
Hari pernikahan Wulan dan dr. Evan tinggal 1 hari lagi. Segala persiapan telah dilaporkan oleh kak Ari bahwa sejauh ini semua telah mencapai 95%. 80 Undangan pun telah Wulan sebarkan kepada kerabat dan kolega bisnis Wulan, sisanya 280 undangan adalah milik dr. Evan yang juga telah tersebar kepada kerabat dan koleganya. Toko dr. Dessert pun menjadikan hari ini hari terakhir buka sebelum tutup sampai 4 hari kedepan.
Dan si pemilik Wulansari tengah santai duduk dibandara menyuapi es crim kedalam mulutnya seraya menunggu jadwal ketibaan pesawat dari Bandung. Ia menjemput seorang pria yang sanggat ia cintai "Ayah". Ayah akan tiba seorang diri, ibu tiri dan kakak tiri wulan tidak hadir dengan alasan yang pasti sudah Wulan pahami.
Beberapa kali Wulan melihat jam tangannya. Ia memastikan bahwa ia tak melewatkan jam ketibaan pesawat dari Bandung. Dan sekitar 15 menit kemudian Wulan bangun dan masuk kedalam bandara dan mencoba berdiri ditempat biasanya para penumpang keluar.
Selang 25 menit kemudian sosok yang ditunggu itu muncul dengan berjalan berlahan. Pria yang kini tersenyum hangat mendapatkan wajah putrinya menunggu dengan wajah bahagia. Karena tak sabar Wulan pun berlari bak anak kecil menuju Ayahnya yang berhenti, dan pelukan hangat wulan pun jatuh pada tubuh Ayah Wulan yang tak lagi kuat.
Wulan/"ayah?? ayah datang??"ucapnya parau.
Ayah/"ya, hanya ini yang bisa ayah lakukan untuk mu"ucapnya dengan suarat berat.
Sesaat Wulan mererai pelukannya dan memandangi wajah Ayahnya yang terlihat tak menyisakan kegagahannya dimasa muda dulu.
Wulan/"ayo, kita jalan" ucapnya seraya meraih jemari Ayahnya yang membawa satu tas koper kecil.
Keduanya berjalan berlahan menuju parkiran bandara yang terlihat agak jauh dari bandara.
ππππ
Selama perjalanan pulang ke hotel tak banyak pembicaraan yang Wulan bicarakan dengan ayahnya. Ia seperti kehabisan kata-kata ketika sosok Ayah kini berada disampingnya.
Arah laju mobil honda freednya pun memasuki kesebuah hotel yang megah. Berlahan Wulan memarkirkan mobilnya dibawah gedung hotel yang terlihat luas.
Ayah wulan terlihat sedikit bingung.
Wulan/"ayah?? kita akan menginap disini malam ini" ujarnya seraya tersenyum.
Ayah wulan hanya mengangguk pelan. Dan ia pun turun berlahan di ikuti wulan yang telah turun lebih dulu dan mengambil koper Ayahnya.
Berlahan Wulan mengandeng tangan ayahnya untuk berjalan bersama. Hal yang sanggat ingin wulan lakukan sedari dulu. Entah kenangan lama seolah terulang lagi seperti deJavu bagi Wulan merasakan ia seperti pernah merasakan moment ini bersama ayah.
Ayah wulan hanya menikmati kedekatannya dengan putri yang telah lama tidak ia curahkan kasih sayang.
Didalam gedung hotel wulan menuju pintu lift dan menekan tombol lantai 10.
Ayah/"nanti acara dimana??"
Wulan/"disini ayah, dilantai paling atas gedung sky garden"ujarnya pelan.
Ayah wulan kembali mengangguk paham. Ia melihat sisi wajah putrinya yang terlihat sekilas mirip dengan almarhum istrinya. Ada getar haru dilubuk hati Ayah wulan.
Dan setelah lift terbuka, Wulan mengajak turun Ayahnya dan berjalan pada lorong hotel menuju kamar Ayahnya.
Dan tiba-tiba langkah wulan berhenti dikamar no 115. Berlahan ia menyentuh kartu kunci kamar hotel. Dan pintu hotel itu pun terbuka. Berlahan cahaya terang dari jendela yang bersinar terang memperlihatkan view indah kota jakarta pun terlihat jelas.
Wulan/"ini kamar ayah, kamar Wulan berada diseberangnya. Apa ayah lelah??"
Ayah/"terima kasih wulan, kamu masih begitu perhatian pada ayah."
Namun tiba-tiba Wulan berjalan cepat seraya memeluk tubuh ayahnya.
Wulan/"ayah, didunia ini Wulan hanya ada ayah, ayah segala-galanya untuk Wulan." ucapnya yang berakhir dengan jatuhnya air mata.
"maaf, maaf, maaf kan wulan yang tak pernah pulang untuk menguruh ayah, sungguh wulan minta maaf ayah" ujarnya parau.
Ayah/"ayah laah yang harusnya meminta maaf kepada mu, maaf karena ayah menikahi seorang wanita kejam yang tak menyayangimu dengan baik dan tulus" ucap ayahnya menyesal.
Wulan menarik diri dan memandang wajah ayahnya yang terlihat garis-garis usia senjanya disana. Ia meraba dan menyentuh pelipis dan sudut pipi ayahnya yang tak lagi kencang.
Wulan/"ayah, ini semua takdir wulan. Yang bisa wulan syukuri hanya ayah yang masih menyayangi wulan walau kita tak bisa terus terang"
Ayah/"maafkan ayah wulan" ucapnya tulus menyesal karena ia tak benar-benar jadi orang tua yang baik menjaga putrinya sehingga Wulan tumbuh jadi gadis mandiri lebih cepat semenjak ibu tirinya masuk kedalam keluarga kecil mereka.
Ada rasa sesal yang tak bisa ayah Wulan ungkapkan. Andai waktu bisa diputar kembali mungkin ia tak akan meniduri Wanita salon itu dan berakhir menikahinya karena ia pikir dwi wanita lembut dan penyayang. Tapi ternyata berselang bulan setelah menikahi ibu tiri itu, sifat aslinya keluar ia menjadi wanita kejam untuk Wulan, mungkin ia tak menyiksa tapi dari perlakuan dan ucapannya kepada wulan bak musuh bebuyutan. Apa lagi anak tirinya dari wanita itu juga menjadi meraja lela membenci adik tirinya. Sungguh ia menyesal, andai ia tak memiliki anak dengan wanita kejam itu mungkin ia akan menceraikan wanita kejam itu. Tapi karena adik Wulan pun lahir dengan sakit-sakitan ia pun tak bisa menceraikan ibu tiri wulan.
Sampai pada saat adik tiri wulan meniggal dan Wulan pun pergi meninggalkan rumah. Ia merasa Tuhan sedang menghukumnya dengan dosa yang telah ia perbuat. Karena anak-anaknya pergi meninggalkannya.
Wulan/"ayah, sudah laah. sekarang ayah harus bahagia karena nanti akan ada keluarga baru. Dan malam ini ada makan bersama dengan keluarga dr. Evan. Jadi wulan mohon ayah jangan mengungkit lagi masalalu. ya??"pintanya.
Ayah wulan tersenyum lalu ia mencium kening wulan seketika. Hal yang sudah lama sekali tidak ia lakukan untuk putri tercintanya.
Wulan terkesima, rasa kenangan kecilnya dulu akan ciuman kasih sayang ayahnya tiap ia akan kesekolah dan ketika ia tidur pun seolah kembali lagi. Wulan senang, ia benar-benar senang untuk moment ini.
ππππ
Malam harinya, Wulan mengetuk pintu kamar ayahnya dengan membawa 3 kotak hadiah ditangannya.
Berlahan pintu itu terbuka. Ayah wulan terkaget melihat wulan dengan dress warna lembut dan rambut tergerai indah dengan tersemat bando permata ia seperti melihat almarhum istrinya Mentari hadir dihadapannya dengan senyum mengembang.
Ia melamun sesaat.
Ayah/"kau sungguh cantik anak ku" ujarnya pada wulan yang terlihat tersipu malu dipuji oleh ayahnya.
Wulan/"ini untuk ayah, lihatlah mana yang ayah suka dan pakai sekarang karena kita akan turun untuk makan bersama" ucapnya ramah dan kotak hadiah itu pun ia berkan kepada ayahnya yang masih terlihat bingung.
"Wulan akan tunggu dikamar wulan, setelah ayah siap ketuk kamar wulan"
Ayah/"baiklah"
ππππ
30 menit berlalu, Wulan melihat pakaian yang ayah kenakan sangat cocok, santai namun berwibawa. Mereka turun ke restoran hotel yang ternyata keluarga dr. Evan telah menunggu Wulan dan ayahnya yang berjalan bergandengan.
Kehadiran Wulan disambut histeris oleh kedua kembar yang sedari tadi tak sabar ingin bertemu mama baru mereka. Ibu dr. Evan pun juga menyambut wulan dan besannya dengan hangat. Hingga seorang wanita muda dengan rambut bob memeluk tubuh wulan dengan hangat.
Wanita/"selamat datang adik ipar??? aku kakak ipar mu Eva" ucapnya memperkenalkan diri, dan terus disambut oleh seorang pria yang ternyata suaminya dan seorang anak perempuan yang kurang lebih seumuran dengan safa marwah pun ikut menyambut wulan dengan hangat.
Wulan seolah masuk kedunia baru. Ayah wulan berlahan menyatu dengan keluarga dr. Evan. Awalnya ayah tak menyangka bahwa putrinya akan menikahi seorang duda yang telah memiliki dua orang anak. Namun ia mendukung apa pun keputusan Wulan. Putrinya bukan lah wanita yang dengan mudah menjatuhkan hati pada pria mana pun. Dan dengan tulus ia mendoakan kebahagiaan putrinya dan calon menatunya.
Berlahan obrolan hangat dan ringan menyertai mereka disela-sela makan malam itu.
Eva/"waah, aku gak pernah nyangka kalo akhirnya evan mengakhiri masa dudanya" ujarnya pelan pada wulan yang duduk disebelahnya.
Wulan hanya tersenyum simpul.
Eva/"bagaimana kalian bisa ketemu??"ujarnya penasaran.
Wulan/"hhhmm itu akan sedikit terdengar aneh mungkin, tapi wulan adalah pasien dr. Evan"
Eva/"serius???" dengan wajah tak percaya.
Wulan mengangguk pasti.
Eva/"waaah, sungguh benar terjadi yaa, tapi aku sebagai kakak evan berterima kasih karena kamu mau masuk kekehidupan evan dan mau menerima kedua safa marwah" ujarnya dengan wajah agak sedikit sedih melihat adiknya berada disebrang meja tengah berbicara dengan suaminya.
Wulan/"mungkin semua takdir yang menulis seperti ini"ucapnya seraya melihat safa marwah yang tengah asyik bercanda dengan sepupu mereka zerin.
Dan waktu pun menunjukkan jam pukul 11 malam. Keluarga baru itu pun hendak kembali ke kamar masing-masing. Tapi ada hal yang serius sehingga mereka masih tertahan disana, safa marwah merengek meminta untuk bisa tidur bersama mama baru mereka. Namun dr. Evan tak mengijinkannya takut akan mengangguk wulan yang harus beristirahat karena besok pagi acara pernikahan dan resepsi berlangsung.
Marwah/"boleh ya pah??"
Safa pun ikut memelas melihat kearah papanya yang tak bisa berbicara lagi. Berlahan wulan pun datang dengan meraih lengan safa dan marwah dan ia turunkan tubuhnya untuk sejajar dengan kedua putri tirinya.
Wulan/"malam besok, malam besok kita akan tidur sama-sama yaa, janji??" ujarnya membujuk safa marwah dengan janji kelingking.
Dengan berat safa marwah pun mengaitkan jari kelingking mereka ke jari kelingking wulan.
Wulan/"terima kasih safa marwah" ujarnya lembut dan kedua kembar pun kembali meraih tangan eyangnya.
Ibu dr. Evan merasa senang dengan cara wulan membujuk kedua kembar. Dan ia pun berlalu masuk kedalam lift.
Sesaat wulan terhenti dan ia menatap ponselnya yang terlihat beberapa notif pesan masuk disana yang belum terbuka. Namun berlahan lengannya di raih oleh dr. Evan dan dr. Evan menyerahkan bungkusan kecil ke tangan wulan yang memegang handphone.
Wulan/"???" bingung.
dr. Evan/"itu vitamin, minum laah malam ini dan berikan juga untuk ayahmu agar esok kalian tetap fit" ucapnya lembut seraya menatap dalam wajah wulan.
Wulan/"ah, baik laah, terima kasih dokter"
dr. Evan/"beristirahatlah" ujarnya seraya menekan tombol pintu lift dan lift itu terbuka dan berlahan wulan pun masuk sehingga mereka terpisah oleh pintu lift yang tertutup.
πππ
Salam sahabat
Tuh besok mbak wulan nikah, kira-kira kalian para pecinta one step close udah nerima undangannya belom??? saya juga belum π π
hihihi, mohon gak nuntut untuk besok langsung keluar partnya yaa sahabat. Besabarlah percaya kalo part selanjutnya akan keluar, pasti !!! karena saya sedang susun file tambahan di part selanjutnya.
Dan dari semua-semuanya saya mengucapnkan banyak-banyak terima kasih untuk dukungan kalian para sahabat yang setia memberi like dan koment, duuuh, cinta deh sama kalian!! ππ
Dan Lagi-lagi saya juga mohon maaf sekiranya banyak tulisan yang acak kadul, baik bahasa dan tata bahasa koma titik dan lain-lain yang masih berantakan. Maaf yaa sahabat π’π’
Saya berusaha untuk memperbaikinya semoga bisa jauh lebih baik lagi.
Baiklah hanya itu saja.
dadaaaah.
i love you sahabat πβ