Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
76



"Mommy ingin Zea setelah menikah berhenti bekerja atau mengandung anakmu segera dalam waktu dekat ini ", Kata Mommy Karen serius menatap Kedua di hadapan putranya dan calon menantu nya.


Zea sedang menegak minumannya. sampai tersedak . Arsen yang berada di samping menepuk pelan punggung kekasih nya itu .


" Mom , pertanyaan mu mengejutkan Zea. ku mohon jangan membuat Zea menjadi tertekan", Kata Arsen menenangkan hati Zea atas persyaratan yang di ajukan oleh orang tuanya.


Sebenarnya Mommy Karen ingin memastikan saja bahwa wanita pilihan anaknya bisa membuat keturunan atau tidak. karena itu adalah penerus usaha mereka kelak . ia tidak mempermasalahkan mengenai status maupun latar belakang ia hanya ingin putranya miliki penerus. dan kenapa Mommy Karen ingin Zea berhenti bekerja karena ia ingin calon menantu fokus untuk mengikuti program hamil untuk melahirkan bibit unggul keluarga Xaverius.


" Untuk mengenai persyaratan itu-", Zea ingin mengatakan mengenai persyaratan itu tetapi sudah di potong oleh Mommy Karen .


" Kau tidak perlu menjawab nya sekarang. kau pikirkan dulu ucapan ku ", Ucap Mommy Karen


Zea menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


" Zea ,lain kali kita jalan-jalan berdua oke ? aku ingin lebih mengenal mu", Ajak Mommy Karen " Tetapi hanya kita berdua tidak ada bodyguard yang menjagamu ", tegasnya segera Menuju ke arah putranya mengunakan telunjuk.


" Boleh ", Zea menganggukkan dia seperti di beri lampu hijau dan akan memulai titik cerah pada hubungan mereka.


" Oke, seperti nya sudah cukup makan malam kita hari ini. Lain kali , berkunjung lah ke mansion keluarga ku jika kau memang yakin dan bersungguh-sungguh ingin menjadi bagian keluarga Xaverius", Mommy Karen pun menyudahi pertemuan itu. dia akan mencari waktu sendiri untuk mengobrol berdua sesama wanita.


Tuan dan Nyonya Xaverius berangsung bangkit dari duduk" Arsen , malam ini pulang lah ke mansion, ada yang ingin Mommy bicarakan padamu ", pintanya


" Oke mom, " Arsen pun melambaikan tangan saat orang tuanya meninggal ruangan VIP tersebut.


" Ku kira orang tua seperti kebanyakan Mertua jahat di drama yang akan tidak suka mendengarkan latarbelakang ku dan tidak memiliki siapa-siapa ", celetuk Zea sambil mengelus dadanya merasa lega.


Arsen terkekeh gemas dengan kekasihnya. ", Kedua orang tua ku hanya ingin mengenal dirimu lebih jauh, honey. kau tidak perlu memikirkan berlebihan ", tangannya mengelus lembut pipi Zea dengan penuh kasih sayang. " Mau anter sekarang atau kita mau jalan-jalan dulu ? ", Tawarnya


" Sebaiknya antarkan aku pulang. lagi pula kau tunggu oleh Mommy mu , Arsen ", pinta nya


" Baiklah kalau itu mau mu ", ucap Arsen.


Mereka pun menuju mobil . Arsen terlebih dulu antar Zea ke apartemennya lalu ia akan kembali ke mansion orang tuanya.


Di dalam mobil Zea memikirkan mengenai syarat yang di ajukan orang tua Arsen . ia sudah membuka hatinya sepenuhnya untuk Arsen.


kendaraan roda empat itu pun sampai juga di apartemen. Arsen menggandeng tangan Zea dengan erat . bibir keduanya terus mengulas senyum.


Mereka sudah tiba pintu unit apartemen milik Zea saat di ambang pintu Arsen pamit.


" Honey, aku langsung pulang, Mommy ku pasti menunggu ", Arsen merasa ada sesuatu yang ingin di sampaikan oleh kedua orangtuanya karena untuk kembali ke mansion.


Zea menganggukkan kepalanya dan mengelus lengan kekar Arsen " Titip kan salam ku untuk kedua orangtuamu " , ia mendaratkan kecupan pada pipi Arsen .


" Tentu saja , aku akan menyampaikan pesan mu untuk orang tua ku", Mengecup sekilas bibir Zea .


" Pulanglah , jangan membuat kedua orang tuamu menunggu mu terlalu lama ", usir Arsen dengan lembut .


"Nanti malam jangan menunggu ku. malam ini ku menginap di mansion orang tuaku ", ucap Arsen


" Hmm ",


Tangan Arsen meraih tengkuk kekasihnya dan lagi-lagi mendaratkan ciuman lumayan lama. " Aku mencintaimu , Zea ", Lirih Arsen saat melepas ciuman nya.


Zea tidak menjawab nya ia hanya membalas ciuman sekilas. " Kalau kita seperti ini terus yang ada kau tidak akan pergi Arsen ", mendorong dada bidang milik kekasihnya.


" Hmm, baiklah ku akan pulang . ingat bila ada sesuatu segera hubungi ku", Mengelus pipi Zea dengan lembut.


Arsen pun meninggalkan Zea sendiri di apartemen itu. dan ia segera Menuju mansion kedua orangtuanya.


************************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u all