
Tak berapa lama, Arsen keluar dari kamar nya dengan mengunakan kaos hitam polos dan celana pendek di atas lutut.
Arsen melihat Zea masih di area dapur lalu ia menghampiri nya. Zea mengambil bahan masakan di dalam kulkas dan mulai mengolah nya di meja dapur.
Arsen melihat hal sederhana itu yang membuat hatinya menghangat. Arsen diam diam memotret dan merekam nya.
" Kapan kita akan pulang ,Arsen ?, " Tanya Zea sambil memotong sayuran .
Zea masak makanan sederhana yaitu daging panggang dan salad sayur
" Kita akan bermalam disini. besok pagi kita akan kembali . " Jawab Arsen
" Aku tidak membawa pakaian ku , Arsen. " Kata Zea yang masih sibuk memasak.
" Kau tidak perlu khawatir. Denis sudah mengirimkan baju untuk mu. "
Setengah jam berlalu , Zea akhirnya menghidangkan makanan itu dimeja makan.
" Seperti nya ini sangat lezat. " Kata Arsen yang sudah duduk di kursinya.
Lalu Zea juga duduk setelah menata semua makanan di meja.
Arsen mengambil potongan daging serta salad berbanding kebalik dengan Zea yang makan potongan daging saja. Karen ia tidak suka dengan sayuran.
" Kau masih saja tidak suka sayuran, hmm. " Kata Arsen melahap masakan Zea.
Zea hanya menganggukkan kepalanya nya sebagai Jawaban.
" Makan lah sedikit sayuran itu. bagus buat tubuh mu. " Kata Arsen mengusap puncak kepala zea. " Cobalah dulu sedikit. " Arsen menyodorkan sendok nya ke arah Zea.
" Tidak,, tidak ,, aku tidak suka sayuran. " Kata Zea menutup mulutnya.
" kau harus mencobanya baru kau akan tau rasanya , Sayang." Bujuknya
" Aku sudah pernah mencoba nya . rasa aneh dan hambar. " Zea masih setia menutup mulutnya dengan tangannya.
" Benar tidak mau ? " Arsen menyuapi dirinya sendiri. Zea hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka pun makan berdua dengan suasana santai. Zea akhirnya mulai nyaman dengan kehadiran Arsen kembali . Dia merasa Arsen telah mengisi kembali ruang kosong di hatinya dulu membuat nya kesepian.
Setelah mereka makan malam bersama.
Mereka menonton film sampai malam di ruang tengah. Arsen menikmati moment kebersamaan nya dulu.
Zea bersandar di dada Arsen yang membuatnya sangat nyaman . kaki mereka terbungkus selimut, tubuh mereka saling berpelukan dengan lampu yang temaram hanya suara film yang terdengar.
" Aku merasa nyaman seperti ini.. apakah kau pernah melakukan ini selain bersama ku ? ", Tanya Zea
Zea melihat wajah tampan Arsen yang dirindukan selama ini. dan saat ini ia ada di hadapan nya.
" Selama ku tidak ada, beberapa wanita kau kencani ? " , Tanya Zea Penasaran.
" Ada beberapa wanita yang mendekati ku tetapi aku tidak menggubris nya. " Jawab Arsen
Zea mendengar hal itu ia sangat bahagia dan memeluk erat tubuh Arsen .
" Kau senang bekerja di sana ,honey ? " Tanya Arsen
" Hmm, aku senang bekerja disana, semua baik pada ku dan yang terpenting tidak memandang latar belakang seseorang ". Jawab Zea tersenyum padanya.
" Kalau kau mau, aku bisa membelinya untuk mu" , Tawarannya Arsen.
Zea mendengar Arsen mengucapkan hal itu segera menoleh ke arahnya.
Oh God, kau membeli perusahaan seperti membeli sebuah pakaian saja.
" No, jangan lakukan itu. karena aku tidak mau berkencan dengan bosnya dari bos ku dan aku tidak mau kalau selalu di awasi oleh pacarku nanti. " Kata Zea mengedipkan satu matanya.
" Kau menggoda ku , honey ?" ,Tanya Arsen
" Tidak ," Zea menggelengkan kepalanya
Arsen mengangkat tubuh Zea di pangkuan nya sehingga wajah mereka berhadapan.
Arsen mencium bibir Zea mesra. Zea melingkarkan tangannya ke leher Arsen .
Zea menikmati ciuman Arsen .
" Can i ?,"
" No , aku belum siap Arsen. " Jawabnya Zea
" Sebaiknya kau tidur. karena kalau tidak aku akan segera memakan mu , honey. " Kata Arsen sudah mulai terpancing gairahnya.
Arsen pun mengangkat tubuh Zea , lalu ia Menuju ke kamar mandi untuk menuntaskan keinginan menyelesaikan hasratnya yang tertunda.
************************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u all