
Setiba dibandara dr. Evan melihat dengan serius ke wajah wulan. Ia benar-benar tak percaya bahwa wulan adalah orang bandung. dr. Evan mengetahuinya ketika memesan tiket dan bertanya kemana tujuan penerbangan.
dr. Evan/"jadi kamu orang bandung??"
Wulan menganggu cepat. "emang kemana sih??" gumannya dalam hati.
dr. Evan/"kenapa kamu gak bilang dari awal kalo tujuan kita ke bandung??"
Wulan/"yaa kan dokter gak nanya"
dr. Evan pun menghela nafas panjang.
dr. Evan/"yaa maaf mungkin terdengar lucu, tapi orang tuaku juga dibandung bukan kah ini suatu kebetulan, dan nanti kamu akan kerumah ku juga"
Dan kali ini wulan yang terperanjah kaget.
dr. Evan/"kenapa?? apa kamu pikir kita tetangga??"
Wulan/"hah?? gak?? gak mungkin?"
dr. Evan pun tertawa melihat wulan yang sedikit panik.
dr. Evan/"kalo tadi tau tujuan ke bandung anak-anak kan bisa ikut" ujarnya yang kini melepaskan dasi dari kerah kemejanya dan menggulungnya begitu saja dan duduk diruang tunggu penerbangan prioritas.
Wulan/"ah, maaf dokter" ujarnya pelan dan sedikit menyesal.
dr. Evan/" gak papa, kita akan punya banyak waktu untuk kemana-mana bersama"
Dan kata-kata dr. Evan tadi sukses membuat wulan terpanah.
"duuuuh..dokter kenapa selalu ngeluari kata-kata menusuk kehati siih??"gumam wulan dalam hati.
πππππ
Penerbangan kali ini benar-benar beda untuk wulan. Biasanya ia kemana-mana sendiri, ia terbiasa mandiri sedari dulu. Tapi hari ini sedari tadi pria disampingnya ini benar-benar membuatnya bak tuan putri. Wulan merasa canggung dengan perlakuan dr. Evan yang benar-benar terlalu baik baginya.
Contohnya sekarang, sedari pesawat take off dr. Evan tak melepaskan gengaman tangannya dari wulan, padahal pria ini sedang tertidur.
Wulan hanya bisa menghela nafas panjang. Dan mencoba terbiasa dengan perlakuan dr. Evan padanya. Berlahan ia mengalihkan pandangannya pada jendela pesawat yang gelap karena malam. Pikirannya mungkin segelap malam itu, ia benar-benar cemas akan esok.
Penerbangan 35 menit itu pun seakan lama berjalan.
πππππ
Penerbangan itu dengan mulus tiba dibandung. Waktu menunjukkan pukul 9 malam, dan keduanya menanti taksi ditempat antrian.
dr. Evan/"apa kamu langsung pulang kerumah?"
Wulan sedikit bingung untuk menjelaskan pada dr. Evan kondisi sebenarnya.
dr. Evan/"???"
Wulan/"sejujurnya ini agak sulit untuk dijelakan" ucapnya ragu.
dr. Evan mencoba untuk tak bertanya lagi, ia tak ingin membuat wulan tak nyaman.
dr. Evan/"kalo begitu aku akan menemani mu"
Wulan/"HAH??" kaget
dr. Evan seketika tertawa, melihat ekspresi terkejut wulan.
dr. Evan/"tenang, kita tidak akan satu kamar, tapi dua kamar"ujarnya mencoba menahan tawanya.
Seketika wulan lega, agak aneh memang tapi hal tadi cukup membuat wulan syok berat. Dan keduanya pun menaiki taksi yang membawa mereka ke hotel trans luxury bandung.
Dilobby hotel dr. Evan memesan dua kamar dan wulan berusaha untuk membayar sendiri kamarnya. Tapi hal itu dihalangi dengan kartu Platinum dr. Evan yang telah lebih dulu berada ditangan sang pegawai hotel.
Setelah transaksi pemesanan hotel selesai dr. Evan mengajak wulan untuk makan malam. Ia benar-benar lapar sedari tadi. Wulan tak membantah ia mengikuti dr. Evan yang kini tangannya mengandeng wulan untuk berjalan ke mall trans studio yang bersebelahan dengan hotel trans luxury.
Keduanya berjalan memasuki mall trans studio yang terlihat ramai oleh pengunjung. Langkah mereka tertuju pada lift yang akan membawa mereka kelantai 5. Dilantai 5 terdapat beberapa restoran dan dr. Evan menunggu wulan untuk memilih.
Wulan/"bagaimana kalo kita makan warung Betawi??"
dr. Evan menyetujuinya, dan langkah keduanya pun masuk ke restoran betawi yang terlihat dengan ciri khas pakaian para pelayannya.
Keduanya duduk di meja tengah restoran yang terlihat terang. Dan seorang pelayan pria pun menyapa ramah seraya memberikan menu kepada keduanya. Lalu meninggalkan keduanya selama memilih menu.
Wulan melihat menu dengan antusias.
Wulan/"hhmm, karena sedari tadi dokter terus yang bayar kali ini biar wulan yang traktir" ucapnya yang kini tertangkap basah dengan pandangan dr. Evan yang menatapnya.
dr. Evan/"aneh??"
"apa kamu mempunya kepribadian ganda??atau saluran air mata mu yang salah??"dr. Evan menatap dalam wajah wulan yang cantik disinari lampu.
Seketika wulan jadi salah tingkah. Ia pun mengalihakan pandangan ke menu restoran.
Wulan/"dokter suka apa??"
dr. Evan/"kamu!!"jawabnya singkat seraya memandang wajah wulan.
Wulan terpanah mendengarkan ucapan dr. Evan.
dr. Evan/"sepertinya benar??"
"benar aku menyukaimu"ucapnya lagi yang terus memandang wajah wulan.