One Step Closer

One Step Closer
9



Sepeninggalan dr. Evan dan kedua putrinya, Wulan termenung. Ia masih sedikit kaget ternyata dr. Evan adalah papa dari si kembar.


" Hey.., kamu melamun?? eh siapa pria tampan tadi?? " tanya Mbak Nita.


" Ah, itu Mbak, dokter tempat Wulan periksa, dan ternyata itu papanya Safa dan Marwah, " jelas Wulan.


" HAH?? yang benar ?? pantes sikembar cantik, papanya ganteng banget, " jawab Mbak Nita.


Wulan hanya mengiyakan, " benar banget, kalo gen keturunan itu gak akan menipu hasil, " gumamnya dalam hati.


" Oia, siang ini Mbak ijin sebentar yaa, keluarga Mbak ada acara pertunangan, " ujar Mbak Nita.


" Oh, gitu yaa, baik Mbak, " dan Wulan jadi berpikir cepat, berarti ia tak bisa meninggalkan tokonya untuk mengambil hasil lab.


" Wulan, sepertinya kita kehabisan beberapa bahan kue, tolong pesan lagi yaa, Mbak mau stok roti keju sebelum Mbak pergi".


" Oh, iyya Mbak segera Wulan telfon Cici Amel, " ujarnya seraya meraih handphone dari saku celananya.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Didalam mobil dr. Evan terlihat tersenyum mengingat moment tadi.


" Papah kenapa?? " tanya Safa.


dr. Evan seolah tersadar.


" Gak, papa gak kenapa-napa".


" Kok, senyum sendiri?? " tanya Safa kembali.


" Karena papa senang kedua anak papa ikut papa kerumah sakit" ucapnya bohong.


" Seneng deh, Tante Wulan udah sembuh, jadi lusa kita bisa ketemu lagi, " ujar Marwah riang.


dr. Evan berbalik posisi mengarah kepada Marwah yang duduk disebelahnya.


" Kalian suka sama Tante Wulan?? " tanya dr. Evan serius.


Keduanya kompak mengangguk seraya tersenyum.


" Tante Wulan lembut dan baik banget pah, " jelas Safa memberi gambaran.


" Kita pernah gak bawa uang, dan Pak Didi juga gak cukup uangnya waktu bayar, tapi Tante Wulan gak marah, ia cuma senyum dan kasih gitu aja kuenya ke kita, " ingat Marwah.


" Tapi, besoknya kita bayar loh pah, " jelas Safa.


" Tapi Tante Wulan gak mau terima, katanya untuk persahabatan jadi gak perlu bayar yang kemarin, " jelas Safa kembali.


" Makanya kita sedih denger Tante Wulan sakit kemarin, " ujar Marwah seraya melihat wajah papa ya.


Seketika dr. Evan terhipnotis oleh pandangan Marwah, tatapan tulus kesedihan akan sakitnya Wulan membuat mereka cemas.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dirumah sakit, dr. Evan membawa Safa dan Marwah ke kamar bayi dan meninggalkannya bersama dua orang perawat. Dalam sebulan Safa dan Marwah bisa dua kali melihat bayi-bayi ini. Mereka gemas melihat bayi-bayi kecil itu. Safa dan Marwah pun tak berlama-lama karena batas melihat bayi hanya 30 menit.


Setelah puas melihat bayi-bayi itu, Safa dan Marwah kembali menuju ruang dr. Evan dengan diantar oleh seorang perawat.


Tok...tok.., suara pintu diketuk.


" Iyya, terima kasih Suster, " ucap dr. Evan dari balik meja kerjanya.


Dan terlihat kedua putrinya masuk dengan berlahan.


" Safa Marwah, balik kerumah yaa??" kata dr. Evan melihat keduanya.


" Iyya papa, " ucap Safa patuh sambil melihat Marwah yang tengah membenarkan bandonya yang longgar.


dr. Evan pun mengambil handphonenya dan memilih kontak nama Supir Pak Didi, dan menelfonnya kemudian.


"Pak, ambil anak-anak diruangan Saya, " ujar dr. Evan


" Baik Tuan, " ucap Pak Didi sigap.


dr. Evan pun memutuskan komunikasi itu seraya memperhatikan kedua anaknya dengan senyum. Dan ia melihat jam sekilas ditangannya, dan menarik beberapa lembar kartu pasien dan tangannya terhenti di nama pasien Wulansari.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Siang itu dr. Evan seperti menunggu kedatangan Wulan untuk mengambil hasil labnya. dr. Evan melihat dari hasil lab Wulan begitu serius, hasil lab tertulis : FT4 1.26 , TSHs 1.867 , LH <0.5 , FSH 1.47, Prolactin 34.31 dan Estradiol <10 dan AMH 0.68 , AMH SI UNIT 4.86 ada beberapa poin yang memang harus Wulan jalannin dengan terapi obat.


FT4ย adalah hormon tiroksin, hasil Wulan tergolong normal (normal: 0,7-1,8 ng/pL)


TSHsย / thyroid stimulating hormon, yaitu hormon yang merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroksin, hasil Wulan tergolong normal (normal: 0.4-5 mIU/L)


LHย (luteinizing hormone) danย FSHย (follicle stimulating hormone) adalah hormon yang mempengaruhi perkembangan sel telur di dalam ovarium. Kadar hormon ini bervariasi dalam siklus menstruasi. Kadar LH Wulan rendah (normal 1-18 mIU/dL pada fase folikular menstruasi), kadar FSH Wulan rendah (normal 3,1-7,9 mIU/mL pada fase folikular menstruasi).ย 


Hasil estradiol Wulan rendah (normal 27-123 pg/nL)


AMH (anti Mullerian hormone) adalah hormon yang dilepaskan oleh kantung sel telur (folikel) dalam oovarium. Kadar AMH dapat digunakan untuk mengetahui cadangan sel telur dalam ovarium. Kadar AMH Wulan tergolong rendah (normal 1,5 - 4,0 ng/mL)


Tok...tok...


Dan dr. Evan sedikit terkejut dengan ketukan pintu tersebut, ia melihat ke arah pintu.


" Dokter, pasien sudah datangn " ujar Perawat seraya masuk.


" Baik, segera masuk, " jawabnya dengan senang, tapi detik kemudian senyum dr. Evan hilang, ia berfikir bahwa pasien Wulan yang datang, ternyata pasangan suami istri yang akan menjalankan proses bayi tabung dengannya.


Dan kembali wajah dr. Evan serius menghadapi pasangan suami istri tersebut. Namun pikirannya masih teralihkan dengan sosok Wulan.


Sampai dengan sore sosok Wulan tak kunjung datang keruang dr. Evan.


" Suster? apa masih ada pasien lagi??, " tanya dr. Evan.


" Ada dua pasien lagi dokter, " jawab Suster yakin.


" Apa pasien Wulan sudah datang??"


" Hhmm, tidak ada pasien bernama Wulan dokter hari ini, " jawab Suster dengan yakin.


" Oh, oke, " jawab dr. Evan sedikit kecewa.


" Aneh, kenapa aku jadi menunggu kedatangannya??," gumamnya dalam hati.


dr. Evan pun tersenyum menertawakan dirinya sendiri yang sedari tadi menunggu pasien Wulan.