One Step Closer

One Step Closer
61



Pagi bahagia itu pun datang, suasana hari itu pun terlihat sejuk dan sendu. Jam 6 pas para crew WO kak Ari sudah stanby di lokasi acara. Malah Mua yang juga sahabat wulan pun telah lebih duluan datang untuk make over Wulan dikamar hotelnya.


Wulan berdandan dengan make up ala korea yang jauh dari kesan glamor dan drak, ia ingin make up sederhana namun menawan. Sahabatnya Josua sudah di brifing oleh Wulan 1 minggu yang lalu melalui video call. Karena Wulan mengadakan 2 acara dalam 1 hari sehingga ia ingin make up yang ringan namun tetap menawan.


Josua pun menyanggupinya, ia mengeluarkan semua keahliannya untuk sabahatnya Wulan. Butuh waktu 1 jam setengah untuk menyulap wajah wulan yang memang sudah cantik tanpa polesan. Dan untuk akad nikah wulan mengunakan baju semi kebaya agar terlihat sederhana dan sakral.


Jam menunjukkan pukul 9 pagi, semua persiapan telah siap. Ayah wulan menunggu putrinya yang terlihat cantik bak putri dalam dongeng tersenyum cantik dengan balutan dress penuh payet berjalan kehadapannya.


Ayah/" ayah benar-benar terpesona dengan mu, kau benar-benar mirip ibumu Mentari" ujarnya dengan nada sedih.


"jika ia masih ada ia pasti akan terus memuji mu"


Wulan/"ayah"sapanya lembut, wulan menyentuh sudut mata ayahnya yang seolah akan menitikkan air mata.


Lalu ayah wulan mengulurkan tangan kehadapan wulan, Wulan menyambut dengan senang dengan membalas uluran tangan ayahnya.


Crew WO/"mbak wulan, ini sudah waktunya"panggilnya mengingatkan wulan.


Wulan dengan menghela nafas panjang, ia mengangguk seraya berjalan berlahan di ikuti ayahnya disisi berjalan bersama keluar dari kamar hotel.


Berlahan mereka menuju sky garden hotel dengan disambut para kerabat dekat yang hadir untuk acara inti. Berlahan tempat sakral itu pun terlihat oleh wulan, berlahan jantungnya berdebar melihat sosok dr. Evan tengah melihatnya dengan tajam. Hal yang benar-benar akan mengubah hidupnya kedepan. Tangannya yang memegang buket bunga pun terasa dingin seolah ia berada diruang berAC.


dr. Evan memandang tanpa mengedip kepada wulan yang benar-benar terlihat cantik dengan balutan semi kebaya. Ia tersenyum melihat wulan yang kini duduk di sampingnya, yang sesaat lagi akan menjadi istrinya.


Dan acara sakral pun dimulai, safa marwah juga ibu dr. Evan terus tersenyum bahagia. Ijab kabul itu pun terucap dengan lancar dan jelas oleh dr. Evan. Dan moment haru itu menyeruak sampai ke para kerabat yang juga ikut menangis menyaksikan ijab kabul itu. Moment pasang cincin pun menjadi hal yang dinanti.


dr. Evan/"ini adalah cincin pernikahan kita, kumohon untuk kau jaga kesetian sampai kita menua dan ajal menjemput" ucapnya tulus seraya berlahan memasukkan cincin itu kejemari Wulan yang dengan tanpa sadar menitikkan air mata..


Wulan hanya bisa tersenyum simpul. Ia tak memiliki kata-kata untuk mengungkapkan rasa hatinya disaat itu. Seluruh hidup Wulan akan terus bersama Suaminya dr. Evan Sanders.


Moment itu pun menjadikan para kerabat saudara mendoakan kedua pengantin baru. Salam hikmat juga terjadi dengan suasana haru biru, bahkan safa marwah pun ikut menangis karena bahagia mereka sekarang memiliki mama wulan.


Kegiatan moment berfoto pun hanya sebentar hanya untuk dokumentasi. Karena kedua mempelai pun harus segera berganti pakaian untuk melanjutkan acara resepsi yang akan di adakan ditempat yang sama dengan tema garden party.


Keduanya didampingi para crew WO kak Ari pun kembali menuju kamar Wulan yang telah ditunggu oleh para profesional make up untuk menyulap ala Aladin kedua mempelai itu berganti pakaian.


dr. Evan diruang sebelahnya tengah dibantu oleh crew pria untuk mengepaskan tuxedo, ia mengepaskan pakaiannya dengan cepat.


Disisi lain Wulan pun telah berganti pakaian dengan dress cinderellanya yang terlihat cantik dengan riasan yang diubah sedikit oleh Josua dengan rambut diubah tergerai mengikat setengah serta disematkan tile tipis beserta mahkota yang cantik membingkai wajah Wulan.


Dan sesaat dr. Evan keluar dari roomnya dan berjalan masuk ke room Wulan dan mereka bertemu pandang pada cermin yang memantul penampilan keduanya. Tak ada kata, tapi dari sorot mata mereka seakan berbicara bahagia.


Crew WO/"bagaimana?? apa sudah siap?? para tamu telah pada hadir semua!!" tanya crew itu kepada dr. Evan dan Wulan yang masih berkaca.


dr. Evan/"kau sudah siap??" tanyanya lembut pada wulan yang berlahan membalikkan badannya.


Wulan/"ya" ucapnya pelan.


dr. Evan mengulurkan tangan di hadapan Wulan. Sesaat Wulan memandang uluran tangan itu, dengan berlahan ia membalas uluran tangan dr. Evan. Dan mereka pun berjalan berdampingan menuju tempat acara.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Di sky garden hotel yang telah disulap menjadi garden party oleh WO kak Ari pun tampa sempurna dengan dekor bunga dihampir semua sudut tempat acara.


dr. Evan dan Wulan berjalan dengan wajah bahagia masuk ke tempat acara. Safa Marwah berlari memeluk Wulan yang terlihat cantik bak putri dongeng.


Marwah/"mama cantik banget" pujinya.


Safa/"mama mirip putri cinderella"pujinya lagi.


Wulan hanya tersenyum dan berlahan mencium kedua kening putrinya itu secara bergantian. Dan keduanya pun bergandengan tangan masuk berjalan ke tengah dekorasi bunga yang di buat untuk pelaminan dr. Evan dan Wulan.


Suasana acara yang hangat itu pun bertambah indah dengan ditemani aluna lagu-lagu romantis yang dinyanyikan oleh band acustik dengan suara pria yang merdu dan enak didengar.


Namun ditengah-tengah kerumunan dr. Evan menarik diri dan hilang begitu saja dari pelaminannya. Wulan melihat dengan bingung. Namun karena para tamu yang datang untuk bersalaman pun membuatnya mengalihakan penglihatannya.


Dan beberapa menit kemudian alunan lagu dari Andemesd Kamaleng - Cinta Luar Biasa pun mengalun indah dengan musik akustik. Berlahan terdengan suara pria yang menyanyikan lagu itu membuat Wulan sesaat berpaling, Wulan mengenal suara itu dengan jelas.


Berlahan sosok yang tengah bernyanyi itu punkeluar dari belakang panggung seraya berjalan pelan melihat ke arah Wulan yang terpaku begitu juga dengan para tamu yang menyambut dengan sorak tawa kepada pria bernyanyi tersebut yang tak lain adalah pengantin pria dr. Evan.


Para rekan sejawat sesama profesi dokter pun sibuk mengeluarkan handphone untuk merekam moment langka seorang dr. Evan yang bernyanyi romantis untuk istrinya.


Wulan tak bisa berbicara, ia terkesima melihat dr. Evan yang berjalan datang seraya bernyanyi merdu.


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu....


Dan akhirnya pria tampan itu mengakhiri lagunya dengan tepat dihadapan istrinya Wulan. Wulan hanya bisa mematung dan tersenyum senang.


Namun para tamu mengharapkan lebih dari penampilan dr. Evan itu. Mereka kompak bersorak "cium..cium..cium..cium" yang membuat wajah wulan jadi salah tingkah dan malu, namun berbeda dengan dr. Evan yang tersenyum hangat seraya meraih wajah wulan dan menjatuhkan ciuman hangatnya di bibir ranum Wulan yang pasrah. Dan seketika suasana riuh serta tepuk tangan pun terdengar disana.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Acara benar-benar berjalan dengan lancar, banyak moment bahagia tercipta disana. Ketika wulan duduk disalah satu meja untuk mengistirahatkan kakinya muncul seorang wanita muda yang tersenyum simpul padanya.


Wulan/"mbak luna??"


Luna/"selamat untuk pernikahan mu Wulan" ucapnya tulus dengan wajah sendu.


"maafkan aku"


Wulan/"ah, jangan mengingat hal yang tak baik, aku menganggap itu tak pernah terjadi"


Luna/"kau benar-benar orang baik Wulan, karena mu sekarang mas rendi meraih jemariku sekarang ia mulai melihat ku sebagai luna"


Wulan/"itu bukan karena aku, itu karena bayi diperutmu yang menyadarkan mas rendi" ujarnya berlahan mengusap perut mbak Luna dengan wajah tersenyum simpul.


Luna/"kami akan pindah"


Wulan terkejut dan menatap mbak luna tak percaya.


Luna/"ibu mas rendi ingin kami tinggal bersama beliau"


Wulan/"ah, begitu yaa"


Dan tiba-tiba kehadiran dr. Evan mengagetkan keduanya yang terlihat dalam obrolan sedih.


dr. Evan/"terima kasih dr. Luna telah datang ke acara kami"


Luna/"sama-sama dr. Evan, saya juga mau pamit karena akan pindah"


dr. Evan/"hah?? ternyata benar yaa dr. Luna akan pindah?? karena selama beberapa hari kebelakang saya sudah tak masuk rumah sakit hanya mengetahui lewat group rumah sakit." ucapnya tak percaya.


Luna/"benar dr. Evan saya akan pindah, terima kasih kerja samanya selama ini doakan saya ditempat baru yaa" ujarnya seraya mengulurkan tangan kepada dr. Evan sebagai jabatan perpisahan.


dr. Evan menyambut dengan sedih, karena rekan kerjanya akan pindah. Dan berlahan dr. Luna pun berbalik pergi meninggalkan Wulan dan dr. Evan.


Dan acara pesta itu pun terus berlangsung hingga para tamu pun sedikit demi sedikit pun telah pulang meninggalkan doa untuk kedua mempelai yang berbahagia.


Kini tinggal para tamu inti yang silih berganti meminta foto dengan kedua pengantin. Dan kakak dr. Evan pun kini mendapatkan giliran untuk foto bersama dengan pengantin.


Wulan/"dokter?? kesebalah sini" ujarnya untuk mengarahkan dr. Evan yang berdiri agak jauh.


Kak eva/"Wulan?? ada baiknya mulai sekarang kau memanggil nama suamimu, bukan statusnya sebagai dokter mu lagi???" goda kakak iparnya. Yang sontak membuat Wulan malu, dan dr. Evan pun melihat ke arah Wulan yang terkejut dengan perkataan kak Eva. Benar selama ini ia hanya memanggil "dokter" kepada pria ini.


Kak Eva/"ayo panggil Mas Evan" godanya lagi.


Wulan merona merah menahan malu dengan bibir yang sedikit kaku untuk mengubah panggilan dr. Evan menjadi mas Evan.


Wulan/"ma..mas Evan" ujarnya nyaris berbisik yang membuatnya malu bukan kepalang.


dr. Evan pun tertawa kecil mendengar wulan menyebut namanya dengan mas Evan. Dan moment itu pun diabadikan oleh fotografer yang cekatan dalam mengambil angel.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Fotografer yang sedari tadi pagi dengan setia memotret moment Wulan dan dr. Evan pun sedikit mulai bisa mengendorkan bahunya membawa kamera-kamera mahal nan berat.


Kini ia duduk mencoba melihat kembali hasil jepretannya yang menabjubkan. Dan ia tersenyum puas dengan hasilnya yang berhasil mengabadikan moment bahagia dr. Evan dan Wulan.


d


Dan terakhir fotografer itu melihat hasil jepretan gambar kedua tangan bertau satu sama lain. Dan ia puas melihat gambar itu.



Fotografer/"One Step Closer" ujarnya untuk tema dr. Evan dan Wulan.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Salam sahabat..


Bagaimana?? apa kalian merasakan bahagia seperti dr. Evan dan mbak wulan rasa???? pasti ada yang senyam senyum sendiri?? sama !!! πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Terima kasih untuk dukungannya dan kesetiaan kalian dalam memberi like dan koment ditiap partnya. Jangan bosan-bosan untuk terus dukung One step Closer yaa... Dan maaf jika banyak salah ditiap ketikannya yaa sahabat. Nanti saya perbaiki sedikti demi sedikit.


Jangan lupa like dan koment. Dan beri vote kalian agar One Step Closer terus naik rangking yaaa.


Love you sahabat.. πŸ’“πŸ’“πŸ’“