
Sudah hampir tiga puluh menit Zea menunggu grey masih setia di depan laptop. ia tidak kunjung menutup laptopnya.
akhirnya ia memberanikan diri untuk melontarkan pertanyaan dari mulut nya.
" Apa aku boleh tanya sesuatu ?" tanya Zea sedikit gugup karena ini menanyakan diluar dari pekerjaan.
" Hmm.. tanyalah " , jawab grey masih fokus dengan laptopnya.
" Wanita yang waktu itu jenguk dirumah sakit . apa kah dia ibu mu ? " Tanya Zea merasa tidak enak menayangkan hal pribadi kepada nya.
Grey mendengar pertanyaan itu ia segera menutup laptopnya lalu beranjak dari duduknya dan segera menghampiri Zea yang masih di atas tempat tidur itu.
Zea melihat reaksi grey saat di lontarkan pertanyaan ia sedikit merasa tidak enak hati dan takut akan membuat grey marah kepada nya. Grey kini sudah di dekatnya. Zea mengigit bawah bibirnya ia merasa ada tidak beres dengan rekan kerjanya satu ini.
" apa yang kau lakukan ?", Tanya Zea sedikit menjauh karena grey cukup dekat dengannya. Zea memegang erat pinggir tempat tidur yang masih mengigit bawah bibirnya.
Grey mendekat kan wajahnya dan membisikkan sesuatu ke Zea. " Apa kau begitu penasaran dengan hal itu ? ", Bisik Grey tepat di daun telinga Zea. Zea merasa merinding dengan suara serta hembusan nafasnya hingga terasa pada indera penciuman nya bau mint .
Zea hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban ia masih enggan berbicara karena pria di hadapan begitu mengerikan seperti ingin menerkamnya ke kandang singa.
Grey melihat kearah Zea jarak antara mereka hanya beberapa centimeter saja sehingga rasa hembusan nafas masing-masing terasa. grey menatap mata biru hazel Zea dan sedangkan Zea menatap takut apa yang akan di perbuat dengan pria dihadapannya karena pria itu terkenal arogan dan pemarah. Grey melihat Zea masih mengigit bawah bibirnya ia merasa ingin melumatt bibir ranum Zea. " Sialll " Umpat dalam hati . ia pun menjauh dari hadapan Zea ia pun duduk kembali di sofa. lalu mengambil kembali laptop ia tari kembali di pangkuan nya.
Setelah Grey tidak ada di hadapan nya Zea menghembuskan nafas lega bahwa ia tidak dapat amukan dari pertanyaan tadi.
" Cerita nya panjang. kau tidak akan bisa menerima mencerna di dalam otakmu ", jawab grey menghindar dari tatapan Zea menurut nya mengemaskan.
" Ck .. menyebalkan ", umpatnya zea pelan
Walaupun Zea mengucapkan sangat pelan. tetapi grey tetap masih mendengar nya karena ruangan mereka kecil dan sunyi karena mereka hanya tinggal berdua tentu saja suara apapun akan terdengar. grey hanya tersenyum tipis.
" Saat ini nyonya sudah diperbolehkan pulang. sebaiknya di jaga pola makan nya dan jangan terlalu kelelahan. nanti setelah menyelesaikan administrasi akan di berikan beberapa resep obat untuk nyonya dan di minum rutin. karena kandungan anda lemah sehingga harus berhati-hati ", ujar seseorang suster saat melepaskan infusan di tangan Zea .
Zea sedikit mencerna apa yang di maksud ucapan Suster tadi.
" Hah maksudnya sus ? " Tanya Zea masih tidak mengerti
" Suami nyonya belum bilang soal ini ?" , ucap seorang suster menoleh ke arah grey dengan tersenyum ia pikir adalah sepasang suami-istri baru. " ia sebaiknya nyonya jangan di buat stress dulu jangan terlalu memikirkan yang berat-berat " , Ucap suster setelah melepaskan semua alat infus di tangan Zea .
Suster itu pun keluar dari ruangan itu meninggal mereka berdua di dalam. sedangkan Zea masih mencerna semua apa yang di ucapkan suster tadi.
Grey pun menutup laptopnya lalu beranjak dari duduknya ia hendak keluar untuk mengurus administrasi rumah sakit.
Zea masih terbengong-bengong ucapan tadi. ia belum menyadari bahwa grey dan suster sudah keluar dari ruangan hanya ia sendiri sekarang di dalam.
Dan beberapa saat Zea tersadar dari lamunannya " Apa bearti sekarang aku hamil ? anak Arsen ? sebentar lagi aku akan menjadi mommy ", Ucap Zea mata berkaca-kaca mendapatkan kabar bahagia nya. ia segera mengambil ponsel nya di nakas untuk menghubungi Arsen.
ketika ia hendak menekan nomor Arsen. ia hentikan dan kembali menaruh ponselnya di nakas. " Tidak ku beri tahu sekarang. aku akan memberi tahunya secara langsung ", Sambil mengelus perutnya masih rata itu.
******************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u