One Step Closer

One Step Closer
55



Pagi harinya, wulan tengah bersiap menunggu jemputan dr. Evan untuk melakukan pemotretan.


Wulan duduk di cafe mini milikny seraya menunggu balasan pesan dari ayahnya. Ia sedikit gelisah, perasaan tak nyaman menghinggapi dirinya sedari tadi malam.


Dan tak berselang lama mobil sedan mewah milik dr. Evan pun muncul di halaman parkir toko dr. Dessertnya. Wulan bangun dan mengambil paper bag miliknya dan berjalan ke arah mbak nita yang tengah menyusun roti-roti yang baru siap masak dari oven.


Wulan/"mbak, wulan pergi dulu yaa, sekiranya wulan telat pulang tolong mbak kunci aja trus"jelasnya.


Mbak nita/"iyya, semoga pemotretannya menyenangkan yaa"ujarnya seraya melihat punggung wulan yang berlalu keluar pintu toko.


Wulan berjalan berlahan di sisi pintu mobil dr. Evan. Dan ketika pintu terbuka, wulan disambut oleh senyum hangat dr. Evan yang terlihat tampan seperti biasanya.


dr. Evan/"kemana kita akan pergi??"ujarnya yang melihat wulan yang kini telah duduk dijok sampingnya.


Wulan pun mengeluarkan handphonenya dan melihat history wa dari sang fotografer.


Wulan/"kita ke Xxxxx daerah Vvvvv"


dr. Evan pun mengangguk paham berlahan ia mengubah posisi gigi mobil dan seketika mobil mewah itu berjalan kearah jalan raya dan berjalan santai menuju alamat yang yang dituju.


dr. Evan/"minggu depan ibu dan eva akan datang"ujarnya memecah keheningan


Wulan sedikit terkaget, dan ia hanya mengangguk. Dan kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri, seraya melihat handphonenya.


dr. Evan/"bagaimana dengan ayah mu??"


Wulan terpaki dengan pertanyaan dr. Evan.


Wulan/"ayah?? ayah masih belum memberi kabar"


dr. Evan mengangguk paham. Dan ia kembali fokus pada arah tujuan mereka.


Selang beberapa saat mobil mewah itu pun sampai pada sebuah toko yang telah dibuat dengan desain yang unik.


Wulan dan dr. Evan turun bersamaan. Berlahan wulan berjalan untuk masuk kedalam studio foto itu yang di ikuti dr. Evan dari belakang.


Dan terlihat seorang wanita dengan pakaian santai tengah menyusun beberapa kotak-kotak sedang yang terlihat berat.


Wulan/"permisi mbak, saya wulan hari ini ada jadwal untuk pemotretan prewed".


Wanita itu pun berhenti sejanak membereskan kotak-kotak itu, ia tersenyum ramah kepada wulan.


Wanita/"ah, baik coba saya liat dulu yaa di komputer" ujarnya yang tiba-tiba kembali ke meja sederhana disudut ruangan yang terlihat seperti ruang sederhana menyambut pelanggan.


Wanita/"hhmmm, dengan mbak siapa??"


Wulan/"wulan mbak"


Wanita/"ah iyya mbak wulan dari kliennya mas ari yaa??udah ditunggu mbak didalam, mari ikut saya!!" ujarnya ramah.


Wulan dan dr. Evan pun mengikuti wanita berbaju hitam itu dan mereka dibawa keruangan yang terlihat seperti tempat kostum dan make up.


Wulan dipersilahkan duduk dikursi meja rias. Dan tak berselang lama seorang wanita muda masuk dengan ramah menyambut wulan.


dr. Evan pun dibawa keruangan oleh wanita tadi untuk dimake over.


Butuh 1 jam lebih untuk wulan siap bermake up. Ketika ia keluar dari ruang rias terlihat dr. Evan terkesima dengan penampilan wulan yang berbeda. Wulan pun keluar dengan sedikit malu-malu dan menatap dr. Evan berlahan.


Wulan/"hhmm, apa terlihat aneh??"


dr. Evan/"kau cantik!" ucapnya singkat tapi justru membuat jantung wulan berdebar.


Seorang pria masuk dengan membawa camera menghampiri mereka berdua.


Fotografer/"siang, perkenalkan saya bayu yang akan mengabadikan moment kalian berdua, mohon kerja samanya"ucapnya ramah yang membuat wulan dan dr. Evan jadi salah tingkah.


"mari kita ke studio sekarang?"ucapnya lagi seraya berjalan lebih dahulu ke ruangan yang di tuju.


Wulan dan dr. Evan juga mengikuti fotografer itu dan berhenti sesaat.


Fotografer/"ayo mbak dan masnya masuk ke tengah dan silahkan berekspresi"


dr. Evan/"????" saling beradu pandang dengan wulan yang bingung.


Dan seketika fotografer pun berhenti didepan keduanya yang masih berdiri dibelakangnya.


Fotografer/"ayo mbak kearah sini dan masnya juga ayo, masa bengong aja!!"ujarnya mencoba untuk mencairkan suasana.


Tangan wulan berkeringat dingin, ia benar-benar tak tau harus bagaimana bergaya dengan dr. Evan. Dan berakhir keduanya hanya berdiri mematung bagai foto wisuda.


Sesaat mas fotografernya menghela nafas panjang.


fotografer/"hhmmm, maaf mbak dan mas gak dalam lagi bertengkar kan ??? atau kalian dijodohin tapi tak mau??"ujarnya bingung pada pasangan ini.


Seketika wulan tersenyum, menahan tawanya mendengar pertanyaan mas fotografer yang kebingungan. dr. Evan pun sukses tertawa lepas mendengar hal itu.


dr. Evan/"kita gak lagi bertengkar mas dan kita ketemu karena takdir bukan perjodohan siti nurbaya"ucapnya yang berlahan mendekat kearah wulan, seraya mencoba merapat meraih jemari wulan yang terkesima dengan ucapan dr. Evan.


"bertemu karena takdir???"bisik dalam hati wulan.


dr. Evan/"ayo, kita buat foto terbaik" ucapnya mencium jemari wulan.


Wulan berlahan membalas dengan senyuman yang membingkai indah wajahnya.


Dan berlahan wulan pun melembutkan sentuhannya pada dr. Evan. Ia seakan dibuat jatuh cinta oleh dr. Evan. Secara natural pose yang terjepret di kamera fotografer pun memancarkan cinta keduanya.







Fotografer /"oke selesai" ucapnya setelah mengambil foto terakhir wulan dan dr. evan.


Wulan dan dr. Evan terlihat masih menikmati moment itu keduanya dengan antusias melihat asil jepretan mas fotografer yang terlihat bagus. Mereka tak menyangka hasil dari fotonya akan sebagus ini.


Fotografer /"oke mbak dan mas terima kasih banyak, secepatnya saya edit dan diserahkan pada pihak cetak undangan yaa"ucapnya menghampiri keduanya yang tengah melihat-lihat di komputer diruang studio.


Wulan/"iyya terima kasih mas"ucapnya pelan.


fotografer/"sama-sama mbak, terima kasih sudah pakai jasa kami"


wulan dan dr. evan pun berjabat tangan sebelum mereka ditinggal oleh fotografer yang sudah seharian memotret mereka.


Dan wajah wulan pun berpaling melihat dr. Evan yang juga melihatnya. Keduanya pun berakhir tertawa pelan. Entah apa yang membuat mereka lucu sehingga kompak tertawa.


Sesaat wulan dan dr. Evan pun kembali keruang ganti untuk menganti pakaian mereka lagi. Dan dr. Evan menunggu di depan mobil. Wulan pun keluar dari toko studio itu dengan sedikit membawa paper bang sedang miliknya.


Hal itu disambut senyuman oleh dr. Evan untuk wulan sehingga wulan pun seakan hilang lelahnya seketika.


dr. Evan/"ayo!!"


Wulan pun berlahan masuk kedalam mobil milik dr. Evan, ia duduk senyaman mungkin menyandarkan tubuhnya yang sedikit lelah dengan pemotretan hari ini.


dr. Evan pun melajukan mobil berlahan menyusuri jalan ibu kota yang telah gelap. Namun beberapa saat rasa lapar melanda perut dr. Evan.


dr. Evan/"bagaimana kalo kita makan dulu??"tanyanya yang menunggu jawaban wulan. Namun tak kunjung mendapat jawab dari wulan. Berlahan dr. Evan mencuri pandang melihat sisi sampingnya, dan terlihat wulan tertidur dengan wajah yang terlihat lelah.


dr. Evan pun berlahan menepikan mobilnya kesisi badan jalan. Sesaat ia menatap wajah wulan dengan dalam. Tangannya reflek menyentuh rambut wulan yang terlihat menutupi wajahnya. dr. Evan pun berinisiatif mengambil jas wolnya untuk menutupi tubuh wulan.


Sorot mata dr. Evan trus memandang wajah wulan yang tertidur. Dan berlahan ia mendekatkan wajahnya pada wulan.


Cup.. ia mencium kening wulan dan membelai lembut rambut wulan yang terlihat indah tergerai dipundaknya.


dr. Evan/"terima kasih untuk hari ini, wulan" ucapnya berbisik. Dan ia pun kembali menghadap kedepan mobilnya dan mulai menyetir mobilnya berlahan.