
Siang itu dirumah orang tua dr. Evan, ibu dr. Evan mengajak wulan yang baru selesai makan untuk duduk diruang keluarga. Ia benar-benar menjamu wulan dengan ramah.
Ibu dr. Evan/"sebenarnya ibu ingin kalian menikah dibandung saja, tapi kalo liat rekan kerja kalian pada banyak dijakarta ibu ngalah deh"
Wulan hanya mendengarkan saja perkataan ibu dr. Evan.
Ibu dr. Evan/"bagaimana dengan orang tua mua wulan?? apa mereka setuju??"
Sesaat wulan terkejut dan bibirnya tak bisa berkata. Terlihat dr. Evan datang duduk mendekat dengan ibunya dan wulan.
dr. Evan/"wulan tak memiliki ibu lagi, ia hanya memiliki ayah, dan beliau setuju saja"jawab dr. Evan menolong wulan.
Ibu dr. Evan/"benarkah?? ibu senang mendengarkannya"ucapnya senang.
dr. Evan/"ibu, eva kapan pulang??"
Ibu dr. Evan/"Eva?? dia tak tentu, tapi ibu sudah mengabarinya. Anak itu benar-benar gila kerja, untung suaminya satu profesi" ujar ibu dr. Evan yang sedikit kesal mengingat anak perempuannya.
Wulan hanya mendengarkan saja dan berlarih melihat dr. Evan dengan bingung.
dr. Evan/"ah?? itu kakak ku, lebih tepatnya kembaran yang lebih tua 6 menit"jelasnya seraya bangun meninggalkan wulan dan ibunya menuju ruangan lain.
Wulan/"kembar???"bingung.
Ibu dr. Evan/"iyya Eva tua 6 menit lahir dari pada Evan"ucapnya seraya menarik album foto dibawah meja didepan sofa yang meraja duduk. Dan menarik ya ke atas pangkuannya, dan memperlihatkan foto dr. Evan ketika muda dan seorang wanita yang terlihat tomboy yang wajahnya hampir mirip dengan dr. Evan.
Wulan hanya melihat dengan sedikit tersenyum melihat foto-foto lawas itu. Ternyata dr. Evan sudah tampan sedari dulu.
Ibu dr. Evan/"Eva tinggal dibatam ikut suaminya dan ia memiliki seorang anak perempuan"jelasnya.
Wulan/"jadi memang ada keturunan kembar yaa??"
Ibu dr. Evan/"ayahnya ayah saya, buyut evan kembar 3"
Wulan/"sungguh??"ucapnya terkejut.
Ibu dr. Evan dengan senang menjelaskan keluarganya kepada wulan. Keduanya asyik bercerita dengan seru, ibu dr. Evan seperti menemukan teman ngobrol yang cocok. Tidak hanya bercerita keluarga tapi soal masak dan hal lain hingga waktu menunjukkan pukul 3 sore. Terlihat dr. Evan berjalan menghampiri keduanya.
dr. Evan/"ayo?? kita harus kebandara sekarang!!"ucapnya pada wulan.
Ibu dr. Evan/"kalian akan pulang sekarang?? tidakkah kalian menginap semalam saja?? pintanya.
dr. Evan/"maaf ibu,evan ada rapat besok pagi dirumah sakit"
Ibu dr. Evan/"baiklaah, tapi lain waktu luangkan waktu untuk pulang lebih lama dan bawa anak-anak??"ujarnya menyerah
dr. Evan mengangguk paham, dan ia beralih kepada wulan dan mengajaknya untuk bangun dan mengikutinya. Terlihat dr. Evan membawa 2 buku tebal ditangannya.
Wulan/"wulan permisi pulang dulu yaa bu" ujarnya berpamitan.
Ibu dr. Evan mendekat dan memeluk tubuh wulan.
Ibu dr. Evan/"terima kasih wulan, sudah masuk kekeluarga kami, terima kasih karena menerima evan" ucapnya tulus seraya melepas pelukan dan menyentuh wajah wulan.
Wulan/"ya, terima kasih ibu"ucapnya pelan.
dr. Evan/"evan pulang dulu" ucapnya yang meraih tangan ibunya untuk bersalaman dan berjalan menuju mobil yang telah ditunggu kang dodik untuk mengantar mereka kebandara.
Wulan mengikut dr. Evan dari belakang. Dan masuk kedalam mobil sedan civic itu. Terlihat ibu dr. Evan dengan raut wajah sedih melihat kearah mobil sedan yang berlahan melaju keluar dari pekarangan rumahnya.
Seketika wulan menghela nafas panjang, ada rasa sesak menyerap dadanya.
dr. Evan/"kenapa??"
Wulan/"hah?? ah bukan apa-apa??"ucapnya yang mengalihkan pandangan.
dr. Evan hanya tersenyum singkat dan ia beralih membuka buku yang ia pengang, dan dengan antusias membaca halaman demi halaman.
πππππ
Dibandara keduanya berputar-putar didalam toko mainan anak-anak. dr. Evan hampir lupa membeli hadiah untuk kedua anaknya. Wulan hanya mengikuti dr. Evan memilih-milih mainan anak perempuan berupa boneka barbie.
Wulan/"bagaimana kalo ini??"ucapnya seraya menyerahkan kotak merah yang terlihat seperti Block.
dr.Evan/"???"bingung
Wulan/"ini pasti lebih seru"ucapnya pada dr. Evan.
dr. Evan/"sepertinya anak-anak kurang suka dengan permainan itu"
Wulan/"belom coba pasti belum tau??"ujarnya seraya berjalan menuju kasir sambil membawa kotak Uno Stacko Block Jenga Game.
dr. Evab tetap membawa dua kota permainan barbie ke depan kasir. Dan membayar segera dan berjalan menuju wulan yang tengah melihat kotak mainan lain.
dr. Evan/"kau sudah siap?? apa bisa kita jalan ke pesawat??"ujarnya seraya melihat jam tangannya.
Wulan/"ya"
πππππ
Didalam pesawat wulan duduk didekat jendela di kursi bisnis bersebelahan dengan dr. Evan yang tengah menyambung membaca buku yang tadi ia bawa dari rumah.
Namun beberapa menit kemudian ia menutup buku itu, dan meraih jemari wulan yang membuat wulan terkejut dan beralih melihat dr. Evan yang tengah mencoba tertidur.
dr. Evan/"terima kasih wulan" ucapnya seraya menutup matanya.
Wulan/"kenapa??"
dr. Evan/"karena aku semakin dekat dengan mu" ujarnya yang sedetik kemudian benar tertidur.
Wulan hanya menatap wajah dr. Evan yang tertidur dengan tenang, ia merasa wajahnya sedikit merona merah.
"harusnya itu kata-kataku" gumamnya dalam hati.
"terima kasih dokter"lirih batinnya dan mencoba menikmati moment itu ia kembali melihat jendela luar pesawat seraya merasakan gengaman hangat jemari dr. Evan di tangannya.