
Sejarah mengerikan kembali terjadi.
Wilayah yang di pimpin oleh Karl de Flora membuat keributan kecil hingga tercatat dalam sejarah enam kerajaan besar.
Kenapa hanya enam kerajaan besar?
Bisa di bilang, ada satu kerajaan yang hancur tanpa sisa. Ehm.. perlu di koreksi sedikit, sisa dari kerajaan itu menjadi objek wisata berupa kawah besar yang dipenuhi tanah kering.
Ya, setelah deklarasi Karl de Flora yang menerima tantangan Kerajaan Flora. Karl de Flora mengambil langkah pertamanya untuk menghancurkan invasi Kerajaan Flora dengan serangan nuklir.
Perang antara wilayah kecil Karl de Flora dan Kerajaan Flora kembali terjadi. Perang itu menambah halaman tentang sejarah kerajaan yang pernah di hancurkan Karl de Flora.
Karl de Flora memulai langkah pertamanya dengan memberi peringatan khusus terhadap masyarakat Kerajaan Flora. Dengan ancaman yang turun dari langit dan batas waktu hingga 3 hari, Ibukota Kerajaan Flora menjadi panik. Itu karena eksistensi ancaman yang diberikan Karl de Flora pasti akan terjadi.
Pertama, mereka telah kalah dan menyaksikan pembantaian sepihak.
Dan kedua, mereka akan menjadi saksi untuk pembantaian yang akan terjadi selanjutnya.
Kedua kejadian yang menimpa Kerajaan Flora menjadi pelajaran penting mengenai kekuatan yang di miliki oleh wilayah kecil Karl. Terlebih.. kerajaan lain terkena cipratan kecil karena kontribusi mereka.
Serangan nuklir yang menimpa perbatasan kerajaan mereka mengakibatkan perubahan jalur perdagangan antar kerajaan. Perubahan tinggi-rendah tanah dan mutasi monster akibat radiasi nuklir membuat wilayah mereka semakin memburuk.
Karl de Flora bertanggung jawab atas semua itu. Wilayah yang terkena radiasi nuklir di beri peringatan khusus dan di bangun pembatas untuk isolasi monster yang bermutasi.
Di hari itu, sebuah dentuman kecil terdengar. Di jarak aman pengungsian rakyat Kerajaan Flora, mereka menyaksikan awan jamur di langit-langit dan terpaan angin panas yang melewati wilayah pengungsian.
Lalu, bagaimana dengan kondisi perbatasan kerajaan lain yang dipenuhi mayat hidup?
Well.. mereka bernasib sama dengan Ibukota Kerajaan Flora. Karena Karl tidak ingin repot-repot menghitung dampak kerusakan lingkungan, jadi dia memutuskan untuk menggunakan serangan maksimal. Tujuh kapal selam pengangkut rudal nuklir dikerahkan dan perintah penyerangan telah diberikan.
Area perbatasan wilayah dari enam kerajaan besar terkena ledakan nuklir dan menghanguskan barisan mayat hidup yang bergerak menuju wilayah Karl de Flora. Tanpa meninggalkan bekas mayat, wilayah itu berubah menjadi tandus dan dipenuhi habitat monster yang bermutasi.
Sebuah Akademi khusus dari enam kerajaan besar berdiri. Dana yang terkumpul merupakan hasil dari hubungan kerja sama dari enam kerajaan dan keberanian menghadapi Karl de Flora tanpa memancing emosinya. Akademi itu berdiri dengan satu tujuan khusus yaitu menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga kejadian yang di alami oleh Kerajaan Flora tidak terjadi lagi.
Dan untuk pertama kalinya, konferensi perdamaian dari enam kerajaan besar terjadi.
Tentu saja, wilayah khusus yang dikendalikan Karl de Flora memiliki pengecualian. Secara hukum, mereka bukan kerajaan dan tidak di akui sebagai kerajaan. Wilayah kecil itu bertugas sebagai jembatan perdamaian karena kekuatan militer dan mata-matanya.
Untuk saat ini, dunia masuk ke dalam keadaan duka yang besar.
Di satu sisi, Karl de Flora dinobatkan sebagai Villain terbesar yang pernah menghancurkan Kerajaan Flora dua kali dan simbol keadilan karena bukti yang ditemukan Karl membawa pihak kuil ke kehancuran mereka.
Saat ini, pihak kuil sedang menuju kehancuran karena tingkah laku mereka dan kegiatan keagamaan di enam kerajaan besar dihentikan dan dilarang.
[...]