My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 31 - Kaldu Manis



“Onii-sama.. wangy.. wangy.. ❤” terlepas dari seberapa besar kasih sayang Chiyuki pada ku, memasak sembari dipeluk ternyata sangat susah.


Sesuai dengan janji yang ku berikan sebelumnya, malam ini kami memasak daging Queen Thorn Wild Boar. Tidak ada teknik khusus yang diperlukan untuk memasak daging yang setengah matang ini.


Well, terkadang gadis-gadis tidak peduli mengenai penampilan mereka. Mereka kembali setelah berburu hewan seperti ini dengan penampilan yang rusak.


Karena itu, aku menyuruh mereka untuk mandi sebelum makan malam. Tidak ada yang lebih nikmat jika setelah makan malam lalu bersantai untuk tidur kan?


Segala keperluan mereka dari awal telah terpenuhi, hunian yang kami bangun perlahan menampakkan wujudnya. Aku tidak tahu sihir apa yang digunakan oleh Mercedes untuk membangunnya, tapi itu memangkas besar waktu kami. Tidak ada yang protes tentang hal itu, jadi biarkan saja.


“Hemmm~ Heeeem~ Onii-sama ❤” Chiyuki semakin aktif memeluk erat tubuh ku.


“Chiyuki, bagaimana dengan ini?” sembari mengatakan itu, aku memberinya sebagian kecil kaldu yang sedang ku buat.


Aku tidak terlalu ahli untuk memasak, namun aku memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk memasak. Memasak bagi bangsawan hanyalah tutorial untuk bertahan hidup ketika mereka terpaksa melakukan perjalanan jauh dan hanya mengandalkan bahan makanan yang ditemukan.


Aku sedikit mencicipinya, menurut lidah ku, ini tidaklah masalah. Entah bagaimana dengan lidah Chiyuki.


“Fufu~ bekas Onii-sama❤, Selamat makan!” aku merasa sudah terlalu lama tidak memanjakan Chiyuki. Jadi ini adalah waktu yang tepat untuk memanjakan adik kecil ku ini.


“Bagaimana rasanya?” tanya ku.


“Tidak ada yang aneh, hanya saja...” tiba-tiba saja nada Chiyuki menurun.


“Kurasa masih kurang manis, biasanya anak-anak suka dengan cita rasa yang tidak terlalu berat” sembari mengatakan itu, Chiyuki menabur beberapa tambahan makanan dan mencicipinya.


“Emm! Ini sudah pas!” teriak Chiyuki.


“Benarkah?” karena aku sedikit penasaran, aku perlahan meraih beberapa sampel kecil menggunakan sendok namun Chiyuki merebut paksa sendok itu dan membuangnya.


“Em, Chiyuki??” aku sedikit kebingungan dengan tingkah lakunya kali ini.


Chiyuki langsung saja meraih sampel kecil kaldu dan menaruhnya di dalam mulut kecilnya. Aku bisa melihat kaldu kecil itu menetes keluar dari mulutnya.


Tingkahnya aneh dan penuh dengan tindakan yang mencurigakan.


Aku bisa merasakan jika diri ku dalam bahaya!


Perlahan, Chiyuki bergerak mendekat ke arah ku. Dia seperti menyerahkan tubuhnya kepada ku. Bagaimana pun juga, tindakannya yang memeluk ku dari depan sudah cukup memperjelas apa yang akan dilakukannya.


“Chuu~ ❤” sebuah serangan manis dari adik kecil ku ini membuat tubuh ku mati rasa. Otak ku tidak bisa merespon apa yang sedang terjadi tapi yang pasti.. aku bisa merasakan rasa manis yang melewati lidah ku.


Chiyuki dengan cepat menutup bibir ku dan mengambil kesempatan untuk memainkannya. Seharusnya ini bukan masalah kan? Tidak ada aturan mengenai batasan kontak fisik disini. Sebenarnya, ada beberapa kerajaan disini yang meluruskan garis keturunannya menggunakan darah murni, namun hasil dari hubungan itu menurunkan generasi yang.. cukup sulit dikatakan.


Merespon ciuman dari adik kecil ku ini, aku mengelus kepala Chiyuki dan membelai sedikit rambut halusnya.


“Hey, itu bukan contoh yang bagus untuk dilakukan saat di depan anak-anak.”


Aku mendengar suara Ayah kami yang muncul bersama gadis-gadis serigala yang selesai membersihkan dirinya.


“Mhmmm, ini mengingatkan ku saat masa-masa harmonis kita.”


Kali ini, Ibu ku muncul bersama anak-anak.


“Master, bukankah tidak adil jika Chiyuki-sama saja yang mendapatkannya. Servant mu ini butuh kasih sayang juga!” kali ini Mercedes melayangkan protesnya.


Efek berantai macam apa ini?


Chiyuki saat ini sedang dalam perasaan hati terbaiknya.


Di sisi lain, Mercedes yang sedang bekerja keras membangun hunian kami dalam perasaan hati yang sedikit buruk.


“Dalam kondisi ini, cobalah menjadi adil Karl” ucap Ibu ku.


Karena ucapan Ibu ku itu, aku bisa melihat mata Mercedes yang berkaca-kaca mengharapkan sesuatu.


“Haah~ Baiklah.. kemari Mercedes” ucap ku menyerah.


“Yey, terimakasih Master!”


“Maaf merusak waktu romantis kalian tapi, bukankah kita akan makan malam?” tanya Ayah ku.


“Dan juga.. Karl.. pertahankan janji mu” perkataan terakhir Ayah mu mengalir sembari majunya seorang gadis serigala.


Ah, jadi dia yang berkontribusi penuh dalam perburuan ini.


Janji adalah janji..


Aku lalu mengelus gadis serigala itu dan dalam sekejap ekornya bergerak dengan cepat. Tindakan ku ini sedikit memancing rasa iri hati yang lain dari gadis-gadis serigala yang menyaksikannya.


Well, ini cocok untuk memotivasi mereka untuk lebih berusaha, bukan?


[...]