
Disepanjang jalan pulang, wulan terdiam se
ribu bahasa. Ia membisu seraya melihat keluar jendela mobil. dr. Evan melihat wulan dengan cemas.
dr. Evan/"kau tak apa-apa??"
Wulan hanya menganggu menjawab dengan cepat pertanyaan dr. Evan. Lalu ia pun kembali melihat keluar jendela mobil.
dr. Evan melihat jam ditangannya dan terlihat jam 12 siang.
dr. Evan/"apa kau lapar?? bagaimana kalau kita makan dulu"
Wulan/"bisa kah kita langsung ke hotel??"pintanya dengan suara yang agak berat.
dr. Evan mengenyitkan dahi melihat wajah wulan.
dr. Evan/"kau sakit???"
Wulan/"ah, gak.. wulan baik-baik aja dokter" ucapnya yang menyela dengan tertawa kecil dibuat-buat untuk meyakinkan dr. Evan yang terlihat cemas.
Mobil sedan itu pun melaju dengan cepat hingga sampai pada parkiran hotel mereka. Wulan turun dengan segera. Ia tak menunggu dr. Evan lagi, Wulan berlari kecil meninggalkan dr. Evan yang melihatnya bingung diparkiran. Dengan terburu-buru wulan menunggu pintu lift terbuka.
Pikiran wulan kalut, hal yang tak bisa ia hindari adalah rasa mual yang sedari tadi ingin tumpahkan. Ia berusaha untuk masuk kekamarnya segera. Wulan berlari menuju kamar mandi dan ia muntah diwastafel. Hal yang selalu terjadi jika ia bertemu ibu tirinya tubuh wulan agak bereaksi aneh, ia akan muntah seharian seakan mual itu tak akan reda selagi pikirannya masih mengingat ibu tirinya.
Butuh waktu lama bagi wulan untuk mengontrol dirinya. Rasa mual itu terus merajai tubuhnya hingga ia lemas. Terdengar samar-samar suara ketukan pintu kamar wulan. Tapi wulan tak beranjak dari kamar mandi.
Selang beberala menit suara ketukan pintu itu tak terdengar lagi. Berlahan wulan pun berjalan menuju sisi kasurnya dengan lemah. Ia terduduk jatuh disisi kasur besarnya sesaat dengan menahan rasa tak nyaman pada tubuhnya.
Namun sesaat terdengan suara pintu kamarnya terbuka, suara derap langkah seseorang masuk pun dirasakan oleh wulan yang tak kuat untuk beranjak bangun.
Dan wulan melihat dengan samar sosok dr. Evan yang terkejut melihat wulan yang terkulai lemas disisi tempat tidur. Dan sesaat kesadaran wulan pun hilang.
πππππ
Wulan membuka matanya berlahan, berlahan ia mencoba untuk benar-benar sadar. Dan seketika wulan terkaget dan tersadar ia mengeyitkan dahinya melihat ruangan yang beda dari kamar hotelnya.
dr. Evan/"kau sudah sadar??"ujar dr. Evan yang mengejutkan wulan seketika.
Wulan/"dokter?? ini??"ujarnya bingung.
dr. Evan/"kau pingsan!!"
Wulan/"maaf dokter" ujarnya tak enak, dan berusaha bangun, namun hal itu dihalangi oleh dr. Evan yang duduk ditepi ranjang pasien dan menyuruh wulan untuk tetap tebahan.
dr. Evan/"lebih baik istriahat dulu, setelah infus ini habis baru boleh bangun dan kita bisa pulang"
Wulan/"maaf dokter, jadi merepotkan"
dr. Evan tak menjawab ia hanya tersenyum melihat wulan.
πππππ
Jam menunjukkan pukul 8 malam, wulan pun keluar dari rumah sakit. Ia menunggu dr. Evan dilobby rumah sakit yang tengah berbingcang dengan rekan dokter dari rumah sakit itu. Selang beberapa saat dr. Evan pun berjalan menghampiri wulan.
dr.Evan/"kau yakin sudah baikan??" tanya dr. Evan serius.
Wulan mengangguk dengan yakin.
Wulan/"ya, ini sudah jauh lebih baik"
dr. Evan/"bagus laah, apa kau lapar??"
Wulan/"ya"
dr. Evan/"ayo??"ujarnya seraya mengulurkan tangan kehadapan wulan.
Wulan sedikti terkaget. Namun berlahan ia meraih tangan dr. Evan dan berjalan bersama ke tempat mobil diparkirkan.
π£π£π£π£
Apakabar sabahat??? semoga semua baik yaa. Saya hanya inging mengabarkan, mungkin untuk beberapa hari ke depan upnya agak telat yaa. Karena satu dan lain hal yang harus saya kerjakan.
Sebisanya saya up cerita dr. Evan dan mbak wulan. Hanya butuh sabarnya sahabat semuanya. Terima kasih juga untuk sahabat yang sampai dengan saat ini masih setia.
Tetap dukung saya dengan beri like dan koment sebagai penyemangat saya dalam menulis.
Sekali lagi terima kasih banyak yaa sahabat.
Kumawoyo Yorobun πππ