My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 48 - Angel of Death



Tahun 517, Kalender Kerajaan Flora.


Sebagai seorang veteran perang yang berpengalaman, hati ku telah terlatih untuk menjadi dingin dan keras layaknya besi.


Emosi manusia tak lagi ku rasakan. Bahkan rasa takut di medan perang telah ku taklukan.


Namun, sebuah ketakutan terbesar bangkit dari dalam diri ku.


Saat itu, aku bertanggungjawab untuk menahan invasi pasukan Kerajaan Abzien. Situasi politik kerajaan kami memang sedikit kacau karena ulah bangsawan, aku tidak tahu bagaimana situasinya. Namun, keluarnya Duke Flora dari sistem bangsawan Kerajaan Flora adalah kesalahan terbesar yang pernah di buat oleh Kerajaan Flora.


Itu karena.. kekuatan militer Duke Flora melebihi satu kerajaan. Bahkan, hanya dengan satu pasukan.. mereka membantai habis divisi utama pasukan Kerajaan Abzien.


Saat itu, di tengah pertempuran sengit melawan Kerajaan Abzien. Langit sore yang menemani kami mendadak bersuara keras. Tepat di atas kami, sosok naga besi terbang tinggi. Di kulitnya terlihat sebuah lambang Duke Flora.


Naga besi itu terbang melintasi kami dan mengeluarkan suara yang menyakitkan. Suara itu sangat keras dan terdengar mengerikan. Bahkan, dari suara itu saja.. ledakan kecil dan teriakan kesakitan di pasukan Kerajaan Abzien terdengar.


Entah apa yang dilakukan Duke Flora, tampaknya dia membantu kami yang sedang terdesak ini. Teman ku yang pernah bekerja di bawah perintah Duke Flora berkata, “Duke Flora sangat licik, hanya karena Raja menanam mata-mata di kediamannya. Dia memecat kami semua!”


Saat itu, aku hanya menertawakan keputusan bodoh Duke Flora untuk menghibur hati teman ku. Namun, saat ini.. Duke Flora lah yang menertawakan kami. Bukan saja dia memiliki pasukan mengerikan seperti ini, naga besi itu pun terbang terlalu tinggi hingga keluar dari jangkauan sihir kami.


Bahkan rumor mengenai hujan mayat yang terjadi di Ibukota Kerajaan Flora masih lebih baik daripada mendengar suara kematian ini.


Tunggu.. apa Duke Flora yang menebar mayat di Ibukota Kerajaan?


Apa itu artinya.. Kerajaan Flora sangat bodoh ketika melepas pasukan untuk menghajar Duke Flora?


Tunggu dulu.. jangan bilang hujan mayat itu adalah rekan-rekan kami yang bertugas untuk menyerang wilayah Duke Flora?


Sial! Semakin aku berpikir.. rasa ketakutan ini semakin menumpuk dan mengerikan.


Langit sore yang berubah menjadi langit malam pun dipenuhi dengan suara kesakitan. Di kegelapan malam itu, kami tidak berani membuat penerangan. Malam yang gelap itu.. kami melihat titik-titik kecil bercahaya yang menghujani medan perang.


Kami tidak tahu apa itu, hanya saja.. saat titik itu terjatuh.. raungan kesakitan dan ledakan terdengar.


Sepanjang malam, kami hanya terdiam. Suasana tampak begitu sepi.. sepertinya.. mereka yang kesakitan sudah tidak lagi kesakitan. Dalam artian lain.. mereka mati di medan perang.


Suara yang mengerikan itu perlahan menghilang. Kami tetap berlindung di kegelapan dan sangat ketakutan untuk mengintip medan perang. Hingga pagi menjelang, kami di kejutkan dengan hancurnya pasukan Kerajaan Abzien tanpa sisa.


Jendral kami pun memerintahkan untuk membersihkan medan perang dan mencari petinggi militer Kerajaan Abzien yang telah menjadi mayat. Dengan mayat petinggi militer mereka, sepertinya kami sedikit lebih unggul dari mereka.


Mimpi buruk kami pun berakhir.


Namun, semua itu dihancurkan ketika suara mengerikan itu kembali terdengar.


Naga besi Duke Flora kembali terdengar. Bersamaan dengan itu, tampak sebuah kotak-kotak kayu berjatuhan dan kertas tipis bertebaran.


“Kami menyiapkan peralatan makan untuk kalian. Jika kalian ingin selamat dari medan perang ini.. maka makanlah tubuh pasukan Kerajaan Abzien.


Catatan kecil: Kami mengawasi kalian.. Teehe~”


Untuk pertama kalinya, kami di beri pilihan yang sangat sulit.


Jika kalian menemukan catatan ini, berarti kami lebih memilih mati daripada memakan sesama manusia.


[...]