One Step Closer

One Step Closer
53



Berselang beberapa hari, pagi itu handphone wulan berdering ketika wulan sedang membereskan kamarnya. Dengan sedikit penasaran wulan meraih handphone untuk mengangkat panggilan masuk yang ternyata dari dr. Evan.


Wulan/"hallo dokter??"


Marwah/"mama wulan??"


Seketika wulan tersenyum ternyata suara anak tirinya yang menelfon.


Wulan/"ya sayang??"


Marwah/"mama wulan dua jam lagi kita jemput yaaa?? hari ini papa libur, kita jalan-jalan yaa??"


Wulan/"hah??" wulan terbengong dan melihat jam di dinding kamarnya.


Safa/"yaa mama??"memastikan.


Wulan mencoba berpikir sejenak dengan ragu.


Wulan/"hhmm, baik laah sayang"ragu.


dr. Evan/"hallo wulan??"ucapnya yang mengejutkan wulan disebrang sana.


Wulan/"dokter??"


dr. Evan/"apa kau sibuk??maaf aku tak menayakan kepada mu lebih dulu, dan membuat janji pada mereka semalam"


Wulan/"ah, yaaa gak papa dokter, hanya wulan harus beri tau mbak nita untuk jaga toko"


dr. Evan/"baik laah, terima kasih wulan, dua jam lagi kami jemput"ucapnya dan menyudahi telfon tersebut.


Wulan hanya menghela nafas panjang. Dan ia melihat sekeliling kamarnya yang masih 50% beres, karena ia menatap ulang posisi tempat tidurnya agar tidak monoton. Tapi kini wulan menyesal karena harus menunggalkan perkerjaan yang tanggung ini karena harus membereskan urusan toko sebelum dijemput oleh safa marwah.


Dan wulan pun turun meninggalkan kamarnya. Menuju toko dan mencari keberadaan mbak nita yang tengah duduk dengan pelanggan di cafe mini dr. Dessert.


Wulan/"permisi, mbak bisa kesini sebentar??"ujarnya sungkan karena memotong pembicaraan keduanya.


Mbak nita tak bertanya, ia hanya mengikuti wulan yang beralih ke dalam dapur cafe mini dr. Dessert.


Wulan/"mbak?? hari ini kita gak ada buat kue untuk besok kan??"


Mbak nita hanya menggeleng bingung dengan pertanyaan wulan.


Mbak nita/"kenapa??"


Wulan/"wulan mau pergi dengan anak-anak dan dr. Evan, dua jam lagi dijemput" katanya risau.


Mbak nita/"oooh, mbak pikir kamu kenapa kok gitu banget tanyaknya!!"ucap mbak nita yang menyungging senyum diwajah.


"lagian kan kamu sendiri bilang untuk 2 minggu ini kamu gak nerima orderan dulu karena persiapan nikah"jelasnya lagi.


Wulan/"ah!!! iya..ya" ucapnya seakan lupa dengan jadwalnya.


Mbak nita/"oia, kamu kan juga bilang besok pagi ada kegiatan sama dr. Evan untuk foto prewed??"ujarnya lagi.


Wulan/"hah?? serius mbak??bukannya minggu depan yaa?? apa wulan salah liat tanggal??"ujarnya lagi seraya melihat catatan dikelender handphonenya.


Mbak nita hanya mengelengkan kepalanya melihat wulan yang akhir-akhir ini jadi mudah lupa.


Wulan/"waah benar mbak, besok foto prewednya" ucapnya yang jadi gusar seketika. Karena ia belum menyiapkan apa pun.


Mbak nita/"tenang kamu kan bisa bicarain sama dr. Evan nantik bagaimana untuk konsep untuk foto besok??"


Wulan/"konsep??"ujarnya bengong


Mbak nita mengangguk


Wulan/"haduh, kayaknya harus telfon pihak fotografer kak ari, biar mereka aja yang mikir" ucapnya cepat dan menelfon kak ari selaku WO yang bertanggung jawab acara pernikahan wulan dan dr. Evan.


Mbak nita hanya bisa tersenyum melihat wulan yang panik sendiri. Wulan yang biasanya tenang bisa berubah jadi orang yang berbeda.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Dan jam yang dijanjikan pun tiba. Terlihat mobil sedan mewah memarkir didepan toko dr. Dessert, selang beberapa detik dua pintu mobil itu pun terbuka, terlihat safa marwah berlari masuk kedalam toko dr. Dessert.


Safa/"mama wulan??"panggilnya yang mengagetkan pelanggan lain.


Marwah/"mama??"


Wulan yang berada didapur kue pun sontak reflek bangun dari kursinya dan menuju depan toko yang terlihat kedua anak kembarnya menyerbu untuk memeluk wulan.


Wulan/"waah!!kalian cantik banget hari ini"ucapnya melihat si kembar yang berpakaian tak seperti biasanya.


Marwah/"iyya kan mau jalan sama mama"ujarnya senang.


Wulan/"oke, sebentar yaa mama ambil tas dulu"ujarnya yang berjalan kembali kedalam dapur kue dan mengambil tas fossil merahnya juga mengambil tas kecil yang telah ia masukkan beberapa roti dan air.


Wulan pun kembali dengan menggandeng tangan keduanya.


Wulan/"wit, titip toko yaa mbak nita, mbak jalan dulu"


Wiwit/"siap mbak, hati-hati"


Safa marwah melambaikan tanga kepada wiwit dan berlalu keluar pintu toko itu.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


dr. Evan yang menunggu didalam mobil mengabadikan moment wulan dan kedua anaknya bergandengan tangan dengan ceria.


"ini yang selalu diimpikan oleh safa marwah"gumamnya dalam hati. Seraya tersenyum melihat hasil jepretan handphonenya.


Dan kini, ketiganya pun tiba didepan pintu mobil.


Marwah/"mama kita duduk dibelakang yaa??"pintanya


Wulan/"hah?? tapiii??"ucapnya tak enak pada dr. evan yang kesannya dr. Evan bagai supir jika ketiganya duduk dibelakang.


dr. Evan/"tak apa"ujarnya kepada wulan dari dalam mobil.


Wulan dengan ragu pun akhirnya masuk kedalam mobil mewah itu dengan duduk dibelakang bersama keduanya.


dr. Evan/"gimana?? sudah bisa jalan para tuan putri??"ujarnya melihat kaca spion mobil tengah.


Safa marwah/"siaaaaap!!!"ucapnua semangat.


Dan hal itu menbuat wulan tertawa kecil.


Berlahan mobil sedan mewah itu pun berjalan menyusuri jalan besar ibu kota.


dr. Evan/"jadi kalian mau kemana??"


Safa/"mau nonton frozen 2 papa, ya kan marwah??"


Marwah/"yaa!!"jawabnya semangat.


Dan dr. Evan pun menghela nafas panjang.


dr. Evan/"oke!!"


Mobil sedan itu pun melaju dengan cepat dijalan ibu kota. Safa dan marwah sibuk bercanda dengan wulan bermain tebak-tebakan. dr. Evan sesekali mencuri pandang wajah wulan dari balik spion mobilnya seraya tersenyum senang.