenang dan saat ini wanita paruh baya itu sedang tertidur.
" Apa dia sering mengamuk akhir-akhir ini ?"tanya grey
" Tidak tuan , ia sering menyebut nama ana beberapa kali ,tuan ", Jawab Suster
" Ana ? Siapa dia ? ", ucap Grey " bukan wanita ini sudah tidak memiliki keluarga siapa-siapa karena itu aku membawa nya kesini ", Gumamnya
Grey membawa wanita itu saat sepuluh tahun menemukan nya tergeletak disebuah pinggir jalan dalam keadaan cukup parah sehingga tubuhnya dipenuhi oleh darah seperti habis terkena musibah tabrak lari. Maka dari itu grey segera membawanya sebuah rumah sakit agar di tanganin. selama seminggu pula grey mengurus pencarian dari keluarga wanita itu tidak ada yang mencarinya hingga saat ini. kenapa grey ingin merawat nya selama ini karena ia merasa kasian melihat wanita itu tidak satu orang pun yang menemui nya dan tidak memiliki siapapun sehingga ia merasa tergerak hatinya untuk merawat di rumah Sakit itu. kedua orangtuanya tidak tau mengenai tentang ini.
Setelah memastikan keadaan saat ini sudah membaik. Grey pun meninggalkan ruang itu dan sudah ada Zea yang menunggu diluar sambil duduk di atas ruang tunggu dengan tertidur menyandar di sebuah kursi sofa.
" Ck, wanita ini tidak tau tempat tertidur dimana saja ", Ucap Grey lalu menghampiri Zea dengan mengendong seperti bridal ke arah mobilnya.
Ketika hendak grey menduduki Zea di kursi mobilnya Zea terbangun.
" Apa yang kau lakukan ?" , Tanya Zea
" Cepatlah pakai seat belt nya. kita akan gedung sky ", ucap Grey lalu ia mengintari mobilnya dan masuk kedalam mobil lalu melajukan kendaraannya.
" Ku boleh bertanya sesuatu ? ", Tanya Zea ragu
" Hmm, " Jawab Grey singkat
" Kau tadi menjenguk siapa di rumah sakit ?", Tanya Zea penasaran karena ia baru tau ada rumah sakit daerah terpencil seperti itu.
" Bukan siapa-siapa", Jawab grey masih fokus mengendarai mobilnya.
" Boleh kah, nanti kita mampir kesebuah restoran. Aku sangat lapar karena kau mengajak ku secara tiba-tiba ketempat tadi ", Ucap Zea sembari mengusap perutnya sejak tadi ia menahan lapar ia malu mengucapkan hal itu karena. ia biasanya bisa tidak makan seharian tetapi beda hal nya hari ini ia sangat lapar.
" Baik lah, nanti kita akan mampir ke sebuah rumah makan di depan sana ", Grey menarik ujung bibirnya ke atas .
Tidak butuh lama menuju rumah makan tersebut. mereka saat ini sudah berada di sebuah rumah makan tradisional dekat bukit yang letaknya tidak jauh dari pinggir jalan.
pelayan tersebut membawa sebuah nampan besar berisi makanan disana dan menaruhnya di atas meja mereka. Zea memesan makanan sangat banyak sampai meja bundar penuh dengan makanan.
"Kau memesan semua ini ? " , Tanya Grey terkejut dengan pesanan Zea yang sangat banyak itu.
Zea menganggukkan kepalanya sambil mengigit ujung sendok. mata nya tertuju pada makanan di atas meja ia bingung ingin mulai makan yang mana.
" Kau seperti orang kelaparan ", Ucap Grey sinis melihat wanita di depannya makannya terlalu banyak.
Zea fokus memakan sebuah daging serta sayuran. mulutnya penuh dengan makanan ia tidak menghiraukan ucapan grey yang terpenting perutnya harus terisi karena perjalan mereka masih panjang Menuju gedung Sky.
Grey mulai memakan makanannya sekali-kali melihat ke arah Zea mulutnya dipenuhi makanan sehingga pipinya mengembang. grey melihat tersebut tersenyum tipis.
Zea merasa dirinya di perhatikan sejak tadi oleh grey ia pun menghentikan makan nya.
" Makan lah .. jangan melihat ku seperti itu ", Ucap Zea membuat grey kaget dengan ucapan grey pun segera mengambil minuman dan mengusap mulutnya dengan ujung tisu.
" Cepatlah makan nya. kita akan melanjutkan perjalanan menuju resort ", Ucap Grey.
" What !! kita mau kemana lagi ? resort siapa yang kau maksud ? Bukan kah kita akan melakukannya kunjungan ke gedung sky untuk memastikan sudah sejauh mana pembangunan tersebut ", Ucap Zea masih menguyah makanan yang masih penuh di mulut nya.
" Telan dulu makanan mu baru setelah itu berbicara", Grey menyodorkan minuman kepada Zea
" Terimakasih ", Zea meminum minuman nya. " Apakah kita bisa langsung saja ke tempat pembangunan gedung Sky saja. tidak perlu ke resort ", Ucap Zea mulai gelisah
" Perjalanan menuju gedung sky akan melewati resort milik ku sehingga tidak masalah kita akan mampir sebentar kesana ", ujarnya grey
" Ishh..kenapa tidak bilang sejak tadi kalau resort nya tidak jauh dari sana ", Ucap Zea
Zea pun menyelesaikan makanan . setelah itu Zea dan grey keluar dari rumah makan tersebut dan menuju resort milik Grey. ia akan mengambil beberapa dokumen disana.
******************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u