
“Ada banyak tata cara untuk berburu monster di wilayah kami, kalian bisa menggunakan kekuatan fisik kalian untuk berburu atau menggunakan otak kalian untuk memikirkan strategi jebakan yang efisien untuk menangkap monster.”
“Thorn Wild Boar, sesuai dengan namanya. Monster bertubuh gemuk penuh dengan lemak kenyal sangat nikmat saat dijadikan sup daging. Monster ini bersifat kolonial dan sering kali terlihat bersama kawanannya yang mencapai 20 ekor. Itu bukanlah masalah besar.. terlebih monster ini lumayan bodoh dan mudah ditipu.”
“Pergerakannya yang lambat dapat menjadi cepat secara tiba-tiba saat terprovokasi dan perlu di ingat! Saat mereka menerjang, bisa dipastikan mereka akan melakukannya sekuat tenaga. Di saat itulah kalian memiliki dua kesempatan yaitu lari atau memancingnya ke jebakan yang kalian pasang.”
“Tubuh monster ini terbagi menjadi 3 bagian, tubuh tidak penting, tubuh tidak berguna, dan tubuh lumayan berguna.”
Tunggu sebentar! Awalnya sih memang bagus..
Kok semakin ke bawah penjelasannya agak ngawur.
Chiyuki! Tolong jangan rusak kepolosan mereka.
“Tanduk yang ada dikepala mereka biasa digunakan untuk dekorasi tambahan selain lemak di tubuh mereka. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh tanduk itu tapi tampaknya Raja kita menggunakan tanduk itu untuk mengobati penyakit tuanya.”
Hey! Jangan bawa-bawa Raja ke dalam pembelajaran ini, Chiyuki!
“Daging mereka cukup lembut, tapi perlu di ingat! Setelah mereka mati.. perlahan tubuh mereka akan mengeras jadi untuk mendapatkan kualitas daging segar kalian bisa memotong daging mereka setelah mati atau ... “
“ ... kalian bisa membawa mereka dalam keadaan sekarat sembari mempersiapkan bahan makanan tambahan.”
OH!!
OOOH!!
Yang kali ini lumayan.
Aku setuju dengan yang satu ini, daging segar memang enak.
Good Job, Chiyuki!
Aku bisa melihat calon-calon prajurit kami, yang ada di mata mereka sekarang adalah pemandangan untuk menikmati daging buruan mereka.
Well, mereka tidak tahu jika Thorn Wild Boar sedikit sulit untuk ditemukan dan di buru karena gerakan mereka yang lincah saat terancam.
Kenapa mekanisme monster sangat luar biasa saat terancam? Itu masih menjadi misteri sampai saat ini. Aku pernah mendengar bahkan ada petualang yang sekarat karena berburu slime yang mampu meledakkan diri mereka sendiri.
“Untuk membunuh monster ini, diperlukan setidaknya satu serangan fatal di bagian tubuhnya. Kalian bisa melihatnya bahwa di bagian tanda merah ini adalah titik fatal untuk membunuh monster ini. Satu tikaman di kepalanya sudah cukup untuk mengakhiri hidupnya.”
“Selanjutnya, untuk bagian berwarna kuning ini adalah wilayah daging mereka yang dapat dimakan. Untuk bagian yang lain kalian bisa mencobanya sendiri karena manusia tidak dapat mencerna bagian itu. Yep.. betul sekali! Bagian yang tidak disebutkan memiliki racun yang mampu membuat kalian terbaring di kasur hingga 3 minggu. Jika kalian penasaran dengan rasanya.. silahkan saja dicoba sendiri.”
Hmmm.. yang ini bagus juga. Memberi pendidikan kecil mengenai hewan beracun untuk bertahan hidup memang disarankan. Akan sangat bodoh rasanya jika mereka mati karena keracunan makanan.
“Lalu.. bagian yang berwarna biru ini adalah bagian yang diperlukan oleh orang-orang. Kalian bisa mengambilnya untuk menjualnya atau menggunakan bahan-bahan itu untuk keperluan kalian. Lagipula, kalian yang akan berburu nantinya. Normalnya, untuk berburu hewan ini kalian memerlukan pisau atau belati yang cukup tajam namun karena kalian akan menjadi bagian dari Duke Flora maka kalian akan diberi pelatihan khusus menggunakan senjata kami.”
“Tapi...!”
“Kalian harus menandatangani kontrak seumur hidup untuk menjadi servant keluarga kami.”
Penyataan Chiyuki yang satu ini cukup sensitif karena itu sama saja untuk menjual nyawa dan tubuh mereka untuk tetap berada dikendali keluarga kami.
Kontrak itu memiliki dua sisi, saling melindungi dan saling mengikat.
Yang membuatku penasaran adalah..
Apakah mereka akan menerima kontrak yang memberatkan satu pihak ini?
Kita lihat saja nanti.
[...]