One Step Closer

One Step Closer
54



Mobil sedan mewah itu pun sampai pada mall Senayan city yang berada dipusat ibu jakarta. Mobil itu masuk kedalam komplek parkiran dibawah mall.


Ketika mobil itu terparkir sempurna, para penumpang turun dengan wajah gembira. Keduanya hanya mau berpegang tangan pada wulan, dr. Evan ditinggal begitu saja dibelakang yang mengekor ketiga dari belakang.


Marwah/"papa??papa ikut nonton juga kan??"


dr. Evan/"iyya papa ikut nonton kok"


Safa/"jangan tidur yaa pah??"celetuknya yang membuat wulan tertawa.


dr. Evan/"papa usaha kan" ucapnya


Dan keempatnya sampai pada tempat cinema XXI. dr. Evan membelikan tiket dan wulan bersama kedua kembar membeli beberapa cemilan.


Pada pukul 11.30 mereka pun masuk kestudio untuk menonton film frozen 2. dr. Evan memilih duduk disisi kanan wulan sedangkan safa marwah duduk bersejajar disebelah kiri wulan.


Dan tak berselang lama lampu ruangan biskop yang telah penuh para penonton pun menjadi gelap, sedetik kemudian cahaya dari layar lebar pun diputar. Beberapa iklan pun silih berganti promosi dilayar itu, butuh 5 menit iklan itu diputar hingga sampai di pembukaan film frozen 2 itu di putar.


Safa marwah dengan antusias menatap layar besar itu, penglihatan mereka tak bergeming dari layar.


dr. Evan memperbaiki posisi duduknya sedikit turun dan ia menyandarkan kepalanya dengan nyaman pada kursi. Wulan yang menyadari perubahan posisi duduk dr. Evan melihat dengan sedikit bingung.


dr. Evan/"bangunkan aku jika filmnya sudah akan selesai"ucapnya berbisik yang tak begitu jelas didengar oleh wulan.


Berselang dari itu tangan dr. Evan pun meraih jemari tangan wulan yang berada dipangkuan wulan, lalu seketika dr. Evan pun terlelap tidur.


Wulan hanya menatap dr. Evan dengan tersenyum. Akhirnya ia tahu kebiasaan tidur dr. Evan yang kapan saja dan dimana saja pasti dr. Evan bisa tertidur, bahkan didalam bioskop sebising ini.


Dan tak berselang lama dari lelapnya tidur dr. Evan, sisi kepala dr. Evan pun jatuh pada pundak wulan yang mungil.


Deg..


Jantung wulan berdebar merasakan hal itu. Ia tak bisa bergerak dengan mudah untuk menjaga kepala dr. Evan agar tak jatuh dari sandaran pundaknya.


"dokter?? mungkin ini tidak mudah, tapi beri wulan waktu untuk jatuh cinta pada mu"lirihnya dalam hati, dan wulan pun mengubah tautan tangan dr. Evan dengan merapatkan jemarinya kesela-sela jemari dr. Evan.


Sesaat mata dr. Evan terbuka, ia menyadari ubahan jemari tangannya dijemari wulan yang kini tertaut disela-sela jemarinya. Dan ia tersenyum simpul, lalu tertidur kembali dengan rasa bahagia.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Dan film frozen 2 itu menghabiskan waktu 140 menit. Hingga keempatnya keluar dengan perut kosong.


dr. Evan/"kalian lapar??? kita makan dulu yuk??"ajaknya yang tanpa disadari tak melepaskan tautan tangannya dengan wulan sedari tadi.


Marwah/"kemana aja deh pah!!marwah lapar banget!!"ujarnya yang mengandeng tangan safa.


Wulan/"apa aja"ujarnya cepat.


dr. Evan/"ya udah kita ke lantai 5 yaa" ucapnya dan berjalan menarik tangan wulan untuk mengikutinya.


Dan setelah berganti lantai sampai laah mereka pada lantai 5 dan mereka masuk ke restoran remboelan yang menyajikan menu-menu khas indonesia.


Safa marwah antusias dan berlomba -lomba untuk bisa duduk bersebelahan dengan wulan. Dan dr. Evan pun mengalah untuk kedua putrinya yang berebut untuk duduk dekat dengan ibu baru mereka.


Selang beberapa saat pelayan datang dengan membawa menu restoran. Mereka memesan beberapa makanan dan juga cemilan.


Selang beberapa saat hidangan pun datang dihadapan mereka. Safa marwah makan berdoa sebelum makan dan keduanya makan berlahan. Wulan melihat dengan senang, keduanya pun bukan anak yang pemilih makanan. Kecuali seafood yang menjadi makanan pantangan mereka.


dr. Evan/"kenapa kamu gak makan??"


Wulan/"ah, makan kok dokter"ucapnya serata memulai menyendokan makanan kedalam mulutnya. Ia makan ketoprak yang menurutnya cukup lezat.


dr. Evan/"besok jam berapa??"


Wulan/"???"


dr. Evan/"bukan kah besok foto prewed??"


Wulan/"ah!!! iyya" ucapnya sedikit terkaget.


"kenapa??apa dokter tidak bisa??"


dr. Evan/"aku sudah mengosongkan jadwal untuk besok"


Wulan/"ah"ujarnya paham.


Safa/"apa kami boleh ikut???"pintanya yabg mendengarkan pembicaraan wulan dan dr. Evan.


dr. Evan/"gak, Kalian besok ada jam privat sama miss suri dan miss dian"ucapnya tegas.


Dan jawaban itu disambut dengan cemberut keduanya. Wulan yang melihat sedikit kasian, ternyata dr. Evan cukup tegas dalam belajar untuk kedua putrinya.


Wulan/"nanti kalo kalian dapat nilai bagus, mama wulan kasih sesuatu??"ucapnya yang membuat safa marwah jadi penasaran.


Marwah/"sungguh?? apa??"


Wulan hanya menganggu dan melanjutkan makan ketopraknya lagi tanpa menjawab pertanyaan marwah lagi. Dan hari itu menjadi moment mereka kedua untuk jalan-jalan bersama.