
“Dengan bukti yang kuat ini, mereka sudah pantas mendapatkan hadiah kecil dari kita kan?”
Setelah kami berhasil menjalankan misi kecil. Yang tersisa hanyalah makan malam dan rapat kecil yang terjadi di atas meja makan.
Aku, Chiyuki, Mercedes, Ayah ku, dan Ibu ku melakukan konferensi meja makan. Di tengah suasana makan malam, kami sedikit menjelaskan rincian kejadian yang menimpa wilayah kita.
Ayah kami hanya menggaruk kepalanya, ia bahkan terkejut ketika mengetahui tentang keterpurukan Kerajaan Flora yang membawa mereka ke jalan yang salah. Tidak hanya itu, ia bahkan sangat kecewa dengan pihak kuil yang mudah tergoda dan ikut terlibat di dalamnya.
Secara garis besar, Ayah kami sangat kecewa dengan keadaan mereka yang berantakan.
“Aku mengerti tentang dendam Kerajaan Flora tapi untuk pihak kuil.. apa ada alasan khusus sehingga mereka melakukan semua ini?” tanya Ibu ku.
“Jika kita berbicara tentang Kakak Mercedes, ada kemungkinan dia berhasil mempengaruhi pemikiran mereka dari dalam. Terutama dengan janji manisnya untuk menghidupkan Saintess yang telah mati. Bagi pihak kuil.. tawaran yang seperti itu sangat menggiurkan” aku menjawabnya sembari menyantap makan malam.
“Sejauh yang ku tahu, itu sihir tabu kan? Sihir yang dilarang dan menjadi pelanggaran besar dari aturan kuil dan mereka berani melanggarnya setelah Saintess mereka mati?”
Pertanyaan Ibu ku ada benarnya, kenapa mereka melakukan semua itu? Jika sihir itu sangat tabu.. keberanian untuk menggunakan sihir itu berasal dari mana?
Semua pertanyaan ini hanya tertuju pada satu jawaban besar.
Karena.. semua itu adalah bagian rencana balas dendam Kerajaan Flora.
Tapi.. menggunakan tujuh kerajaan besar untuk menyerang kami?
Apakah wilayah kami menjadi ancaman terbesar untuk mereka? Jika itu yang terjadi, maka.. menghancurkan Kerajaan Flora dan mempersiapkan panggung kehancuran untuk mereka sangat menarik.
Tiba-tiba saja, sebuah suara peringatan terdengar. Itu adalah sistem air siren kami yang berbunyi untuk menandakan adanya bahaya yang mendekat. Aku sedikit mengecek layar ponsel dan menunggu notifikasi peringatan.
Notifikasi kecil itu muncul dengan cepat.
[Threat Level 3, On The Way, ETA 1800]
“Sepertinya mereka telah bergerak” ucap Ayah kami.
“Baiklah Karl, apa yang akan kau lakukan?” lanjut pertanyaan Ayah kami.
“Ayah.. itu pertanyaan yang sia-sia kan? Bukan kah kau sudah tahu jawabannya?” aku menjawabnya dengan pertanyaan.
“Sebagai penerus keluarga ini, bukan kah sudah menjadi tugas mu untuk mengambil keputusan?”
“Er? Bukan kah saat ini aku belum menjadi penerus secara resmi?”
“Apa yang kau bicarakan? Kita sudah bukan bangsawan lagi.. jadi aku menunjuk mu secara resmi sebagai penerus kepala keluarga ini.”
“Yang benar saja? Di meja makan seperti ini? Well.. itu kehormatan untuk ku, Ayah.”
“Kalau begitu.. aku akan menjemput Kakek dan Nenek” Chiyuki berdiri dan meninggalkan ruang makan.
“Oh! Selamat berjuang, Onii-sama!” sebelum Chiyuki pergi, dia menyempatkan diri untuk menyemangati ku.
“Ugh...” aku sedikit merasakan tekanan yang cukup besar.
“Master Karl, sudah saatnya kita melakukan upaya pencegahan kan?” Mercedes berdiri di samping ku mengenakan seragam militer.
Sebuah sihir bergerak di tubuh ku dan membuat ku mengenakan seragam militer.
Jangan bilang!!
Pintu ruang makan kami tiba-tiba terbuka dan menampilkan Unit Alpha yang siap bertugas dan jaringan militer kami yang siap bertugas.
Sejak kapan mereka seperti ini?
Well.. tidak ada salahnya kan?
“Unit Alpha, Melapor ke Command Officer Karl-sama! Kami siap bertugas!”
“Unit Intelijen siap bertugas di bawah tekanan!”
“Unit Air Support siap bergerak!”
“Unit Kendaraan Berat siap diterjunkan!”
“Unit Laut siap memberi serangan tambahan!”
Aku sedikit memasang ekspresi serius di hadapan mereka.
“Well.. well.. sepertinya sudah saatnya bagi kita untuk menyambut tamu-tamu penting kita.”
Aku sedikit tersenyum dan bangkit dari kursi meja makan lalu berjalan mendekati mereka.
Melihat senyum ku, mereka menelan ludah dan sedikit tegang.
Aku tidak ingin terlalu serius, tapi..
Keadaan memaksa ku melakukannya!
[...]