One Step Closer

One Step Closer
23



Setelah dari warung bakso " Wiro Sableng" itu, Wulan dan dr. Evan menaiki taksi online menuju parkiran mobil mereka tadi. Keduanya diam membisu hanya suara radio didalam mobil taksi online itu yang sedari tadi mengoceh.


Ketika sampai pada mobil sedan dr. Evan, Wulan mencoba berlari kecil dibawah rintik hujan untuk kembali ke mobilnya mengambil tasnya. Dan ia pun kembali ke arah mobil dr. Evan dengan segera dan berdiri didepan jendela pintu mobil dr. Evan yang telah masuk kedalam mobil.


Tok....tok..., Wulan mengetuk jendela mobil dr. Evan.


" Dokter, sepertinya Wulan pulang sendiri saja, terima kasih untuk hari ini, " ucapnya yang berlalu meninggalkan jendela mobil dr. Evan. Namun seketika dr. Evan membuka pintu mobilnya dan berjalan meraih lengan Wulan yang berada disisi mobilnya yang hendak menyebrang kembali.


" Biar saya antar, ayo, " ajak dr. Evan dibawah rintik hujan yang mulai reda. Dan tangan dr. Evan menuntut Wulan untuk masuk kedalam mobilnya itu.


Wulan tak bisa berkata, ia jadi reflek ikut langkah dr. Evan yang kini telah membuka pintu mobilnya, dan Wulan pun dengan canggung masuk kedalam mobil mewah itu.


Dari sisi yang berselahan dengan Wulan terlihat dr. Evan kembali duduk dengan nyaman dan kembali fokus untuk memjalankan mobil sedan mewahnya.


" Maaf dokter, dokter jadi kehujanan karena Wulan, " tutur Wulan sedikit tak enak melihat baju kemaja dr. Evan telah basah dengan hujan.


" Ah, gak papa," sahutnya santai.


Dan mobil sedan itu pun melaju dengan santai membelah jalan kota yang masih hujan. Ketika akan lewat hotel Xxxx, Wulan sedikit bereaksi melihat dengan antusias kearah hotel Xxxx tersebut.


" Harusnya acara sudah dimulai sedari tadi ya?? " ucap dr. Evan yang melihat kearah jam tangan sudah pukul 2 siang.


" Apa dokter tadi mau ke acara di hotel itu??".


" Iyya, mempelai wanitanya adalah Dokter Umum yang berkerja dirumah sakit Pertamedika, " jelas dr. Evan.


Wulan seketika terdiam dengan ekspresi yang tak bisa dijelaskan.


" Pantas, sungguh dr. Luna pantas bersanding dengan mas Rendi, " gumam Wulan dalam hati.


" Maaf dokter, karena Wulan dokter tak bisa pergi keacara itu, " ucapnya lesu.


" Hhmmm, " gumam dr. Evan singkat.


" Oia, apa saya bisa pesan puding mangga yang waktu itu lagi??, " tanya dr. Evan yang menyadarkan lamunan Wulan.


" Hah??, " Wulan terkaget.


" Bukankah, kamu mengirimkan puding mangga untuk saya tempo hari??, " tanya dr. Evan pada Wulan yang terkaget.


" Ah, iya, tapi bagaimana dokter tau??, apa anak-anak mengatakannya??, " ucapnya serius.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Dan mobil sedan mewah itu pun kini terpakir tepat didepan toko dr. Dessert, yang terlihat ramai oleh pengunjung.


" Masuklah, " ujar dr. Evan menatap Wulan.


Wulan pun dengan canggung mulai turun, tapi sedetik kemudia ia melihat dr. Evan.


" Dokter, bisa tunggu sebentar??, " pinta Wulan yang kini turun dengan buru-buru dan bertelanjang kaki lalu masuk kedalam toko dr. Dessert.


Selang beberapa menit ia kembali dengan kotak sedang yang ia bawa dari dalam menuju sisi jendela dr. Evan.


dr. Evan pun menurunkan kaca mobilnya dengan senyum.


" Ini untuk dokter, bukan hal yang mahal tapi Wulan sungguh berterima kasih kepada dokter untuk hari ini, " ujarnya seraya menyerahkan kotak itu kedalam mobil dr. Evan.


" Hati-hati dijalan dokter, terima kasih, " dengan senyum.


" Kamu harus datang lagi kepraktek, karena ada beberapa obat yang harus kamu lanjutkan, " perintah dr. Evan yang kemudian memundurkan mobil sedan mewahnya dan meninggalkan Wulan yang masih terkejut dengan perintah dr. Evan untuk kembali berobat.


Wulan hanya membuang nafas panjang, hari ini ia benar-benar lelah. Dan seketika ia tersadar bahwa jas dr. Evan terpakai dibadannya.


" Huufftt, jadi jas ini harus segera dikembalikan, " ucapnya lesu lalu berbalik badan dan masuk ke dalam toko dr. Dessert.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Mbak Nita sedari tadi ingin menyapa Wulan.


" Wulan??, kamu kemana aja baru pulang??"


" Hiks, Mbak Freed tercinta kita mogok Mbak," ucapnya dengan nada sedih.


" Hah???, jadi dimana mobil kamu??, terus kamu kenapa lusuh begini??, " tanya Mbak Nita heran.


" Panjang ceritanya Mbak, Wulan mau mandi dulu, dan mau istirahat sebentar, sore Wulan cerita yaa, semalam Wulan gak tidur kerjain wedding cake dr. Luna, " tuturnya seraya berjalan menuju rumah atasnya.


Mbak Nita paham, ia tak menahan langkah Wulan untuk menuju rumah atasnya. Kasian, pasti hari ini, hari yang berat untuk Wulan.