One Step Closer

One Step Closer
78



Dan laju mobil mewah itu tepat di depan pintu Hotel.


Wulan melihat dengan bingung, "Bukan kah ini hotel tempat pernikahan dulu??" gumam Wulan dalam hati. Namun sambutan dari pelanyan hotel begitu ramah membuyarkan pikirannya. Dan ia menerima surat lagi.


"Cepatlaah!!! Aku menunggumu diatas" Evan.


Wulan hanya tersenyum. Mas Evan masih betah bermain kucing-kucingan denganya ternyata. Dan berlahan Wulan menuju lantai atas didampingi oleh seorang pelayan wanita.


Dan dengan ramah pelayan itu menemani Wulan hingga pintu lift itu terbuka di lantai yang dituju. Dan sedetik kemudia Wulan terhenti melihat lantai yang dituju gelap hanya pencahayaan remang dari lampu seberang gedung yang menerangi.


Wulan sedikit ragu dalam melangkah. Berlahan ia merasa takut dengan ruangan itu yang terlihat sepi, lalu Wulan memilih untuk kembali kedalam lift dan didetik itu juga lampu seketika menyala. Dan hal itu membuat Wulan terkaget.


"Bikin takut aja" guman Wulan dengan memegang jantungnya. Namun sorot matanya jatuh pada luar halaman lantai itu, berlahan ia berjalan menuju luar gedung dan benar ini adalah Sky Garden tempat ia dan Mas Evan menikah 5 tahun yang lalu.


Dan seiring langkah Wulan yang terus menuju sebuah meja, terdengar musik sayup-sayup mengiringi yang membuat Wulan tertawa kecil.


"Apa ini??" ujarnya yang tak percaya Mas Evan duduk diantara pemain musik aqustik itu. Dan lagu Armanda - Pergi Pagi Pulang Pagi pun mengalun dengan disambut senyum malu dari Wulan.


"Aku sayang padamu


Aku cinta padamu


Semua 'kan kulakukan


Demi kebahagiaanmu


Tak pernah kukeluhkan


Walau rintangan menghadang


Panas hujan begini


Makanan sehari-hari


Kurela pergi pagi pulang pagi


Hanya untuk mengais rezeki


Doakan saja aku pergi


Semoga pulang dompetku terisi"


Wulan benar-benar dibuat kaget oleh suaminya. Bagaimana bisa Mas Evan memilih lagu itu. Ia hampir tak kuat menahan tawanya dan Mas Evan turun dari kursi vokalis itu untuk turun memeluk istrinya yang terlihat tertawa senang dengan lagu gombalnya.


"Gimana?? bagus??" tanya Mas Evan yang juga ikut tertawa.


"Gak banget Mass" ucap Wulan dengan mencoba menahan tawa mendengar Mas Evan bernyanyi tadi dan Wulan tau itu bukan musik yang Mas Evan gemari.


"Kenapa Mas lakukan ini??" ucapnya yang mencoba untuk serius.


"Kenapa??, Kamu gak suka??" tanya Mas Evan yang melihat Wulan.


Wulan mengenggeleng pelan.


"Gak kok, hanya penasaran kenapa mas lakukan hal ini???"


"Apa kau sudah ingat hari ini hari apa?? ," tanya Mas Evan yang berlahan mengajak Wulan untuk duduk dikursi dan meja yang telah disiapkan dengan nuansa romantis disana.


Wulan sedikit mengeyitkan dahi dan berlahan mengenggelengkan kepalanya lagi.


"Memang apa??, hari pernikahan??, kayaknya gak deh Mas??, hari apa yaa??" ujar Wulan lagi menatap Mas Evan.


Mas Evan menghela nafas panjang.


"Kamu benar-benar gak romantis!!" celetuknya dengan berlahan menurunkan badannya hingga berlutut dihadapan Wulan yang terlihat bingung dan ia memberikan sebuah kotak di panguan Wulan.


"Buka laah!!" perintahnya pelan dengan senyum hangat disana.


Wulan bingung namun ia berlahan membuka kotak persegi itu. Dan berlahan mengeluarkan sebuah foto. Wulan menatap lama foto USG itu.


"Dulu, dihari ini aku melamarmu untuk menjadi istriku dan kini aku melamarmu kembali untuk menjadi ibu dari anakku" ucapnya pelan.


"Kau hamil," ujar Mas Evan lembut.


Wulan benar-benar kehilangan kata-kata, dan lagi air matanya jatuh, ada rasa gemuruh dihatinya yang tak bisa ia ungkapkan karena benar-benar kejutan yang tak ia sangka. Sekian lama, akhirnya malaikat kecil itu hadir dirahimnya.


"Sungguh?? Wulan.. Wulan hamil???" ucapnya lirih tak percaya dengan meraba perutnya.


"Ya, Kau hamil, dan ia baru berusia 7 minggu" ujar Mas Evan yang ikut terharu bahwa kini penantian istrinya untuk bisa hamil terkabulkan.



Berlahan mas Evan menarik tubuh Wulan kedalam pelukannya. Dan ia menerima tangisan bahagia istrinya dipundaknya.


"Maaf jika selama ini mungkin kamu jenuh dengan berbagai obat dan pantangan yang Mas buat, Mas sengaja gak bilang kalau itu semua untuk bisa membuatmu hamil dengan alami, Mas takut kamu terus berharap dan hal itu membuatmu terpuruk, Maaf" ucapnya yang masih mencoba menenangkan Wulan yang menangis dalam diam.


"Mas hanya punya ilmu, tapi semua ini terjadi karena doamu yang tulus meminta kepada Tuhan, hingga akhirnya Tuhan mempercayaimu untuk bisa hamil, " ucap Mas Evan dengan membelai punggung Wulan yang masih menangis.


"Terima kasih Mas, pemberian ini benar-benar berharga bagi Wulan" ucapnya dengan suara parau menahan isakan tangisnya yang tak bisa ia ungkapkan. Bahwa naluri sebagai wanita yang bahagia karena bisa hamil.


Dan sayup terdengar lagu Keith Martin- Beacuse of You mengalun menghangatkan keduanya.


"Berdansalah dengan ku" pintanya pada Wulan yang mencoba mereda tangisnya dan mengikuti ajakan suaminya. Dan keduanya berpelukkan dan mencoba mengikuti irama seraya ikut bernyanyi dan menikmati lirik lagu itu yang mengena dihati mereka yang sama-sama bertemu dengan cinta yang sesungguhnya setelah semua yang telah mereka lalui.


Kenanga mereka seolah terputar kambali dibenak keduanya. Bagaimana saat keduanya pertemu sebagai pasien dan Dokter, Safa Marwah, lamaran dadakan Mas Evan diwarung wartek pagi hari, hingga ciuman hangat untuk pertama kalinya yang mereka rasakan pada saat Wulan memutuskan untuk menerima lamaran Mas Evan. Dan indahnya cumbuan keduanya saat malam pertama yang sempat tertunda adalah moment terbaik yang mereka miliki.


"If ever you wondered if you touched my soul yes you do


Since I met you I'm not the sameΒ 


You bring life to everything I do


Just the way you say helloΒ 


With one touch I can't let go


Never thought I'd fall in love with you


Because of you, my life has changed, thank you for the love and joy you bring


Because of you, I feel no shame, I'll tell the world it's because of you"


"Terima kasih karena hadir dikehidupanku, Wulan" ucap Mas Evan berlahan menatap mata istrinya yang tak berhenti mengeluarkan air mata bahagia.


"Love you soo much, Dokter" ucap Wulan berlahan dan mengecup bibir suaminya.


Para pemain aqustik itu pun mengalunkan kembali lagu Keith Martin- Beacuse of YOU untuk kedua pasangan romantis itu.



One Step Closer TAMAT


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Salam sahabat semua.. apa kabarnya??


Semoga kalian sehat yaa, kapan dan dimana pun kalian berada. Aaamiin.


Akhirnya One Step Closer tamat.


Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih untuk semua pembaca setia One Step Closer. Yang setianya luar biasa untuk Mas Evan dan Mbak Wulan.


Saya sebagai penulis pribadi memohon maaf jika ada banyak kesalahan baik tulisan mau pun cerita yang berkaitan dengan medis yang sedikit banyaknya menyentuh para pembaca yang memiliki kemiripan dengan karakter Mbak Wulan. Saya doakan dengan tulus untuk kesembuhan dan kebahagiaan para pembaca untuk tetap semangat. Semoga Tuhan memberi hal terbaik untuk para pembaca.


Jangan lupa untuk selalu dukung saya baik like dan koment ya sahabat. Jika kalian mau berbaik hati untuk sudi kiranya memberi koin untuk Vote. πŸ˜†πŸ˜†


Sekali lagi terima kasih sahabat.


Love you All.